SEBUAH JATI DIRI

“ SEBUAH JATI DIRI ’’

            Pagi yang cerah sekali. Pohon-pohon yang hijau dan udara yang sangat sejuk. Di sebuah kompleks perumhan ada satu rumah yang ditempati sepasang suami istri. Mereka sangat hidup bahagia. sepasang suami istri itu bernama Ibu Eli dan Pak Iryadi.

Suatu hari Ibu Eli hamil dan mereka berdua sangat bahagia menanti anak pertamanya lahir. Waktu itu Pak Iryadi lagi ditugaskan di luar kota untuk mengikuti diklat. Setelah beberapa hari Pak Iryadi ditugaskan di sana. Lalu Ibu Eli melahirkan anak pertama mereka. Di saat Ia ingin melahirkan anak pertamanya, suaminya tidak ada disampingnya.

Saat itu kompleks perumahan itu belum banyak menghuni. Cuma Ibu Eli dan tetangga sampinya Pak Ujang dan Ibu Santi. Waktu itu Ibu Eli ingin ke rumah sakit, tetapi tidak ada yang mambawanya ke rumah sakit. Tiba-tiba Pak Ujang tetangganya membawa Ibu Eli ke rumah sakit terdekat. Sesampai di rumah sakit, Ibu Eli langsung dibawa ke ruang ICU untuk melahirkan.

Semua keluarga berkumpul di rumh sakit, menanti kelahiran yang ditunggu-tunggu. Setelah ditelpon, Pak Iryadi pun langsung pulang secepatnya dari luar kota dan menemui istri tercintanya. Sampai di rumah sakit Ia langsung melihat istrinya dan menemaninya. Tak berapa lama kemudian, anak mereka pun lahir dengan selamat. Dokter pun keluar dari ruangan ICU dan memberikan selamat kepada

Pak Iryadi ” Selamat ya, Pak !” Anak anda perempuan”. sambil berjabat tangan.

”Alhamdullilah” katanya sambil bersyukur kepada Allah SWT.

Tetapi ada satu hal yang harus Bapak ketahui, ”Anak Bapak mengalami kekurangan fisik” kata dokter itu sambil berbicara dengan nada halus. Mereka pun bersedih mendengar perkataan dokter itu.

” Maksud dokter anak saya…..” katanya sambil terkejut mendengar ucapan dokter itu.

” Ya, Pak !” Sebaiknya anak anda secepatnya operasi” kata Dokter.

Pak Iryadi menjawab ” Baiklah Dok…?” Tolong selamatkan anak saya karena Ia masih sangat kecil untuk menjalani operasi, Dok !”. ”Ya, saya akan usahakan dengan sekuat tenaga saya !” katanya.

”Tetapi begini Pak operasi ini harus di lakukan di rumah sakit lain karena peralatan di sini tidak memadai” kata Dokter itu. ” Terserah, Dokter yang penting anak saya selamat” kata Pak Iryadi sambil berbicara dengan marah.

Mereka akan melakukan segala cara untuk anak mereka. Saat itu, operasi pun selesai dijalankan. Pak Iryadi ingin membayar adminitrasi tetapi uangnya tidak cukup. Terpaksa Pak Iryadi meminjam uang kepada kakak Iparnya Dewi. Akhirnya, operasi itu berjalan dengan lancar. Dan mereka berdua pun bahagia karena anak mereka selamat dalam menjalankan operasi.

”Tetapi anak itu seumur hidup akan merasa ada yang kurang di dalam dirinya.” kata Dokter itu.

” Tidak apa-apa Dokter, kami ikhlas menerimanya karena anak itu adalah titipan Allah yang harus kami jaga dengan baik-baik.” kata mereka berdua dengan senyum bahagia. Mereka pun memberi nama Dea Rizka yang artinya pembawa rezeki.

Beberapa tahun pun  sudah berlalu, Ia sekarang sudah berumur 5 tahun. sekarang Dea menjadi anak perempuan yang sangat cantik dan disayangi oleh Ayah dan Ibunya. Ia selalu ceria menghadapi hari-hari yang di lewati di usianya. Pak Iryadi dan Ibu Eli sepakat akan memasukkannya ke sebuah Tk. Ia sangat senang

mendengarnya.

Hari itu, Dea pertama kali masuk sekola dan diantar oleh Ayah dan Ibunya. Ia banyak mandapatkan teman baru pada hari pertama masuk sekolah. Setiap Ia pulang sekolah, Ia selalu diejek oleh teman-temannya. Tetapi, Ia selalu tegar di depan teman-temannya tetapi didalam hatinya Ia ingin sekali menangis. Sempat Ia menangis akan ejekan teman-temannya kepadanya, akan tetapi kesedihanya tidak pernah Ia tunjukkan kepada kedua orangtuanya.

Waktu pun berlalu, sekarang Dea bersekolah di SDN 2 jakarta.Di sana Ia mndapatkan kehidupan yang mengasyikan dan teman-teman yang sayang kepadanya. Dia selalu diejek dengan perkataan yang tidak membuat dirinya senang. Di dalam hatinya Ia merasa ” Mengapa semua orang tidak senang dengan diriku dan Apa salahku kepada mereka sehingga mereka membuatku seperti ini ?’’sambil berkata di dalam hatinya.

Ia selalu menangis dan merasa perkataan teman-temannya terhadap dirinya sangat berlebihan. Perkataan teman-temannya tidak pernah Ia masukkan  ke dalam hati.” Biarlah Allah yang menghukum mereka.” katanya sambil menangis.

6 tahun sudah dijalani, sekarang Ia mempunyai banyak teman dan sahabat yang paling baik. ” Mereka selalu ada buat diriku dan sangat baik kepadaku.”katanya di dalam hati. Mereka semua memberikan aku motivasi untuk menjalani semua ini. Aku ingin seperti anak-anak lainnya  ingin menjadi seorang cewek yang mempunyai segala-galanya.

Ia selalu memandangi kaca kamarnya setiap Ia ingin menghias rambutnya.

” Tetapi itu tidak mungkin terjadi”katanya sambil memandangi cermin.

Sahabatku selalu berkata kepadaku ”Dea, Janganlah kau merasa tersingkirkan dengan yang lain dan percaya pasti suatu saat kamu akan menjadi orang yang dibanggakan oleh mereka”. Mereka selalu mengingatkan aku apa itu sebuah jati diri. ”Jati diri itu percaya atas apa yang kita miliki.”kata sahabatnya sambil tersenyum. Beberapa tahun berlalu, sekarang Ia bersekolah di SMA. Di sana Ia mendapatkan teman-teman yang baik,ramah,sopan dan mengerti keadaanku.

” Apakah aku akan diejek dan diperolok-olok teman-temanku seperti dulu.” katanya sambil berfikir. Rupanya itu tidak terbayang oleh dirinya. Semua orang sangat baik dengannya.

”Semoga masa lalu yang aku alami tidak akan terulang lagi di SMA.’katanya sambil tersenyum.

Dea ingin sekali membahagiakan kedua orangtunya. karena mereka telah bersusah payah melahirkan dan membesarkan dia sampai menjadi seperti ini.

”THE END”

4 Tanggapan to “SEBUAH JATI DIRI”

  1. rodiatuladawiyah Says:

    Jiaaahhh😀

  2. auliyatryanggraini Says:

    bgus nian😀

  3. nellyafrianti Says:

    Panjang nn des :p

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: