SCreet Garden

Secret Garden episode 1

Genre : Melodrama, fantasy, romance
Episode : 20
Produksi : SBS, 2010
Tayang : Sabtu-Minggu 21:45
Sutradara : Shin Woo Chul
Scriptwriter : Kim Eun Sook

Casts :
Hyun Bin as Kim Joo Won
Ha Ji Won as Gil Ra Im
Yoon Sang Hyun as Oscar (Joo Won’s cousin)
Kim Sa Rang as Yoon Seul
Lee Philip as Im Jong Soo Lee
Jong Suk as Sseon
Yoo In Na as Im Ah Young
Kim Ji Sook as Moon Yeon Hong
Park Joon Geum as Moon Boon Hong
Kim Sung Oh as Secretary Oh
Choi Yoon So as Kim Hee Won
Kim Sung Kyum as Moon Chang Soo
Lee Byung Joon as Park Bong Ho
Sung Byung Sook as Park Bong Hee
Yoon Gi Won as Choi Dong Kyu
Yoo Seo Jin as Lee Ji Hyun
Kim Gun as Yoo Jong Heon
Song Yoon Ah as herself (cameo)
Kang Chan Yang
Jang Seo Won

Episode 1

Adegan dibuka dengan pertunjukan sebuah kediaman yang super duper mewah. Taman luas dengan danau dan bangku2 indah, arsitektur megah dan interior mewah. Furniture kelas satu dan kerapian serta keteraturan tingkat tinggi. Hanya bisa ditandingi oleh kediaman Gu Jun Pyo, membuat semua kediaman mewah dalam drama lewat.

Narasi : Apa kalian tahu tentang Indian musim panas? Sebelum musim dingin tiba, di musim gugur, ada musim panas sekilas. Indian, katanya, berburu untuk musim dingin saat musim panas yang singkat itu. Itulah mengapa mereka disebut Indian Musim panas, kado dari para dewa. Indian musim panas untuk musim gugur ini jelas akan ditemani oleh hujan. Kalau hujan tiba, apa kita akan menerima hadiah istimewa dari para dewa? Tapi apakah itu kado atau lelucon dari para dewa, Aku pikir, kita harus melihatnya, benar, Tuan Kim Joo Won?

Kim Joo Won, turun dari atas dan bersiap pergi, meminum tehnya, ia mendengus mendengar berita dan sekilas menatap langit. Joo Won, CEO perusahaan besar dan orang perfeksionis. Joo Won keluar rumah/istana? dengan mobil sportnya yang kencang.

Joo Won berhenti sejenak ketika melihat Oska, sepupunya sedang berciuman dengan aktris baru. Oska melambai ke arah Joo Won yang melihatnya dengan sebal. Oska tidak repot-repot menghentikan ciuman-nya. Joo Won lalu memacu mobilnya dengan kencang melewati pasangan itu. Membuat rok wanita itu hampir tersingkap. Siapa itu?

Oska menjelaskan, dia bisa dikatakan sepupuku dalam silsilah keluarga. Dalam hati : kenyataan-nya, seorang sepupu atau anak dari sepupu. Jika aku membeli mobil sport, dia membeli dealer mobil itu. Jika aku membeli yacht, dia harus membeli semua tanah disekitar dermaga agar dia merasa puas.

Oska : Orang berkata dia jauh lebih kejam dariku.
Chae Rin : Apa? Apa yang kau bicarakan? Mengapa aku harus mengatakan itu padamu Oppa? Oska : Aigoo, Chae Rin, karena aku bicara sedikit berputar, kau tidak mengerti ya? Aku bilang kita tidak perlu bertemu lagi. aku tidak ingin melihatmu lagi.

Chae Rin tidak terima, lalu untuk apa ciuman tadi? Oska santai berkata itu ciuman perpisahan. Aku ingin ada di memorimu sebagai pria yang manis. Chae Rin ngamuk dan memukul Oska, hei! hei, kau brengsek!

Joo Won pergi menemui wanita yang akan dijodohkan olehnya. Wanita itu adalah cucu menteri di kabinet. Ayahnya memiliki hotel. Dia sendiri baru kembali dari studi di LN dan seorang CF (Commercial Film).

Joo Won menegur wanita itu : Nona Yoon Seul?
Yoon Seul berusaha membuat Joo Won terkesan dengan bertanya, kau pasti sangat menyukai Edouard Manet. Mungkin hanya kita pasangan perjodohan yang bertemu di galeri seni.

Joo Won : Karena aku tidak perlu membuang waktuku. Yoon Seul tidak mengerti. apa maksudmu…
Joo Won : Dari cara dia berjalan kelihatan karakternya, dari penghargaan-nya pada seni kau bisa melihat tingkat kebudayaan-nya. Kau bisa melihat jika seorang wanita yang akan pergi ke galeri seni atau klub. Apa dia lebih suka parfum tajam atau lembut. Jawaban-nya akan segera keluar.

Yoon Seul bingung, sebenarnya dia memuji atau apa…Yoon Seul menawarkan minum. Jika kau merasa tidak nyaman, kita bisa pergi.

Yoon Seul dan Joo Won minum kopi dan Yoon Seul berkata kalau ia hanya berperan sebagai putri yang berbakti saja dan tidak terlalu tertarik dengan perjodohan ini.

Joo Won : Kau tidak menginginkan pernikahan karena dijodohkan.

Yoon Seul : Benar
Joo Won : Mengapa tidak?

Yoon seul : Apa? Joo Won : Cinta? ya mungkin saja ada orang yang menganggapnya (cinta) penting. Tapi karena hormon yang tidak bisa diatur dan penyakit yang disebut cinta, kau mengabaikan keluargamu, pendidikanmu, dan kemampuanmu. Kau tidak bisa berkomunikasi dan kau ada di tingkat yang berbeda dan kau pikir itu semua bisa tergantikan dengan ciuman yang hebat? Yoon Seul bingung..

Joo Won berkata kalau Yoon Seul naif, tidak sesuai dengan penampilannya. Joo Won juga mengundurkan diri dari pertunangan.

Yoon Seul kesal dan curhat dengan temannya di klub ekslusif milik Joo Won. Yoon Seul berkata tidak ada pria yang belum jatuh ke tangannya. Dan ia menginginkan Joo won. Temannya berkata, kau dicampakkan ya?

Yoon Seul : Aku bilang akhirnya aku menemukan suatu hubungan.
Temannya cemas, kalau dia tahu tentang kau dan Oska…Yoon Seul minta temannya minum saja tehnya. Yoon seul mencibir ketika melihat wanita di lounge itu, gadis doenjang…(gadis2 yang memanfaatkan orang lain/prianya untuk membeli barang2 mewah) Temannya tidak terima, jika aku ini wanita doenjang, lalu kau apa?

Yoon Seul : Aku ini pewaris.

Saat mereka masih ngobrol, tiba-tiba seorang wanita masuk, wow…In Soo cewek! eh bukan tapi kakaknya, Ha Ji Won! hehe..bukan, Gil Ra Im.

Ra Im mengenakan baju tomboy dan tatto! Membuat semua wanita dalam lounge itu gelisah dan tidak senang akan kehadirannya. Ya Tuhan! naga..naga ..(tatto naga) Teman Yoon Seul bahkan sampai memalingkan muka anak bayinya. HA!

Yoon Seul merasa dia akan segera menjadi pemilik tempat ini, maka dia harus “menegur” wanita itu. Apa aku harus pergi untuk mengatakan apa pendapatku sebagai calon pemilik tempat ini? (kalo dia nikah dengan Joo Won kan otomatis jadi pemilik dept store mewah ini) Yoon Seul jalan mendekati Ra Im yang duduk menunggu.

Yoon Seul : Tunggu dulu. Apa ada yang kau butuhkan, tamu?
Lalu pelayan datang dan menengahi. Yoon Seul memarahinya, bukankah tempat ini hanya diperuntukkan untuk VVIP (yg belanja diatas 100 juta Won), apa kau memeriksa ID setiap orang? Pelayan itu mengiyakan tapi Seul marah, pembohong! Kau tidak memeriksanya.

Seul mengeluh panjang pendek dan akhirnya berkata pada pelayan itu, siapa namamu? Pelayan itu hanya minta maaf, tapi Seul tidak peduli dan mengambil badge namanya, lalu pergi.

Ra Im dan pelayan itu sudah saling kenal, kita harus mengambil badge namamu kembali. Temannya justru berkata, tidak perlu diurus.

Ra Im : Aku hanya tinggal minta maaf dan mohon sedikit kemurahannya, paling dia hanya teriak sedikit. Tunggu sebentar. Kebalikan dengan penampilannya yang sangar, Ra Im ternyata orang yang gampang sekali minta maaf.
Di luar, Ra Im melihat Yoon Seul yang sedang menunggu mobilnya dan ia jalan mendekati Yoon Seul. Seul sudah ketakutan. Tiba2 seorang pencopet lari dan merebut tas teman Seul yang dipegang oleh baby sitter-nya. Pencopet itu kabur dengan mobil.

Teman Seul itu mengeluh dan memarahi baby sitter-nya, apa kau tahu berapa harganya? bagaimana kau bisa memegangnya seperti itu? Baby sitter itu hanya minta maaf dan kelihatan takut.
Ra Im tidak tega dan tanya, bibi apa kau kerja dengannya? Tunggu disini. Ra Im langsung mengambil sepedanya dan mengejar mobil itu! Ra Im mengambil jalan berputar agar bisa mencegatnya, keren…!

Sampai ke kawasan Myeongdong dan Ra Im berhasil menghentikan mobil itu. Dari dalam mobil keluar 4 orang preman yang langsung menyerang Ra Im. Ra Im melawan dan berkelahi dengan mereka satu per satu, sampai akhirnya menang! wow..fantastis..(sepertinya Ha Ji Won tidak pakai stunt…sepertinya.. )

Ra Im berhasil mengambil tas itu kembali dan mengembalikannya pada Yoon seul. Ini klipnya keren…

Bukannya terima kasih, tapi Yoon Seul melemparkan tas itu ke temannya dan berkata cek, apa ada yang hilang! Ra im berkata karena ia sudah mendapat tas itu kembali, ia ingin badge temannya dikembalikan. Seul bohong dan berkata sudah dibuang di tong sampah.

Ra Im kesal dan mencengkeram baju Seul, tempat sampah sama-sama kotor untuk kita, kau yang membuangnya, kau yang harus mengambilnya, cari!

Seul teriak, lepaskan! Akhirnya ia mengeluarkan badge itu, ini lihat, ini apa bukan? Ra Im mengambilnya dan mengambil tissue dari tangan teman Seul (bekas ingus anaknya) dan memasukkannya ke tas Seul. Lalu Ra Im pergi. Seul kesal, wanita gila! Tapi temannya justru kagum, bagaimana seorang wanita bisa sekeren itu..Seul teriak karena kesal.

Malam itu, langit mendung dan hujan turun dengan deras. Ra Im bersiap untuk syuting, ia duduk di puncak menara dan bersiap terjun. Sekilas ada bayangan seorang pria yang terjun, tapi Ra Im segera konsentrasi dan terjun! keren…
Di bawah sudah menanti lusinan pria untuk bertempur. Ra Im menembak ke sana sini, adegannya mirip Lara Croft dicampur pertempuran Bi Dam episode terakhir. Kemudian sutradara teriak Cut! OK! Ra Im sukses menjadi stunt untuk Chae Rin.

Ra Im mendapat pujian dari kru dan ia tampak senang sekaligus malu-malu. Ra Im jalan dan Chae Rin menyenggolnya, oh kakiku! Astaga! kenapa kau tidak lihat2 kalau jalan? kotor sekali. Ra Im hanya menghela nafas.

Setelah syuting selesai, Ra Im menunggu rekan2nya di dekat mobil mereka sambil mendengarkan lagu2 Oska dengan earphonenya. Ra Im melihat rekan2nya datang dan ia akan membantu mereka. Sutradara Action Jong Soo muncul. Ra Im mendatanginya, Sutradara, apa aku terlihat keren?
Jong Soo : Mengapa kau harus terlihat keren? kau seharusnya terlihat cantik. Rekan2nya juga mengeluh, aktris itu hanya perlu berwajah cantik. Ra Im berkata kalau menjadi cantik aku tidak..
Jong Soo : Ra Im! bagus! kau terlihat keren. Aku dengar Park Chae Rin mengatakan sesuatu lagi.

Ra Im berkata tidak apa-apa. Jong soo dan yang lain menghibur, dia hanya iri karena kau jauh lebih cantik. Ra Im bercanda dan berkata aku tahu, menurut penata cahaya, aku 120 kali lebih cantik darinya. Ah aku tidak tahu mengapa ibuku melahirkan aku dengan begini cantik. huehehe..nice Ra Im..

Rekan2-nya geli dan berkata sudahlah..Ayo kita segera pergi dan pindah lokasi. Mereka kelihatan sekali care dengan Ra Im dan Ra im ini kadang2 terlihat malu-malu, tapi kalau sudah action, dia benar2 garang, sangar dan keren..

Jong Soo juga sangat memperhatikan Ra im, ketika di sekolah action, dia jalan (kenapa gaya jalannya keren sekali, love ya Philip…hehe saingan dengan Gun Wook ^_^, mungkin sekolah action-nya juga sama ya..) ke loker Ra Im, dan memasukkan tiket konser Oska di tas Ra im. Yeah…

Malamnya, Jong Soo membawa Ra Im menyaksikan konser Oska. (Yoon Sang Hyun benar2 nyanyi!).
Jong Soo : Aku kan sudah bilang kalau kau bisa pergi dengan temanmu!
Ra Im : Aku tidak punya teman yang bisa datang denganku. Semua temanku menyukai bintang idola. Ra Im sangat menikmati performance Oska dan lihat cara Jong Soo memandang Ra Im, dia benar2 menyukai Ra Im!

Joo Won juga menonton bersama kakaknya. Joo Won bosan setengah mati dan akan pergi, ketika kakaknya Hee Won berkata, kak Woo Young (nama asli Oska) akan sedih. Tinggal sedikit lagu lagi, sabarlah.
Joo Won ngomel, kenapa bakatnya terus saja menurun sejak debutnya. Hee won memperingatkan adiknya, fans akan mendengarnya, jika kau pergi, aku akan mengatakan pada kak Woo Young untuk tidak memperpanjang kontraknya.

Joo Won : Apa Choi Woo Young membayarmu untuk mengawasiku? Hee Won mengancam, aku pemegang saham terbesar, coba saja pergi. Di sudut tampak Yoon Seul juga menyaksikan pertunjukan Oska.

Paginya, para staf dept store Joo won bersiap untuk menyambut CEO ini. Joo Won punya kebiasaan masuk lewat eskalator dan bukannya lift seperti kebanyakan CEO, ini membuat para karyawan mengeluh karena harus datang pagi2 dan menyambutnya. Tapi karyawan wanita juga kagum dengan ketampanan Joo Won. Meskipun CEO ini hanya datang 2 hari dalam seminggu. Ada juga rumor kalau kepemilikan dept. store ini akan berganti, mereka bilang GM Park akan menggantikan President.

Joo won bertemu GM Park dan saling menyindir. GM Park mengatakan kalau semua ini karena Joo Won tidak datang kerja. Joo Won membela diri ia datang hari Selasa dan Kamis. GM Park : Anda seharusnya juga datang hari Senin, Rabu dan Jumat.

Tapi Joo Won menjawab ia tidak mau karena macet (hehe ada ya yg kaya gini) Lalu dari pembicaraan kelihatan kalau Joo won ternyata pernah menampar wajah bintang Hollywood dan di acara X-Files, Joo Won bahkan melemparkan naskah ke Sutradara Choi dari SBC (bukan SBS ^_^)

Joo Won menyangkal : Kapan aku melempar naskah? aku melempar sinopsis! ha! Tapi Joo Won juga tidak puas dengan kerja GM Park, GM, apa kau mau menyetir mobil sederhana dan daftar untuk tunjangan sosial? Kau tidak mau kan? Karena kau menyetir mobil yang bagus dengan gaji yang aku berikan padamu, jadi, apa kau tidak bisa membuat acara yang lebih sensasional dan menarik?

Joo won menawarkan untuk mengontrak bintang top Song Mo Yang (apa bukan Song Hye Gyo saja hehehe), karena akan mudah mendatangkan uang, dengan demikian GM, dompetmu juga akan terus penuh. Bagaimana?

GM : Kau tidak salah, tapi bagaimana dengan perpanjangan kontrak model utama Oska? Karena ada peningkatan dari turis Jepang, penjualan juga…
Joo Won : Aku tahu.
GM : Apa karena kau tidak bisa menyingkirkan dia?
Joo won : Bukankah kau dengar apa kataku, apa kau mau mengajariku, karena kau pikir aku tidak bisa? aku akan melakukannya.

Joo Won biarpun malas menghubungi Oska, malam ini dia bertemu juga dengan Oska di bar ekslusif. Joo won menanyakan CF terakhir yang diambil Oska, bukankah itu setahun lalu?

Oska : Kenapa kau ingin tahu?
Joo Won : Setiap aku menyalakan TV, ada banyak anak2 baru yang keren, tapi kau dengan berani belum juga memperbarui kontrak.
Oska : Apa karena ini kau ingin minum denganku?
Joo Won : Album ke-7 ini mungkin adalah kesempatan terakhirmu untuk meraih puncak dan juga mungkin kesempatan terakhir untuk mendapat kontrak dari dept store kami.

Oska : Itukan menurutmu.
Joo won : Apa kau pernah melihat aku salah? Joo won janji menaikkan nilai kontrak 3 kali lipat. Oska minta lebih. Joo won tidak mau. Oska tidak mau memperpanjang kontrak. Joo Won mengancam, aku serius, datanglah dengan stempel namamu sebelum aku cari anak baru yang lebih hot! Lalu ada telp untuk Oska, ternyata Park Chae Rin.

Chae Rin ngamuk, kenapa Oppa-nya tidak menjawab telpnya. Tapi kenapa menjawab telp dari Yoon Hee After School? Kenapa hanya menerima telpnya? Aku punya kaki yang bagus juga.

Park Chae Rin mengancam, kami membuka lokasi syuting kami hari ini dan akan ada banyak reporter. Aku akan mengatakan pada semuanya mengenai hubungan kita, mengerti? Selama Chae Rin menelepon Oska, Ra Im menunggunya.

Setelah selesai, Ra Im mengulurkan air mineral. Dan berkata kalau sutradara ingin mereka latihan adegan action. Chae Rin kesal, kenapa kita harus melakukannya lagi, kita sudah sering melakukannya!
Ra im : Kita harus berlatih lagi, adegan ini banyak sekali menggunakan tali tembaga, jadi kesalahan sedikit saja bisa mengakibatkan kecelakaan…
Chae Rin : Apa ada yang minta kau menjawab?

Keduanya akhirnya berlatih dengan pedang di dekat peralatan stunt. Chae Rin masih marah dengan Oska dan ia mengayunkan pedang dengan keras ke arah Ra Im.

Keduanya kehilangan keseimbangan dan menimpa peralatan stunt, Ra Im berusaha menyelamatkan Chae Rin dan melukai lengannya sendiri. Lukanya lumayan dalam dan mengeluarkan banyak darah.

Chae Rin teriak karena pinggir kukunya luka. Sutradara lari-lari, aigoo ada apa ini, apa yang terjadi? kau tidak apa-apa..mereka mencemaskan Chae Rin (yg luka kukunya!)
Chae Rin si artis manja teriak : berdarah! jangan sentuh! sakit sekali! (arrrghh..)

Ra Im langsung menutupi lukanya dengan jaketnya, dan sutradara teriak, Gil Ra Im! Apa kau sudah gila? Bagaimana kau bisa melukai kuku seorang artis? Ra Im membungkuk minta maaf.

Sutradara action Jong Soo datang dan membela Ra Im, untuk apa kau minta maaf? Sutradara memanggil Jong soo, lihat ini! aktris ini terluka. Jong Soo lebih cemas dengan Ra Im, apa ini baik2 saja.
Ra Im : Aku tidak apa-apa. Aku bisa syuting.
Jong soo : Apa kau mulai memberontak sekarang? kau ini aktris juga. Ada yang menangis dan meributkan kuku dan kau memperlakukan tubuhmu seperti itu?

Sutradara memanggil Jong Soo lagi dan diancam apa ingin semua tim-nya di usir? Jong soo tidak takut, aku sudah berencana menarik mereka, aku tidak bisa membiarkan orang2ku kerja di lokasi syuting seperti ini. Apa yang kalian tunggu? Bereskan property kita! Jong Soo langsung memerintah anak buahnya untuk pergi dan mereka benar2 patuh, langsung balik kanan dan bersiap beres2.

Ra Im justru kaget dan membungkuk minta maaf pada sutradara, maaf, tunggu sebentar. Ra Im mengejar Jong Soo, sutradara!

Joo won menerima pil dari dokternya. Dokter Lee berkata jika sudah tidak apa-apa, ia akan mengurangi obat. Tapi Joo Won tidak mau, sepertinya ia phobia sesuatu. Kalau kau kurangi, aku jadi gugup.

Dokter Lee : Apa masih sulit masuk ke lift? (oh berarti klaustrophobia, takut tempat sempit..) Joo Won : Jika cuma sulit, maka aku bisa menahannya dan naik saja. Tapi hanya dengan mendekati lift saja, aku tidak bisa bernafas. Bagaimana jika rumor tentang kondisiku ini menyebar ke seluruh perusahaan?

Lalu Oska telp. Oska minta Joo Won pergi ke French Town di Gapyeong, jika kau kesana kau akan melihat mereka membuat film. Artis utamanya, Park Chae Rin, tahan dia selama 3 jam. Joo won : Apa kau juga minum obat? Aku tutup.

Oska : Tunggu! tunggu..aku sedang rekaman untuk Chocolate (Acara SBS), aku hanya kencan dengannya sebentar, tapi ia benar2 menyusahkan. Jika terdengar orang, aku bisa repot. Dia bilang punya photo kami bermesraan di hotel.

Joo won : Apa kau pikir cuma dia yang punya foto2 seperti itu? Kenapa kau tidak mengoleksinya dan menjadikannya buku? Bye..
Oska : Apa kau akan seperti ini? Baik! bawakan kontraknya. Aku akan menandatanganinya. Bawa saja!
Joo Won : Gapyeong itu dimana?

Joo Won pergi ke French town dan mencari Chae Rin. Joo Won tanya pada seorang kru yang mengantuk, yang mana Park Chae Rin?
Sementara Ra Im sedang memohon pada sutradara untuk diperbolehkan tetap syuting, meskipun kata sutradara Im ia menarik semua orang2 nya.

Kru yang terbangun itu menunjuk ke arah Ra im, itu disana. Ia salah mengenali orang. Joo Won berterima kasih dan mendekati Ra Im. Kau tahu Choi Woo Young, maksudku Oska, ya kan?

Ra Im : Oska? bagaimana kalau iya..

Joo won langsung mengajak Ra Im pergi, ayo Oska ingin bertemu denganmu.

Ra Im diajak naik mobil Joo Won. Ra Im minta atapnya ditutup, tapi Joo Won menolak (klaustro..klaustro..), jika aku ingin atap, kenapa aku beli mobil yang terbuka (convertible car)

Joo Won mengajak Ra Im ke hotel, ke tempat dimana kalian pertama bertemu. Hotel Ritz,kamar 1103.

Di depan lift, Joo Won sudah gelisah dan minta Ra Im naik dulu, dia beralasan tidak ingin dilihat orang dengan wanita di hotel.

Ra Im dan yang lain masuk duluan, meninggalkan Joo Won. Ra Im masuk ke kamar 1103, lalu ia ingat ..dia memang pernah bertemu Oska di kamar itu, tapi untuk keperluan syuting.

Oska : Gil Ra Im? Ah stunt untuk Kim Sun Ah? Ra Im malu-malu dan berkata ia senang sekali bekerja bersama Oska.
Oska : Jika aku mengajakmu minum kopi, kau tidak akan melubangi sepatumu kan?

Ra Im : Apa?
Oska : Kita akan syuting adegan berikutnya, mengapa Kim Sun Ah belum datang? kita menunggunya. Ra Im tersenyum dengan kenangan itu dan ia mengambil air minum.

Joo won naik ke lantai 11 dengan tangga dan ia benar2 kelelahan. Ah baju training ini…(itu baju training yang menggemparkan jagad maya beberapa minggu ini hehehe Hyun Bin blink2 jacket)

Joo won tiba dengan terengah-engah, ia mengambil air mineral Ra Im, air…Lalu keduanya terlibat percakapan yang nyambung tapi sebenarnya sama sekali tidak nyambung haha..

Ok, Joo Won tanya, berapa lama kau mengenal Oska?
Ra Im : Sudah lama. aku tidak tahu ia mengingatku.
Joo Won : Wajahmu cukup meninggalkan kesan. Kau sepertinya orang yang terus terang dan aku tipe orang yang tidak bisa diam, jadi aku tanya. Berapa pendapatanmu? Kapan kau bersama bintang top seperti Kak Woo Young? Apa kalian syuting di sini? Lalu berapa bayaranmu untuk kompensasi seperti itu?

Ra im : Apa maksudmu garansi?
Joo won : Ah, ya terserah apa katamu. Aku hanya ingin tahu jumlahnya.
Ra Im : Aku tidak menerima bayaran besar kalau melakukannya dengan bintang besar. Tapi, aku mndapat bayaran lebih jika melakukannya di daerah pedesaan atau di lokasi terbuka.

Joo won kaget, di lokasi terbuka??
Ra Im : Atap dan hutan bambu sepertinya sedang tren, kau tahu? (bwa hahahaha..ini benar2 aneh, satu ngomong ke mana, satu mikir ke mana )
Joo won : Hutan bambu? wow, kak Choi Woo Young, benar-benar!

Ra Im : Bayaran yang terbaik adalah di dalam mobil. Mungkin karena sulit.
Joo Won : Ah, mobil, tentu saja, itu sulit tidak nyaman dan bergoncang-goncang. Tapi pria menyukainya. Ha!
Ra Im : Ya, pria menyukai kecepatan dan kesenangan.

Joo Won : Bagaimana kau bisa demikian terus terang…apa kau tidak malu? Kau artis pemeran utama.
Ra Im : Artis pemeran utama? Maaf, tapi siapa namaku?
Joo Won : Apa?
Ra Im : Siapa aku yang ingin ditemui Oska?
Joo Won : Park Chae Rin. Joo Won masih mengomentari penampilan Ra Im. Joo won menelepon Oska, ternyata Oska mengalami penundaan karena syutingnya molor.

Ra Im merebut ponsel Joo Won, dan membungkam mulutnya, maaf, sepertinya kau minta orang ini mengajak Park Chae Rin, tapi pria bodoh ini salah.
Setelah itu Joo Won kaget, kau bukan Park Chae Rin? kau siapa? kenapa kau ikut?
Ra Im : Apa kau tanya aku adalah Park Chae Rin? kau tanya apa aku tahu Oska.

Joo Won minta Ra Im tanggung jawab. Ra Im kesal dan ia menerima telp, ternyata sutradara ingin dia syuting. Ra Im mengiyakan, ia janji akan mempertemukan Joo Won dengan Chae Rin tapi waktunya hanya 30 menit.
Joo Won : Kau mau kemana?
Ra Im : Apa kau masih ingin ketemu Chae Rin? berikan kuncimu!

Ra Im menyetir mobil Joo won dengan keahlian seorang stunt! Dia menyalip setiap mobil dan ngebut, membuat Joo Won panik dan teriak-teriak hahaha..

aaaaahhhhhh….!!!!!

Sampai di French Town, Joo Won keluar dari mobil dan hampir muntah. Ra Im memberikan kunci mobil dan berkata itu Park Chae Rin. Joo won masih ingin Ra Im mengantarnya menemui Chae rin, tapi Ra im cuek dan terus ke lokasi.
Semua kru geleng2 dan mengira Joo won hanya ingin cari tanda tangan. Joo won berkata ia tidak kesini untuk cari tandatangan, dan baju ini tidak seperti yang kalian kira, ini buatan tangan seorang master dari Italy selama 40 tahun..bla..bla..

Park Chae Rin dengan kepalsuannya, duduk di depan para reporter dan siap memberikan pernyataan. Joo won masuk ke ruangan, menaikkan zipper jaketnya dan maju ke arah Chae rin. Apa kau tahu aku mencarimu seharian?
Joo won menunjukkan kartu namanya, Kim Joo Won, apa kau percaya kalau aku adalah fansmu? Chae Rin : Apa?
Joo Won : Tidak akan ada skandal.

Setelah selesai dengan Chae Rin, Joo won jalan sambil menelepon Oska dan melihat aksi Ra Im.

Ra Im dengan keren berkelahi dengan beberapa pria. Setiap gerakannya sangat akurat, kharismatik, dan juga bertenaga. Joo won terpana dan kagum.

Lalu Joo won mengejar Ra Im, kau stuntman?
Ra Im : Stuntwoman.

Joo won heran, mengapa Ra Im harus kerja menggunakan fisik, apa karena kau tidak pintar? Ra Im sebal dan menendang Joo won. Lalu jalan pergi. Joo Won mengejar, mengapa kau menendangku? aku tanya karena aku ingin tahu.

Joo Won : Aku bukan orang yang suka merendahkan orang yang tidak berpendidikan.
Ra Im : Kau benar2 hebat, tapi kau harus bersyukur karena lenganku luka, kalau tidak kau sudah habis. Ra Im jalan dan Joo won melihat ceceran darah di lantai, Joo won mengejar, jadi itu bukan make-up? Kau benar terluka, aku ingin lihat.

Joo won membuka jaket Ra Im, Ra Im mendesis, diam! Joo won panik, apa kau sudah gila? dengan kondisi seperti ini kau pergi denganku dan melakukan semua aksi tadi? apa kau gila? Apa kau bodoh? Kau benar2 tidak pintar.

Joo won langsung membawa Ra Im ke Rs. Bahkan menggendongnya masuk karena Ra Im ingin pergi lagi.

Di dalam, Ra Im langsung mendapat perawatan dan ia tertidur. sepertinya Ra Im mimpi buruk, ia tidur gelisah dan keningnya berkerut. Joo won mengulurkan tangan untuk menghilangkan kerut Ra Im hehe..

Joo Won melihat kaus kaki Ra Im yang menyembul, ia membukanya dan sebal karena itu kaus Oska. Joo won langsung menariknya dan membuanya ke tong sampah.

Bahkan Joo won memanggil Dokter Lee. Dokter Lee heran, siapa dia, apa kau kencan?
Joo Won : Aku tidak tahu, aku ketemu dia untuk pertama kalinya hari ini.
Lee : Karena seorang gadis yang tidak kau kenal dan baru kau temui, kau memanggilku di salah satu malam akhir pekanku yang berharga? Aku, seorang psikolog, dan bukan dokter umum?

Lalu ponsel Ra Im berdering, “Bossku” Joo won mengangkatnya. Ternyata Im Jong Soo, yang langsung mencemaskan keadaan Ra Im.

Jong Soo masuk dan Ra im merasa bersalah, Sutradara..
Jong soo marah campur cemas: Apa yang terjadi denganmu? jika kau luka kau seharusnya minta dibawa ke RS!

Ra Im : Aku baik2 saja tadi.
Jong Soo : Kau baik2 saja tadi, kau baik2 saja kemarin…kau sudah melihat banyak sekali orang yang kehilangan lengan dan kaki karena sikap itu. Jika kau selalu seperti ini, berhenti saja! Kenapa kembali ke lokasi itu? Apa kau tidak punya harga diri?
Ra Im : Aku minta maaf.
Joo Won : Maaf..apa kau bisa menurunkan volume suaramu, ini RS.

Jong Soo : Apa kau tadi yang menjawab telp? Siapa si brengsek ini?
Joo won : Brengsek? siapa yang kau panggil brengsek? Apa kau ingin bertemu pengacaraku? Ra Im menjelaskan kalau Joo Won melakukan tugas dari Oska.

Jong soo langsung menggendong Ra Im dan membawanya keluar.

Jong Soo ingin mengajak Ra Im pulang. Tapi Ra Im berkata ia tidak apa-apa, ini bukan pertama kali ia ke RS.
Jong so berkata apa kau tidak nyaman aku mengantarmu pulang? Ra Im ingin naik taksi saja. Jong soo akhirnya pergi. Percakapan mereka di dengar Joo won.

Ra Im tidak naik taksi, ia jalan perlahan di trotoir dan Joo won mengikuti Ra Im dengan mobilnya. Joo won akhirnya mencegat Ra Im, katanya kau mau naik taksi, kenapa jalan? Apa karena itu kau mengusir Sutradaramu pergi? kenapa kau tidak naik taksi?

Ra Im : apa kau pegawai perusahaan taksi? Kenapa selalu menggangguku?
Joo Won : Aku tidak pernah tanya ini pada seorang wanita, tapi apa kau tidak punya uang? Jika karena itu, aku akan mengantarmu. Dimana rumahmu?
Ra Im : mengapa?
Joo Won : Apa maksudmu mengapa, apa aku perlu alasan? Aku hanya ingin mengantarmu.

Ketika keduanya masih debat, tiba2 ada mobil van khas artis2 Korea menepi. Oska keluar dari dalam mobil dan jalan menuju mereka.
Oska : Kenapa kau tidak menjawab telpku?
Joo Won : Aku bilang kita bicara kalau sudah sampai rumah.
Oska : Apa kau tahu betapa kesalnya aku mengejarmu ke sini? Aku mengontak Ji Hyun dan dia bilang tentang wanita yang aneh..
Ra Im selama ini terpana melihat Oska. Oska langsung tersenyum pada Ra Im, senang ketemu denganmu. Joo won menunduk, ah dia mulai lagi, maksudnya Oska dengan gaya playboynya. Oska berkata ia masih ingat mata Ra Im dan juga keringat kecilnya di dahi, kau gugup sekali ya saat itu. Ra Im : Ah tidak..

Oska : Ya benar, film itu, “Welcome to Dongjakgu” kau pemeran pengganti untuk Kim Sun Ah, yang berperan sebagai pegawai level 10 dan berhasil jadi Walikota (SBS- City Hall). Kau masih kelihatan cantik, Nona Gil Ra Im.

Joo won tidak percaya ini…

Secret Garden episode 2

Dedicated to all drama and movie’s stunts all around the world. Great job guys!!

Oska : Ah, kau masih kelihatan keren, Nona Gil Ra Im.
Joo Won tidak percaya ini, kau bahkan tahu namanya?

Ra Im menyindir, kau sendiri bagaimana cara tahu namaku? Joo Won minta Ra Im diam.
Oska heran, bagaimana kau bisa memanggilnya “kau” begitu saja? Oska lalu lebih perhatian dengan lengan Ra Im yang luka, ada apa dengan lenganmu? Kau terluka ya?

Joo Won : Apa kau tidak bisa melihatnya?
Oska dengan manis berkata mungkin lukamu akan segera sembuh kalau aku meniupnya.

Ra Im tertawa geli dan Joo Won..of course sebal.
Lalu Joo Won menyinggung tentang Chae Rin, bukankah kau kesini karena Park Chae Rin?

Oska langsung waspada: Ya, bagaimana hasilnya? Apa kau bisa membungkamnya?

Joo Won berkata kalau begitu cepat masuk mobil, dalam hitungan ke 3 kau harus masuk, apa kau tahu, Park Chae Rin punya banyak foto2 bagus.
Oska langsung panik dan berpamitan pada Ra Im, Joo Won menghitung, 1, 2, 2 seperdelapan, lalu Joo Won menoleh dan belum juga ia selesai berhitung, Ra Im sudah lenyap.

Ra Im jalan ke halte membuat Joo Won, teriak hei! kesini! Tapi Ra Im cuek dan masuk ke bis, meninggalkan Joo Won di trotoir sendirian dengan kesal.

Oska keluar lagi dari van-nya dan mengejar Joo Won, hei, apa kata Park Chae Rin, apa foto2nya banyak, apa katanya ke reporter? Tapi giliran Joo Won yang cuek dan jalan pergi.

Dalam bis, Ra Im tersenyum sendiri mengenang pertemuannya dengan Oska, ia memasang headphone-nya lagi, sambil mendengar lagu2 Oska. Lalu ingatan-nya melayang saat beberapa waktu lalu ia harus menjadi stunt dalam satu film.

Lokasinya sepertinya adalah lokasi saat Yu shin memeluk Deokman di kincir air, markasnya Wolya. Saat itu, Ra Im membantu Sutradara Im memasang baju dan peralatan stunt untuk Im, sepertinya Im akan syuting sebagai stunt. Lalu para wanita di set teriak2, Oska..oska..

Semua lari sambil membawa kertas, notebook, pena, kamera, untuk minta TTD dan foto dengan Oska. Ra Im juga ingin dan Jong Soo tahu,

ia berkata kau pergilah. Bukankah kau fans oska? Ra Im menggeleng, tidak aku bukan bintang, hanya stunt, dia tidak akan ingat. Nah, selesai!

Ra Im beres-beres. Dan Jong Soo hanya memandangnya saja.

Ra Im sampai ke apartemen-nya dan curhat dengan Im Ah Young teman sekamarnya, pelayan di lounge exclusive itu. Benarkah? kata Ah Young
Ra Im : Benar! dia jelas ingat aku, dia bahkan ingat namaku, bukannya berkata, “kau cantik seperti dulu”, tapi berkata “kau keren seperti dulu.” aku benar2 menyukainya.
Ah young heran, mengherankan, bukankah dia punya banyak gadis cantik di sekitarnya, apa mungkin ia mabuk?
Ra Im : Tidak!

Lalu Ra Im menyadari kalau kaus kakinya lenyap. Ah Young berkata ah mungkin kau lupa mengenakannya, wajar untuk seusia kita (suka lupa).
Ra Im yakin ia tidak lupa. Ah Young tanya orang seperti apa Oska, katanya ia punya reputasi buruk dan kasar.

Ra Im berbaring dan memeluk bonekanya sambil berkata aku tidak peduli, aku juga tidak akan ketemu dia lagi. Besok pagi, semua ini hanya mimpi. Aku hanya akan menyimpan kenangan manis ini hari ini.

Oska mengikuti Joo Won pulang, hei, bagaimana dengan Park Chae Rin?

Joo Won jalan masuk dan berkata ia kesal. Oska membalas, siapa yang seharusnya kesal?
Joo Won : Aku bilang aku akan mengantarnya pulang, tapi ia pergi dengan sombong seperti itu. Aku bahkan berkata aku akan menutup cover mobil hanya untuk-nya, mengapa aku menawarinya tumpangan? ah!

Oska tidak mengerti, kau ini mengoceh apa. Kau bukan tipe orang yang bisa tertarik dengan wanita. Kau melakukan ini hanya untuk membuatku jengkel kan?
Kedua sepupu ini saling adu mulut, Oska tanya tentang Chae Rin dan Joo won cari alasan karena Oska turun dari mobil makanya ia tidak mau cerita. Akhirnya Joo Won berkata kalau Chae Rin itu hanya menggertak saja.

Joo won juga ingin Oska meneken kontrak, aku lebih baik mati daripada menjadi fan-nya (Chae Rin) hanya demi kontrak ini.
Joo Won : Aku akan pastikan kau menerima perhatian terbesar sejak debutmu.

Oska : Apa kau mengancamku?
Joo Won : Sudah kuduga, Kau cepat mengerti. Besok adalah hari pertama event di dept. store. Datang dan berdandan dengan bagus. Kita mulai dengan fan-signing.

Oska masih menolak, tapi ia berubah pikiran dan tanya, apa kau membeli foto2ku?

Paginya, di toserba LOEL. Kerumunan fans memenuhi lokasi Oska fan-signing. Mereka teriak2 dan bahkan ada yang menarik tangan Oska. Oska harus susah payah melayani fans yang mengerubutinya.

Di atas, Joo Won dan jajaran direksi-nya melihat acara itu dengan puas.

Joo Won bahkan nyengir melihat Oska yang kesal ketika beradu pandang dengannya.

Joo Won mengadakan makan bersama direksi sambil membahas acara tadi. Para direksi memujinya, ini sukses besar, tidak bisa dibandingkan dengan hasil tahun lalu. Semua ini karena ide dari CEO.
Joo Won : Jadi aku bisa pulang cepat kan hari ini, tanpa harus digosipkan di belakangku?
Kata-kata ini membuat semua direksi dan juga GM Park tidak enak.

Park angkat bicara, kau boleh pergi. Mungkin sampai Natal.

Joo Won membalas, apa GM Park juga akan libur sampai Natal juga? Menunggu Santa Claus? Apa aku boleh istirahat karena CEO-nya juga istirahat? Padahal aku hanya karyawan yang digaji? Karena kau tidak bisa, maka biasanya kau melakukannya tanpa ketahuan aku, kan?

Park beralasan ia punya jantung lemah. Dan ia sudah kerja keras untuk menyiapkan ulang tahun ke-25 perusahaan. Joo won menyindir, aku harap kau berhenti kerja keras tapi semangatmu membuatku ingin tahu rencanamu.
Pada dasarnya Joo won tidak ingin event yang itu-itu saja dan hanya memberinya sakit kepala serta menghabiskan uangnya. Apa tidak lebih baik melakukan sesuatu yang sama dengan acara tahun kemarin?

Joo won jalan pulang dengan asisten-nya. Apa kau baik2 saja? Tidak kata Joo Won, aku ingin memecatnya (Park).
Asisten Joo Won : Apa kau punya rencana?
Joo Won : Aku akan mengatakan ini pada ibu.

Joo Won keluar dan menunggu mobilnya. Asisten-nya di belakangnya menelepon. Tiba-tiba Joo won menoleh dan melihat Gil Ra Im berdiri di sebelahnya! Ini imajinasi. Joo Won lalu mengalihkan perhatian pada hal lain dan tiba-tiba Ra Im lenyap ditelan angin.

Di pintu lain, keluar Oska yang masih dikerubuti fansnya. Joo Won melihat sambil melambai dan masuk ke mobil-nya yang sudah tiba. Oska ingin mengejar Joo Won tapi terhalang fans. Ia kesal sekali.
Oska tanya mengenai manajernya. Asisten-nya menjawab kalau manajernya menemui sutradara video musik, seorang wanita.

Oska heran, seorang wanita? Apa ia cantik?

Ternyata sutradara itu Yoon Seul.

Yoon Seul yakin, ia bisa mengatasi Oska. Meskipun biasanya ia membuat iklan, tapi ia bisa juga membuat MV. Manajer Oska tidak yakin. Tapi Yoon seul berkata hanya dia yang bisa mengendalikan Choi Woo Young. Aku dengar tidak ada sutradara yang mau melakukannya.

Yoon Seul : Meskipun ada yang mau, siapa yang bisa mengalahkan Woo Young-oppa? Bukankah rekaman untuk album ke-6 sudah dibatalkan ditengah jalan? Biarkan aku melakukan pekerjaan ini.

Yoon Seul tidak ingin mengingatkan Oska akan kisah cinta mereka karena mereka akan segera menjadi keluarga.

Sementara itu, Joo Won ada di taman-nya yang luas sekali sambil menerima undangan kencan buta lagi. Baik, jam 7 aku mengerti, lokasinya tempat biasa. Setelah telp ditutup, Joo Won mulai membayangkan tentang Gil Ra Im lagi.

Kali ini Ra Im jalan di sampingnya. Langkahnya sama, tarikan nafasnya sama.

Joo won menghela nafas : Mengapa aku selalu memikirkan wanita itu?

Joo Won mengeluh ah berhenti berpikir tentang dia, berhenti berpikir tentang dia. Berhenti berpikir tentang dia…..
Lalu Joo Won mengatakan kalimat untuk terapinya : Kim Soo Ha Mu, kura-kura dan bangau, 180.000 tahun Dong Bang Sak, chichikapo, sarisarisenta, wooriwoori, seprika..and something like that hahahaha..

Saat Joo Won di perpustakaan-nya dan membaca. Tiba-tiba ia menoleh dan voila..Gil Ra Im duduk di sampingnya dengan pandangan ingin tahu ke arah buku Joo Won.

Joo Won : Ini benar-benar membuatku gila. Apa kau tidak bisa ganti baju? Baju itu sudah kena noda darah. (baju kemarin)

Joo Won lalu bicara sendiri dengan Ra Im imajinasinya, aku tidak tahu mengapa aku terus memikirkanmu, tapi kau bukan tipe wanita idealku. Wanita idealku adalah…

Dan Ra Im tiba2 berubah menjadi wanita anggun yang mengenakan busana glamor, berbaring di atas meja di depan Joo Won sambil berkedip ke arahnya. woa..(kaya Lou Mei Wei th90-an hehehe, pasti pada ngga tahu ya..itu istrinya Jackie Cheung)
Joo Won : Kapan aku pernah berkhayal seperti ini? Ok, aku memang berkhayal. Tapi kau jelas bukan wanita idealku

Joo Won : Diatas semuanya kau harus wanita yang pintar.
Dan tarra..Ra Im berubah menjadi wanita dengan dandanan seperti petugas perpus. Lengkap dengan kaca mata.

Joo Won : Kau harus dibawah 24 tahun!
Ra Im berubah lagi menjadi gadis belia dengan gaya cemberut sambil memanggilnya, oppa!oppa!
Joo Won : Dan kau paling tidak harus berasal dari 30 keluarga terkaya (Korea).
Ra Im berubah menjadi nona kelas atas.

Joo Won : Aku benar-benar gila.
Kim soo ha mu, kura-kura dan bangau. 180.000 tahun Dong Bang Sak, chichikapo, sarisarisenta, wooriwoori..wooriwori..woori..oh ah!ah! kim soo ha mu…hehehehehe

Joo Won menyerah dan akhirnya mendatangi Oska, sambil membawa bir. Ia memuji Oska, karena sukses dalam fan-signing.
Oska tidak mau menjawab dan pura2 tidur. Joo Won berkata baik ia akan pergi, tapi ia masih usaha, tapi..apa kau tahu? Gadis yang kita temui di dekat RS Ji yeon?

Oska langsung semangat, Gil Ra Im, kenapa dia?
Joo won : Apa kau punya no. telpnya?

Oska tidak punya. Dia hanya ketemu Ra In beberapa waktu lalu dan itu sudah lama. Joo Won : tsk! jika kau tidak tahu, harusnya bilang.
Joo Won akan pergi lalu balik lagi, apa kau punya no. telp. Park Chae Rin?
Oska : Kau mau apa dengan Park Chae Rin? Apa..kau benar2 membeli foto-foto itu?

Joo Won bertemu Chae Rin. Chae Rin menyeruput kopinya dengan anggun dan perlahan.
Joo Won : Apa kau tidak bisa minum kopimu dengan lebih cepat? Gubrak! hehehe…(aku senangnya dg tokoh Kdrama pria, yaitu cepat sekali menjadi musuh wanita menyebalkan yang bagi pria lain adalah dewi hehehe…)

Joo Won ingin minta no. telp. Chae Rin salah paham dan mengira Joo Won ingin no. telpnya. Tapi Joo Won berkata aku tidak ingin no. telpmu. Yang kumaksud adalah no. telp gadis yang mengenakan baju yang sama denganmu.
Chae Rin heran, apa?
Joo Won : Dia ..seperti pria. Tapi kalau matanya meredup, ia terlihat anggun. Tapi ketika ia melihatmu langsung, matanya berkilauan. Membuatku terus memikirkannya. Wanita itu. Stuntwoman-mu.

Chae Rin : Jadi kau memintaku keluar hanya untuk itu?
Joo won : Lalu kau pikir apa? Aku tidak bisa menemukannya di internet, dan tidak sopan kalau membayar orang untuk mencari tahu. Kau sepertinya adalah cara tercepat.

Chae Rin bersedia asal dapat imbalan. Joo Won menawarkan, jika ada yang ingin kau temui tapi selalu menghindar, aku akan mengatakan keberadaan orang itu, seperti Oska?

Bingo! Joo won berhasil mendapat telp Ra Im dan ia langsung mengontaknya. Nona Gil Ra Im?

Ra Im ada di sekolah action, ya ini siapa?
Joo won : Kau tidak ingat suaraku? bukan suara yang gampang dilupakan.
Ra Im : siapa ini?
Joo Won : Kita ke hotel bersama, dan meskipun aku biasanya tidak mempedulikan orang lain, aku membawamu ke RS dan aku mencoba untuk mengantarmu pulang?
Ra Im tidak bisa basa-basi dan langsung tanya kenapa telp. Joo won ingin ketemu. Ra Im menolak dan menutup telp.

Joo Won bengong, halo? halo? mengapa ia selalu tidak bisa diprediksi? Joo Won mencoba menelepon lagi tapi suara yang keluar adalah no. yang anda hubungi saat ini tidak aktif.

Joo Won pantang ditolak dan ia berusaha mencari Ra Im. Ra Im, Sutradara Im Jong Soo, dan tim sedang mengadakan audisi untuk stuntman baru.
Banyak sekali yang mengikuti audisi, ada yang bagus, tapi banyak juga yang ngaco dan menggelikan. Beberapa kali Ra Im terawa geli melihat aksi mereka.

Joo Won datang dengan mobilnya dan melihat antrian banyak orang. Ia tidak peduli dan langsung jalan ke depan. Apa nona Gil Ra Im…apa Gil Ra Im ada atau tidak?

Sunbae Ra Im kesal, apa kau tidak lihat? semua antri, ayo kau harus antri. Semua calon stuntman juga teriak, orang yang tidak antri adalah brengsek. Biarpun Joo Won berusaha menjelaskan tapi mereka tidak mau tahu. Terpaksa Joo Won jalan ke belakang untuk antri.

Ketika jalan, Joo Won melihat ke kaca dan memandang Ra Im. Duduk di samping Jong Soo, dengan wajah cerah dan penuh senyum. Kadang Ra Im ketawa geli, kadang berbisik pada Jong Soo.

Joo Won terpesona : Itu dia. Tapi, wanita itu bukan wanita yang sama..yang masuk ke dalam pikiranku tanpa diundang dan terus saja melukai harga diriku. Wanita itu yang duduk di depanku sekarang, dibandingkan dengan wanita yang mengusik pikiranku jauh lebih keren.

Lalu sountrack berhenti dan semua bengong melihat Joo Won berdiri di depan juri. Apalagi Ra Im, ia tampak sebal.
Jong soo : Kau tidak punya resume?
Joo Won : Ini bisa disebut pertimbangan, karena kau mungkin akan shock jika melihatnya (lulusan LN yg mentereng bla..bla)
Ra Im mendengus. Jong Soo : kenapa kau berdiri disana dan diam saja?

Joo Won : Karena wanita yang duduk di sampingmu. Aku mengajaknya bertemu, tapi dia berkata tidak. Apa lenganmu sudah sembuh? Apa kau kembali untuk perawatan?

Ra Im : Jika kau tidak kesini untuk interview..
Joo Won menyambung : Apa yang akan kau lakukan nanti? Aku ingin mengatakan sesuatu. Baik, lakukan interview, apa yang harus kulakukan?

Salah seorang tanya, apa bakat yang kau miliki?
Joo Won : Aku pandai menghasilkan uang.
Semua mengangguk-angguk, wow..bagus! Tunjukkan pada kami.
Joo Won mengeluarkan dompetnya dan mengulurkan pada mereka, aku punya banyak uang dan hobiku adalah menghabiskan uang. (JW, aku e-mail paypalku ya ..hehehe)
Para stuntmen bersorak, Lulus! bagus!

Ra Im mengikuti bossnya ke kantor dan menjelaskan kalau Joo Won salah dan mengira ia sebagai Park Chae Rin, dan akhirnya dia membawaku ke RS.
Jong Soo dengan kalem berkata ia mengerti.
Ra Im : Ini bukan apa-apa, jangan salah paham.

Jong Soo : Aku tidak akan. (JS : katakan padanya kau menyukainya, sebelum si sparky bling-bling itu mendahuluimu!)
Ra Im : aku tidak tahu mengapa ia datang kesini dan membuat keributan. Dia benar2 aneh.
Jong Soo : Gil Ra Im.
Ra Im : Ya?
Jong Soo : Dia sama sekali tidak aneh. Dia seorang pria dan kau…seorang gadis cantik yang hebat. (wow..JS..)

Joo Won sedang diwawancara oleh rekan2 Ra Im, mereka tanya dimana pendidikan tertinggi Joo Won yang kaya ini.
Joo Won menjawab dengan bhs Inggris : Columbia University in the city of New York.
Rekan2 Ra Im bingung : Columbia? apa? ah..aku tahu tempat itu, itu yang banyak kopinya kan?

Ponsel Joo Won bunyi, ia diingatkan tentang kencan butanya. Ra im jalan keluar dan minta Joo won mengikutinya.
Ra Im kesal, ada apa denganmu? Ra Im masih mengira Joo Won ini suruhan Oska dan lebih parah, ia mengira Joo won pengangguran.

Joo Won : Aku berharap aku bisa menganggur. Aku sudah mencoba untuk tidak bekerja dan hanya main-main saja. Tapi setiap aku membuka mulutku, ide yang bagus selalu keluar…(yang akan menjadi uang)
Ra Im : Kenapa kau selalu seperti ini, menggangguku. Apa sebenarnya alasanmu datang ke tempat kerjaku dan menghinaku?

Joo Won : bagaimana seorang wanita bisa berkata seperti itu? menghina? apa itu menghina? “Mengapa kau datang ke tempat kerjaku dan mempermalukanku” terdengar lebih manis.
Ra im tidak sabar, katakan kenapa kau datang?
Joo Won : Aku sudah mengatakan-nya tadi, ini karena kau.
Ra Im : Mengapa?
Joo Won : Ini juga membuatku bingung.

Joo Won beralasan kalau ia yang membayar biaya RS Ra Im dan Ra Im pergi begitu saja dalam gendongan Sutradara, atau siapapun dia. Tanpa kata-kata terima kasih sedikitpun.
Ra im tanya lalu berapa yang harus ia bayar. Berapa?
Bukannya menjawab (siapa yang butuh uang Ra Im..), tapi Joo Won tanya apa Ra Im selalu disini kalau tidak main film? Apa aku akan bisa menemuimu kalau aku kesini?

Ra Im semakin marah, katakan saja berapa jumlahnya.
Joo Won : Inilah mengapa aku selalu memikirkanmu. Sebelum ini dan sekarang, apa yang membuatmu menjadi wanita aneh, bagaimana kau bisa terlihat cantik pada saat marah..

Joo won meraih lengan Ra Im dan ingin membuka jaketnya. Ra Im kaget, kau mau apa?
Joo won ingin melihat bekas luka di lengan Ra Im. Joo Won membuka jaket Ra Im dan mengamati lukanya, benar2 serius. Membuat Ra Im salah tingkah.

Joo Won : Akan meninggalkan bekas, aku pikir kau tidak akan bisa mengikuti kompetisi Miss Korea.
Lalu dengan perlahan, Joo Won membetulkan kembali jaket Ra Im dan merapikannya. Meminta Ra Im kembali ke RS untuk merawat lukanya dan telp aku kalau kau pergi. Aku ada janji yang penting. Joo Won lalu pergi.

Joo Won menjalani perjodohan lagi. Kali ini dengan wanita yang memiliki kakek (dari pihak ibu) adalah President dari Perusahaan pembuatan kapal Daehan dan pamannya adalah seorang Dekan dari Univ. MyungSung. Dia mendapat Master dari Amerika.
Ternyata itu Yoon seul lagi (tdk tahu malu memang..). Joo Won dengan dingin tanya, apa kau bisa menjelaskan apa yang terjadi disini?
Yoon seul : Waktu lalu, kau bertemu dari sisi ayahku, sekarang dari sisi ibuku. Aku benar2 ingin bertemu Kim Joo Won-sshi lagi.

Yoon Seul berkeras dulu ia tidak setuju perjodohan dan sekarang ia sudah menemukan orang yang ditakdirkan untuknya, orang itu adalah Joo Won.
Joo Won : Aku mohon diri sekali ini lagi. Joo Won beranjak pergi.
Yoon Seul : Apa kau tidak pernah jatuh cinta pada pandangan pertama? aku yakin kau pernah. Jadi kau seharusnya tahu mengapa aku melakukan ini…

Joo Won : Meskipun kau tidak terlihat pintar, kau tidak tampak seperti orang yang mudah dibodohi pria. Jika ada pria yang berkata kalau ia jatuh cinta padamu pada pandangan pertama, pukul dia! Itu hanya alasannya untuk bisa tidur denganmu dan berhentilah membuang waktu.
Joo Won pergi.

Yoon Seul tidak percaya ini. Saat Yoon Seul akan keluar dari galery, tiba-tiba langkahnya terhenti. Oska berdiri di depannya. Semua pengunjung sudah ribut, itu Oska! Oska!
Yoon Seul : Sudah terlambat untuk saling menghindar, iya kan? Apa berat badanmu turun? Jika aku tahu kita akan bertemu seperti ini, aku akan berusaha tampil lebih cantik.

Tiba-tiba ada petugas membawa barang, maaf..
Yoon Seul refleks menggandeng Oska menghindar. Yoon Seul menutupi rasa gundahnya dengan berkata kalau Oska tidak seharusnya berdiri di dekat pintu masuk.
Oska : Bukankah kau di Amerika?
Seorang reporter datang, dan menyapa Oska, wah kau sudah datang..Yoon seul mengambil kesempatan untuk pergi. Oska tampak gundah dan reporter itu tanya jika masih ingin bicara..(dengan Seul)
Oska menolaknya dan berkata ah tidak perlu, aku justru senang ia pergi.

Joo Won ada di rumahnya dan ngobrol dengan ibunya. Ia tidak ingin dijodohkan dengan wanita yang hanya berdasar latar belakang keluarga. Ia ingin wanita yang bisa mengurus anak dan bisa jadi istri yang baik. Wajahnya?
Joo Won : Tentu saja harus cantik Ma!

Lalu mulai membayangkan Ra Im : Elegan, dengan rambut pendek, kulit agak gelap, tidak sering tersenyum, gampang marah, matanya yang sedikit sedih. Seseorang yang tidak bisa mengikuti kompetisi Miss Korea karena luka pisau.
Ibu Joo Won mengira Joo Won gila. Joo Won : Apa aku gila? Ibu, aku hanya mengatakannya, tapi meskipun aku gila, apa kau bisa tetap memberikan warisanku…
Klik.

Joo Won : Halo?..halo ibu?
Joo Won berteriak pada Ra Im imajinasi yang duduk di sampingnya, ini karena kau! Apa kau akan bertanggung jawab kalau aku bangkrut?
Ra Im imajinasi : Tanggung jawab apa?

Joo Won kaget : wow! dia bahkan sekarang bisa menjawab?
Joo Won : ini semua imajinasiku..imajinasi
Kim Soo Ha Mu, kura-kura dan bangau. 180.000 tahun Dong Bang Sak, chichikapo, sarisarisenta, wooriwoori, seprika..
Kim Soo Ha Mu, kura-kura dan bangau. 180.000 tahun Dong Bang Sak, chichikapo, sarisarisenta, wooriwoori, seprika..
hahahahaha….

Paginya, Ra Im siap akan latihan dan terngiang kata2 Joo Won. Ini akan meninggalkan bekas luka. Aku pikir kau tidak bisa ikut Miss Korea ..
Jong Soo memanggilnya. Ra Im bersiap. Tapi saat latihan, Ra Im tidak konsentrasi dan justru ingat kata2 Joo Won, bagaimana kau bisa terlihat cantik kalau kau marah? Dan Ra Im jatuh!

Jong Soo marah, apa kau tidak konsentrasi? Ra Im minta maaf.
Jong Soo : Apa karena luka di lenganmu? Jika bukan mengapa kau seperti ini?

Jong Soo menyuruh Ra Im mengawasi sekolah action selama 6 bulan. Tidak boleh syuting dulu. Lalu Jong Soo pergi. Ra Im teriak memanggil Jong soo tapi tidak digubris.

Ra Im duduk lesu dan salah satu sunbaenya datang membawa minum dan menghibur, sudahlah hitung saja istirahat. Sunbaenya berkata kalau ia menyukai anak yang punya banyak uang itu, dia punya reflek yang bagus.
Ra Im heran darimana kau tahu ia punya reflek bagus?
Sunbaenya berkata apa kau tidak lihat waktu ia bicara? Eh, apa kau menyeretnya keluar dan memukulinya?
Ra Im : Tentu tidak, apa aku gangster?
Sunbaenya yakin, pria banyak uang itu tertarik dengan Ra Im dan berusaha menelepon Joo Won.

Sunbae Ra Im meminta ponsel Ra Im dan melihat daftar telpnya : Ah young, Junghan sunbae, mesin cuci, Cham Mae Ya, Shim PD, 010, etc..ia mengeluh, kehidupanmu benar2..eh ini ‘6159’ apa ini pria yang pintar menghasilkan uang itu?
Ra Im panik, kau mau apa? dan ia berusaha merebut ponselnya kembali. Jangan sunbae! kembalikan!

Sementara di LOEl, Joo Won sedang meeting dan menerima laporan tentang kekacauan di VVIP Lounge. Joo won dengan dingin tanya pada asistennya, apa pegawai itu wanita? Asistennya mengiyakan.
Joo won : Apa kau kencan dengannya?
Asisten JW : Apa?
Joo Won : Kalau demikian mengapa tanya padaku hal yang sudah jelas? pecat dia!
Asisten-nya berusaha membujuk dan ponsel Joo Won bunyi, lalu Asistennya menyodorkan ponselnya.

Joo Won melihat ponselnya dan tidak percaya siapa yang menelepon. Halo? halo? Di seberang sana, Ra Im dan seniornya masih rebutan ponsel, oh! Ayo jawab!
Ra Im akhirnya menjawab dengan suara dibuat2 dan menyuruh Joo Won datang. Kau harus segera datang sebelum aku membuat tulang punggung ke-5 mu menjadi yang ke-6. aku tutup!

Joo Won bengong : Halo? halo?
Asistennya tanya siapa itu? siapa lagi??seru Joo Won, orang yang selalu muncul di manapun dan membuatku gila! Lalu ia mengendalikan diri, kuharap kau tidak akan pernah bertemu yang seperti itu seumur hidupmu.
Joo Won : Ngomong2, siapa yang tahu dimana tulang punggung ke-5 itu?

Anak buah Joo Won mengajukan konsep baru untuk ulang tahun ke 25 Dept Store, yaitu 4 hari 3 malam romantis bersama Oska. Tujuannya Jeju. CEO..
Joo Won : Ya..
Asistennya berbisik, apa kau sudah mendengar semuanya? Tapi Joo Won yang sedang melayang berkata, jalankan saja. Semua boleh pergi kecuali Manager Choi.

Joo Won minta Manager Choi menyiapkan dept store mereka menjadi lokasi syuting untuk drama atau film. Choi heran, bukankah kau membenci hal-hal seperti itu?
Joo Won berkata ia ingin menjadi sponsor film action dengan banyak pedang dan stunt.

Joo Won sampai ke sekolah action. Tapi terlambat karena ia melihat Ra Im pergi bersama para stuntman baru. Ra Im membawa mereka ke rumah abu.

Ra Im : Orang di depan kalian sekarang adalah Ji Jung Hyun sunbae, yang meninggal main film, th 2007. Dia adalah guru bagi kami semua, termasuk Direktur Im Jong Soo. Seperti yang kalian ketahui, pekerjaan kita tidak menghasilkan banyak uang ataupun ketenaran. Meskipun guru kita bisa memberikan kita kemampuan mereka, mereka tidak bisa memberikan uang ataupun kebanggaan.

Beberapa orang menyebut kita “extra”, beberapa menyebut kita “stunt”. Apapun yang mereka katakan kita adalah aktor, Action Actor. Kebanggaan itu adalah yang kita miliki. Tapi, kita bisa saja menjadi cacat atau bahkan kehilangan nyawa kita, karena kebanggaan ini. Jika kalian tidak yakin dengan panggilan kalian, lebih baik mundur sekarang. Kata-kataku mungkin terdengar ancaman bagi kalian, tapi ini keluar dari hatiku.

Ra Im : Apa kalian takut karena apa yang aku katakan pada kalian?
Stuntmen : Tidak!
Ra Im : Maka angkat kepala kalian. Baiklah, ingatlah kata-kataku sebagai senior dalam pikiran kalian. Baik, kita akan lihat seberapa kompetitifnya kalian!

Semua stunt bersemangat. Di atas..Joo won mendengar dan menyimak semua kata2 Ra im. Joo Won semakin terpesona dengan stuntwoman kita.

Ra im dan para stunt main volly sepak bola. Mereka menyundul dan menendang bola, melintasi jaring di tengah yang tidak terlalu tinggi. Mirip sepak takraw.

Bola keluar dan dihentikan oleh…Joo won! Ra Im tertegun dan minta salah satu stunt mengambil bola. Tapi Joo Won ingin bergaya dan mengembalikan bola dengan kakinya, justru ia terpelanting. Semua termasuk Ra Im tertawa geli.

Joo Won masih tidak ingin kehilangan muka dan menendang bola dengan keras…dan kena kepala Ra Im! Joo Won kaget ia tidak bermaksud mengenai Ra Im.

Ra Im menoleh marah. Para stunt mengelilingi seniornya, senbae-nim, kau tidak apa-apa?

Joo Won : Kenapa kepalamu ada di jalur bola? ha!

Ra Im jalan menginjak net! wow..dia memang keren. Dengan membawa bola ke arah Joo Won, perhatian!
Joo Won : Apa?
Ra Im : Perhatian! Ra im membanting bola ke arah Joo Won karena kesal. Dan menantang Joo Won duel volly sepak bola.

Tentu saja permainan berjalan tidak seimbang. Joo Won terus saja menghindari bola dan kalau menendang juga tidak pas.
Sampai Joo Won mendapat telp. Ia mengangkat telpnya dan membuat bola melayang ke arah rekan di belakangnya, kena tepat di hidungnya!

Joo Won melihat rekannya terluka dan berkata : apa kau tahu? wanita itu berbahaya, kau seharusnya menuntnya. Mengapa ini disebut bola? karena bisa digunakan untuk menyerang. (dia main2 dengan kata2 “gong”, bola yang punya suara sama dengan menyerang. Joo Won ini sepertinya suka main dengan kata-kata seperti Kim su ha moo…itu)

Ra Im mengumpulkan para stunt di lapangan sekolah dan minta mereka latihan 100 kali melompat dan 100 set latihan untuk badan bagian atas. Jika aku melihat kalian main-main..
Joo won : Laporkan dia!
Ra Im mendelik : Khususnya, jaga si “sparky training suit” ini dan pastikan ia latihan dengan benar. Agar kalian semua tidak perlu menderita karena satu orang.
Ra Im pergi. Joo won mengeluh, aish..ada salah paham, baju ini dari..dan ia akan menunjukkan labelnya tapi para stunt mana mau mengurus hal seperti itu dan mulai latihan.

Joo won menghentikan mereka dan menyuap mereka untuk pergi minum, semua ia yang bayar. Minum saja minuman yang paling enak. Tentu saja semua stuntmen pergi dengan sukses.

Ra Im turun dari atas dan heran, kenapa sepi. Mengapa kau disini?
Joo Won : Kenapa kau mencuci rambutmu?
Joo Won merentangkan kakinya untuk menutup jalan Ra Im tapi diatasi dengan mudah.

Joo Won masih merasa aneh dan ingin tahu, ini aneh, kau bisa saja hanya mencuci wajahmu tapi kenapa kau mencuci rambutmu? Biasanya wanita melakukan ini kalau ingin menarik perhatian pria.

Ra Im turun ke gym untuk memastikan dan benar saja mereka semua pergi. apa ini? kemana mereka semua?
Joo Won : Mereka pergi, aku mengusirnya. Karena kupikir kita perlu waktu sendiri.

Ra Im sudah tidak tahu lagi mau apa, apa kau sudah gila?
Joo Won ngaku kalau ia memang rada aneh akhir2 ini. Ra Im menyuruh Joo Won ke RS saja.

Joo won menyalahkan Ra Im atas kondisinya, kemarin kau akhirnya mengganti baju bernoda darahmu, tapi mulai hari ini kupikir kau akan menghantuiku dengan rambut basahmu. Mengapa?
Ra Im bingung, noda darah apa?

Joo Won : Kau tidak perlu tahu. Baiklah, aku akan tanya 2 hal. Kau harus jawab dengan jujur, ok? Apa kau lulusan universitas? di Seoul? di Propinsi? atau mungkin di LN?
Ra Im mendengus : Apa pertanyaan yang kedua?

Joo won: Dalam keluargamu, dan ini termasuk seluruh keluargamu, apa ada yang pantas untuk dikenal? Misalnya, kakek atau orang tua yang punya perusahaan, atau punya musium atas nama mereka? Atau universitas? sesuatu seperti itu?
(ini penghinaan untuk Ra Im, tapi sebenarnya Joo Won benar2 mulai suka dengan Ra Im dan tanpa sadar mempertimbangkan itu semua agar bisa di-acc maminya hehehe..itu memang cara berpikir putra dari 30 keluarga terkaya di Korea)

Ra Im tanya kau pasti punya asuransi kesehatan kan? Joo won masih tidak mengerti. Ra Im langsung membanting Joo Won! Beberapa kali malah. Jangan menangis! ini baru permulaan.

Joo Won melawan dan ia berhasil menjatuhkan Ra Im dan berada di atas Ra im. Bukan posisi yang menguntungkan hahaha…

Ra Im kaget, turun! Joo won tidak mau. Ia hanya ingin Ra im menjawab siapa nama orang tuanya. Apa itu sulit. Ra im tidak mau, apa perlunya kau tanya.
Joo Won masih menjelaskan, ada hal yang perlu kau tahu. baju ini mahal!
Ra Im : Kau benar2 maniak gila!

Tiba-tiba Ah Young menyerbu masuk sambil marah-marah, perempuan brengsek! Ia membawa dus berisi seragamnya. Lalu tertegun melihat keduanya. Ra Im cepat2 melepaskan diri dari Joo Won.
Ra im heran mengapa Ah Young datang. Ah young berkata ia sulit menghubungi ponsel Ra Im. Tapi apa proyek berikutnya melodrama?

Ra Im : Bukan! tapi siapa wanita brengsek itu?
Ah Young menjelaskan itu adalah costomer VVIP yang waktu itu (Seul). Dia ternyata mengadu pada CEO dan CEO langsung memecatnya. Ah Young membanting kardus isi seragamnya dan berkata akan balas dendam. CEO macam apa itu? Yang langsung main pecat karyawan hanya karena satu telp saja.

Joo Won melongok dan melihat kalau ternyata badge Ah Young adalah dari LOEL, jadi CEO itu aku ya..
Ah Young berkata ia akan menulis di forum dept store itu kalau CEO-nya adalah gay.

Joo Won kaget, apa gay?

Ra Im berkata ia akan mengunci gym dan menemani Ah Young menjelaskan pada kepala sekretaris. Ah Young merasa tidak perlu, percuma saja. Tapi Ra im sudah jalan keluar.

Tinggal Ah Young dan CEO Kim Joo Won. Joo Won berkata tentu saja ini tidak ada gunanya. Joo Won mengenalkan diri sebagai orang yang “membakar rumah” aku CEO brengsek yang kau bicarakan tadi.
Ah Young syok, jadi, kau adalah CE..kau sang CEO! ah benar..dia kelihatan gila dengan tracksuit jelek-nya…dan Ah young sadar orang di depannya memang CEO-nya.

Joo Won : Kau tahu kau cukup bertanggung jawab atas apa yang terjadi di lounge, karena kau tidak memperhatikan peraturan-nya.
Ah Young : tentu saja, aku tahu.

Joo Won minta Ah Young tidak mengatakan apapun pada Ra Im. Ah Young heran, mengapa?
Joo Won balik tanya, apa kau tidak pernah lihat film? orang suka memberi kejutan, ta da..!!
Ah Young tetap tidak mengerti, biasanya orang yang punya rahasia di film2 biasanya terbunuh (yeah spt Gun Wook ya..) atau mendapatkan kembali pekerjaan-nya (spt Ah young hehehe..)

Joo won : Hei kau tadi mengatakan aku ini gay dan brengsek.
Ah Young minta maaf dan berbalik memuji, kalau begitu kau seorang yang aristokrat, keren, dan sexy.
Joo Won : Siapa CEO brengsek yang bisa memecat karyawan sepertimu?
Ah Young : Tepat sekali.
(dua orang ini lucu sekali )
Akhirnya Joo Won bisa membuat Ah Young menyimpan rahasia dan membujuk Ra Im pergi minum.

Ra Im awalnya heran, tapi Ah young pintar membujuk dan akhirnya mereka bertiga ke pojangmacha dan minum2.

Ra Im dan Ah Young sangat menikmati hidangan. Tapi Joo Won justru kelihatan ketakutan. Ah Young heran, dan tanya pada bossnya, kenapa kau tidak makan?

Joo Won : Kenapa babi dikatakan babi? Karena seekor babi itu penuh dengan daging. Tapi kenapa kalian justru makan kulitnya (anju, teman minum soju) dan bukannya dagingnya?
Kedua gadis itu heran, kau belum pernah mencoba ini sebelumnya? Ini benar-benar enak.

Ah Young malah menambahkan Mak Chang (usus, atau isi perut)
Joo Won : Mak chang? maksudmu perut?
Joo won benar2 pusing.

Joo Won mengantar kedua gadis itu pulang. Ra Im mengancam, kau akan mati kalau telp lagi besok. Ah Young memarahi Ra Im dan Ra Im masuk.
Joo Won tertegun melihat apartemen keduanya. Kalian tinggal disini?

Ah Young membenarkan, sudah 4 tahun. Joo Won yang tidak pernah pergi ke tempat kecil jadi bengong. Apa kalian menyewanya?
Ah Young berkata uang sewanya 30 ribu won sebulan, itu kami bagi berdua. Jadi terima kasih karena mempekerjakan aku kembali. Ah Young masuk.

Joo Won masih tertegun melihat apartemen kedua gadis itu, dengan dinding retak disana-sini dan jendela ditutup triplek karena rusak.
Joo Won berkata sendiri : Kim Joo Won, kau gila. Gila.

Joo Won pulang dan membangunkan Oska, bangun! bangun!
Oska : aigoo..apa?
Joo Won tanya, apa Oska pernah kencan dengan wanita yang tinggal di rumah sewaan?
Oska berkata pernah, itu model yang namanya Park..siapa, ah pokoknya wanita yang kutemui di bulan Mei, dan seorang presenter. Dia tinggal di Kangnam, jadi menyewa rumah. Bulanan sekitar 3 atau 4 juta Won sebulan..

Joo Won : Bukan, tempat seperti itu, ini sekitar 30 ribu won, yang seperti itu.
Oska : 30 ribu won semalam? kamar hotel deluxe.
Joo Won : Bukan!
Oska : Lalu apa? gambarkan, agar aku bisa tahu apa maksudmu?
Joo Won : Kau tahu..seperti yang ditayangkan di National Geographic dimana ada lalat dan anak2 miskin..dan rumah2 seperti itu ada di latar belakang..?
Ah dua orang ini benar2 super kaya kali ya..tidak tahu ada kontrakan seperti itu.

Joo Won akhirnya tidak sabaran, karena Oska tidak juga mengerti. Joo Won akan pergi ketika Oska tanya apa mungkin kau..menemui Park Chae Rin?
Joo Won heran, dia tinggal di rumah sewaan juga?

Paginya, Direktur Im Jong Soo memanggil Ra Im dan memberinya pekerjaan sebagai stunt Park Chae Rin di sebuah mall.
Ra Im semangat dan pergi.

Ra Im bersiap dan Chae Rin menemuinya, dia berkata kalau dia hanya ingin Ra Im sebagai stuntnya. Chae Rin tanya apa Ra Im kenal Kim Joo Won?

Ra Im tidak merasa kenal karena memang selama ini tidak pernah tahu nama si training blink-blink. Chae Rin jadi lega dan berkata nanti kau harus lompat dari situ ke bawah, dan kau tahu, sutradara tidak suka pakai wire. Good luck!

Syuting mulai. Sutradara teriak, action! Ra Im lompat dan jatuh di matras, tapi sutradara tidak puas dan teriak NG!

Terus saja seperti itu. Action! NG! Sutradara bahkan memperagakan kalau Ra Im harus berpose seperti bangau di udara!

Sampai Ra Im kesakitan tapi sutradara terus mengulang. Ra Im tidak mengeluh dan terus saja minta maaf, bikin gemas. Sutradara mengeluh, aigoo..cut! cut! kita syuting disini waktunya terbatas.
Asistennya datang dan berkata kalau mereka mengijinkan kita syuting tanpa batasan waktu. sutradara heran dan senang, benarkah? Asistennya berkata itu perintah langsung dari CEO-nya. Ah itu dia orangnya! Asisten itu menunjuk ke satu arah..

yeah..korean suka dengan drama seperti ini ya..

Kim Joo Won, CEO, jalan dengan penuh percaya diri ke lokasi syuting. Hari ini tanpa jaket blink-blink-nya, tapi setelan jas lengkap dan rapi.

Joo won jalan langsung ke arah Ra Im yang melihatnya dengan tertegun. Tanpa menggubris Chae Rin dan sutradara.

Begitu dekat dengan Ra Im, sutradara langsung menyorongkan badannya, mendorong Ra Im ke samping dan memberi salam. Benar2 suatu kehormatan mendapatkan anda turun sendiri untuk menyaksikan syuting.
Joo Won : Aku sudah melihat dari awal dan aku sangat marah, aku tidak bisa diam saja.

Sutradara masih mengira ini pasti karena Ra Im tidak bisa menyelesaikan adegan sesuai keinginan-nya, ya..membuat film memang seperti itu. Tapi saya tidak tahu bagaimana berterima kasih karena mengijinkan kami menggunakan lokasi ini.

Joo Won menarik pergelangan tangan Ra Im.
Joo Won : Jika kau tidak tahu caranya, biar aku yang mengatakan-nya. Berhenti berteriak pada Gil Ra Im. Dan kau baru saja mendorongnya seperti ini, kau tidak boleh melakukannya. Dia bagaikan Kim Tae Hee dan Jeon Do Yeon bagiku. Aku adalah fan nona Gil Ra Im.

Joo Won memandang Ra Im dan tersenyum.
Sutradara syok dan menutup mulutnya. Rekan2 Ra Im kaget. Apalagi Ra Im.

Ra Im bingung memandang Joo Won.

Secret Garden episode 3

Joo Won menarik Ra Im dan mengumumkan pada semua kalau ia adalah fans Ra Im. Membuat sutradara syok. Rekan2 Ra Im juga melongo, Ra Im bingung sekali.

Joo Won meredakan suasana dengan mengundang semua kru dan casts untuk makan di resto dept store-nya. Sutradara dengan senang hati menyambutnya.

Para kru dan cast duduk dan mulai makan bersama. Ra Im duduk di sebelah sunbae-nya dan tidak makan apa-apa. Sunbaenya berbisik, sebenarnya ada apa ini? Ra Im tidak bisa menjawab, ia juga bingung.

Joo won dan sekretarisnya muncul dan memberi salam. Ayo, silahkan makan, makanlah dengan puas. Semua kru mengucapkan terima kasih.
Joo Won jalan ke arah Ra Im sambil berkata, aku tidak ingin mengganggu kalian, tapi aku ingin meminjam dia sebentar. Joo won berbicara sambil menarik tangan Ra Im. Ayo, kau makan denganku di kantorku lt.9.

Ra Im berusaha melepaskan diri, tapi Joo won jalan sambil menarik Ra Im. Rekan2nya bersorak. Joo Won senyum-senyum saja dan pergi. Park Chae Rin mendengus, seleranya terhadap wanita benar2 aneh. wanita itu sungguh penuh taktik. Tapi sunbae Ra Im menyindir, Park Chae Rin lebih penuh taktik.

Joo Won membawa Ra im ke atas, masuk ke kantor pribadinya. Ra Im tertegun melihatnya. Ada meja penuh hidangan enak dan mewah, lengkap dengan bunga dan lilin. Joo Won berkata ia tidak tahu apa yang disukai Ra Im dan ia tanya pada Ah Young, yang memberi saran untuk menyiapkan banyak hal. Jadi Joo Won menyiapkan ini.’
Ra Im akan duduk dan Joo Won menarikkan kursinya. Dengan sigap Ra Im menahan kursinya. Joo Won berkata, aku hanya akan menarikkan kursi bagimu. Ra Im menjawab dingin, kau lakukan untuk wanita lain saja.
Joo won : Aku tidak percaya, di usiamu ini, belum pernah ada orang yang menarikkan kursi untukmu?
Ra Im diam saja, ia duduk dan menarik nafas kesal.

Ra Im terganggu dengan lilin dll, ia berkata jika kau tidak akan berdoa, bisakah aku mematikan ini? Ra Im menggunakan sendok peraknya untuk mematikan lilin2. Membuat Joo won terbelalak.
Joo Won : Bukannya biasa makan dengan ditemani lilin?
Ra Im : Yang biasa bagiku adalah 3 kaleng bir dan buah sebagai teman minum. Kenapa kau tidak mengatakan-nya padaku?

Joo won mengambil korek dan menyalakan lilin lagi, lalu menjawab : Apa? oh kalau aku seorang CEO? Aku sudah mengatakan padamu sebelumnya kalau kau tidak seharusnya teriak padaku sebebas itu. Jujur, kau terkejut karena kau pikir aku ini pengangguran tapi akhirnya aku justru jauh dari yang kau perkirakan.
Tiba-tiba aku kelihatan berbeda sekarang heh? aku kelihatan lebih tampan, lebih tinggi. Ah..baju training itu pasti mahal (msh blom nyerah juga kawan ini hehe..khususnya tentang tracksuit bling2 nya itu), aku jadi tidak enak sekarang.

Ra im mengangguk saja. Dan ini memicu kemarahan Joo Won. Apa itu? Jika kau setuju begitu saja dengan pendapat seorang pria dalam situasi seperti ini, ini memalukan!

Ra Im : Aku kira, kau bilang kalau aku cantik saat marah. Aku mencoba tidak akan marah mulai sekarang. Jadi jangan melakukan hal seperti ini lagi dan jangan muncul di sekolah action lagi, ini bukan tempat untuk pria yang sedang bosan seperti dirimu.
Ra Im berdiri dan jalan pergi.

Ra Im turun dan kembali ke resto tempat para kru makan. Ternyata sudah selesai dan semua sudah pergi. Tinggal staf dan pelayan yang sedang membersihkan meja. Ra Im duduk saja di sembarang meja yang masih belum dibereskan.

Manajer resto mendekat dan minta Ra Im pindah ke meja yang masih kosong. Tapi Ra Im menolak, ia juga bagian dari para kru tadi dan ia minta nasi semangkuk saja. Manajer resto bingung.
Joo Won menyusul turun dan memerintah untuk tidak memberikannya pada Ra Im. Ra Im berkeras dan berkata, tidak apa, berikan saja padaku. Joo Won memberi tanda agar manajer pergi saja. Anak buahnya mengerti dan pergi.

Ra Im kesal dan mengambil mangkuk nasi di sampingnya yang masih isi sekitar 3/4. Ia mengambil sumpit dan akan mulai makan. Joo Won merampas sumpit Ra im dan membuangnya.

Joo Won : Apa yang kau lakukan? Aku tidak mengerti kelakuanmu. Bantu aku untuk mengerti (situasi ini).
Ra Im : Bagiku, ini sudah pas.(nyaman)
Joo Won tidak mengerti, apa yang salah dengan yang diatas? Lilin? Anggur? menarikkan kursi untukmu?
Ra Im : Semuanya. Ketiga-tiganya.

Ra Im menarik uang dari kantungnya, 40 ribu won dan meletakkan semuanya di meja. Ini semua yang kumiliki. 20 ribu untuk biaya RS, 20 ribu lagi untuk makanan-nya. Aku tahu makanan ini jauh lebih mahal tapi karena aku tidak memakan-nya, anggap saja impas. Jadi tidak ada alasan lagi bagi kita. (untuk bertemu)
Ra Im bangun dan jalan pergi.

Joo Won menahannya, Ini berlebihan, aku hanya ingin kau tidak meminta maaf dengan begitu gampang.

Ada flashback, Joo Won bersama sekretarisnya mengamati syuting Ra Im dan bagaimana Ra Im selalu minta maaf pada sutradara yang memperlakukannya dengan tidak fair.

Ra Im : Apa salahnya mengatakan “aku minta maaf?” aku bisa mengatakan itu ratusan kali lebih. Karena bersyukur dengan kesempatan yang kudapatkan, aku bisa mengatakan aku minta maaf sepanjang hari.

Begitulah aku mendapatkan penghasilan, tapi sekarang karena kau. Aku harus mendengar orang2 berkata ada orang kuat yang mem-backing-ku. Berapa banyak lagi aku harus mengatakannya sekarang? Apakah hidup ini bagaikan dongeng untukmu? Apa kau pikir dunia nyata ini selalu ada anggur, lilin dan bunga ? (anggur= kesenangan, lilin = kemewahan/kemegahan, bunga = keindahan)
Ini peringatan terakhir, jangan muncul di depanku lagi! Ra Im pergi.

Meninggalkan Joo Won yang melihat ke arah 40 ribu won-nya di meja.

Ra Im kembali ke lokasi syuting dan kali ini Sutradara baik sekali dan ramah pada Ra Im (money talks). Sutradara berkata lokasi syuting belum siap dan Ra Im tidak perlu syuting, ia justru minta Chae Rin saja yang melakukan sendiri.

Chae Rin tidak mau, mengapa aku harus melakukannya? Aku takut ketinggingan.
Sutradara justru minta Ra Im duduk saja di sampingnya dan melihat monitor. Chae Rin tidak percaya ini.

Chae Rin langsung mendatangi Ra Im, waktu aku tanya padamu tadi, apa katamu? siapa Kim Joo Won?
Ra Im : Kami tidak pernah menanyakan nama.
Chae Rin : Kau becanda ya? Sekarang aku tanya lagi, apa hubungan kalian?
Ra Im : Tapi Park Chae Rin, kenapa kau terus saja berbicara merendahkan padaku? Apa urusanmu dengan hubungan kami? Apa aku alasan untuk menjawabnya?
Chae Rin : Tidak.
Ra Im : Aku kira juga tidak.

Sunbae Ra Im lapor pada Direktur Im Jong Soo tentang apa yang terjadi antara si “aku pintar mencari uang” dan Ra Im. Dari mulai sebagai fan, memberi kelonggaran waktu syuting sampai mentraktir makan semua kru dan casts.

Ra Im masuk : Saya kembali.
Sunbaenya langsung memberi selamat, Gil Ra Im kau baru saja mendapatkan lotere. Hidup hanya sekali dan apa kau akan berhenti jadi stunt?
Ra Im kesal, apa maksudmu berhenti? Tidak ada apa-apa antara pria itu dan aku.
Ra Im marah dan keluar, tali tasnya putus dan tas Ra Im jatuh ke lantai.

Sunbaenya berkata, beli yang baru lagi saja, tidak mahal kan? Pergi dan ambil satu dari dept. store si “aku pintar mencari uang” itu.
Ra Im membentak : Sunbae-nim!

Direktur Im Jong Soo diam saja tapi bukannya tidak terpengaruh.

Ia pergi latihan panjat tebing dan ia ingat semua kejadian antara Ra Im dan Kim Joo Won di sekolah action.
Ia melihat ketika Joo Won menarik Ra Im dan membuka paksa jaketnya hanya untuk melihat bekas luka di lengan Ra Im.

Jong soo tidak konsentrasi dan kakinya terpeleset, Jong Soo melepaskan pegangan-nya dan hanya berayun-ayun dengan mengandalkan tali pengaman saja. Jealous mode-on.

Oska sedang melakukan pemotretan bersama beberapa model dan rambutnya diatur seperti singa hehe..

Setelah selesai, Oska mengedit foto2nya bersama photografer dan Ia dengar berita tentang Seul dan ia kesal, hei apa kita akan pemotretan atau tidak.
Lalu manajernya telp. Hyung, begini…aku sedang ada di LOEL Dept. Store untuk persetujuan dan ada sesuatu yang aneh. Aku akan potret dan kukirimkan padamu ya, kau harus melihatnya.

Oska heran, apa itu? halo? hei!
Oska menerima mms poster yang dipasang Joo Won di LOEL, Romantic trip bersama Oska.

Oska jelas marah besar, ia sama sekali tidak tahu apapun mengenai itu dan ia tidak mau melakukan perjalanan seperti itu. Ia tahu persis siapa yang harus diminta pertanggung jawaban-nya.

Joo Won merenung di ruang duduk istananya. Sambil mendengar alunan piano Chopin. Uang 40 ribu won itu ada di mejanya dan ia memandangi uang itu.
Oska datang, marah-marah, hei! Kenapa kau tidak menjawab telpku? Berapa kali aku telp?

Joo won : Aku tidak tahu, orang yang telp-lah yang tahu.

Oska kesal, ia mengambil remote dan mematikan musik. Joo Won protes, tapi Oska tidak peduli, apa ini? Ia menunjukkan poster romantic tripnya dari ponsel. “Romantic trip bersama Oska” bagaimana Oska bisa tidak tahu masalah ini?

Joo won : Kau seharusnya mengganti managermu, itu sudah ada di sana 3 hari lebih.
Oska kaget, apa? sudah 3 hari?
Joo Won : Kau cukup populer, apa kau tahu betapa besar dept. store kita harus berterima kasih padamu, kakak bintang Hallyu-ku?

Oska marah, kau pikir aku akan melakukan ini?
Joo Won : Aku kira kau tidak akan melakukannya.
Oska : ya, kau tahu itu! aku tidak akan melakukannya. Langkahi dulu mayatku! Aku akan memastikan kalau aku tidak akan melakukannya!
Joo Won : Jangan cemas, kau akan melakukannya. Sekarang pergi. syuh..syuh..dan Joo Won mengusir Oska dengan kakinya hehehe…

Manager dan asisten Oska juga pusing dengan poster itu. Oska datang dan managernya marah-marah, apa kau gila? Apa ini?
Oska : Ya, aku juga baru tahu.
Manager : Kau baru tahu? Jadi ini seminggu setelah syuting MV?

Oska : Kalau begitu kita jadwal ulang saja MV-nya.
Managernya kesal, apa kau mau mati? Kau harus syuting MV-nya, Sutradanya sudah ada di Thailand! Giliran Oska yang kaget, kau dapat sutradara? wah berarti aku tidak terlalu menyebalkan seperti yang kukira…jika masih ada sutradara yang mau kerja sama denganku.

Oska tertarik dengan penyanyi baru yang ia lihat di bar exclusive ep 1 dan ia ingin membesarkan anak itu (dengan kata lain dibina, jika bintang baru itu sukses, maka Oska juga sukses. seperti talent gitu lah). Managernya tidak setuju, bekerjalah dengan bakatmu sendiri, bakatmu sendiri! Siapa yang akan kau bina sekarang? Lupakan saja!
Oska tetap ingin asisten-nya mencari anak itu. Karena dalam satu interview, Oska sudah membual kalau ia sedang membina satu bintang dan beritanya menjadi besar di internet. Jadi, temukan dia, dia penyanyi di Klub di Cheongdam-dong.

Oska mendapat telp dari seorang wanita dan malamnya, mereka kencan di kediaman Oska.

Namanya Eun sol. Oska merayunya, bagaimana dengan musik lembut dan tempat tidur lembut yang nyaman…tapi, bagaimana rasanya menjadi lebih cantik dari bunga mawar?

Eun sol : Oppa kau bohong, apa kau pikir aku benar2 lebih cantik daripada bunga mawar?
Ketika keduanya sedang asyik, Joo Won masuk. Eun sol kaget, siapa itu?

Joo Won : Maaf mengganggu, tapi aku ingin tanya sesuatu padamu.
Oska kesal, kalau tentang perjalanan romantis itu, aku tidak akan pergi.

Joo won meyakinkan bukan tentang itu, apa kau ingat rumah yang kukatakan padamu dulu, yang seperti di acara National Geographic? Gil Ra Im tinggal di rumah seperti itu.
Oska : Kau sepertinya tidak bisa kalau tidak menyebutkan nama itu.

Joo Won : Kupikir latar belakang pendidikannya juga tidak bagus, dan pilihan kata-katanya benar2 sangat buruk. Dan ia juga suka menggunakan kekerasan. Apa kau pernah kencan dengan wanita seperti itu?

Oska : Ya, tentu saja, ia mirip Park Chae Rin sebelum karirnya melejit, mengapa? paling tidak Gil Ra Im lebih keren.

Joo won : Apa kau melakukan sesuatu sehingga kau dipukul oleh wanita tapi itu membuatmu merasa enak?
Oska bingung dan mulai berpikir aneh2 : Apa?

Joo Won : Perasaan seperti “aku bisa mulai terbiasa dengan ini.” Ada sedikit harapan dan sensasi aneh?
Oska sudah melenceng pikirannya : Whoa! itulah mengapa pria berpendidikan adalah yang terburuk. Lalu bagaimana dengan senjata? Apa kau suka senjata? Apa kau menggunakan borgol? (tuh kan Oska pikirannya kacau…)
Joo Won kaget, bukan hal yang seperti itu!

Joo won kesal, aku akan pergi. Lakukan saja apa yang kalian tadi lakukan. Tapi Joo won tidak ingin pergi begitu saja sebelum membuat Oska jengkel, ia berbalik dan menunjuk baju Eun Sol, bukankah Park Chae Rin dulu mengenakan baju itu juga?

Eun Sol tidak terima. Oska menghiburnya, tidak, dia salah lihat. Chae rin mengenakan bajuku. gubrak! Oska langsung menggigit jarinya karena kelepasan bicara.

Joo won kembali dan memikirkan Ra Im.

Paginya, Direktur sekolah action, Im Jong Soo menemui Joo Won di kantornya. Jong soo masuk dan keduanya saling berpandangan. Jong soo membuka percakapan dengan berkata kalau setelan jas itu jauh lebih cocok daripada training bling2 itu.
Joo won : Tapi bukannya baju training itu tidak cocok untuk-ku, apa yang membawamu kesini?
Jong Soo : Kau sepertinya tidak suka melihatku.
Joo Won : Apa kita sangat dekat sehingga akan gembira kalau bertemu?

Jong soo berkata meskipun demikian, tapi Joo Won seharusnya tidak sedingin ini padanya, ketika kau muncul di sekolahku tanpa resume, aku tidak melakukan itu.
Jong Soo tahu Joo Won tidak suka dengan kehadirannya, maka Jong Soo langsung pada poinnya, aku dengar kau mentraktir anak buahku, aku pikir aku harus mengucapkan terima kasih padamu.

Joo Won : Aku tidak melakukannya hanya untuk anak buahmu, kau tidak perlu berterima kasih.
Jong Soo : Aku berterima kasih, tapi kuharap kau tidak melakukannya lagi.
Joo Won : Hanya mentraktir makan siang satu kali, berapa banyak aku harus menerima penghinaan lagi? Apa kalian para stunt selalu bereaksi seperti ini kalau diperlakukan dengan baik? Atau kau mengajari mereka seperti itu?

Jong Soo tanya apa Joo Won akan terus datang ke sekolah actionnya? Joo won berkata ia tidak punya alasan untuk datang ke sana.
Jong soo : Anak buahku agak kasar.
Joo Won : Aku juga tidak selembut itu, aku punya otot juga.

Jong Soo menegaskan, aku tidak tahu kalau kau tahu tapi Gil Ra Im adalah stunt berbakat dan dia baik2 saja di jalannya, jadi jangan mencampuri jalannya.
Joo Won menyanggupi, ia juga hanya berniat membantu. Kau juga jangan mencampuriku.

Jong soo pergi dan ketika di luar, ia melihat tas. Sepertinya Jong Soo ingin beli untuk Ra Im.

Seul juga mengunjungi Oska dan manager Oska kesal padanya. Bagaimana kau bisa datang kesini? Kau seharusnya tidak perlu datang kesini.
Yoon Seul beralasan ia tidak mengunjungi Woo Young oppa, tapi datang untuk Kim Joo Won.

Manager Oska heran, Joo won? Seul hanya berkata kita bicarakan lagi nanti. Manager Oska berkata sebaiknya Seul tidak perlu jadi sutradara MV Oska, mereka sudah mendapat sutradara yang baru.

Seul marah dan menelepon rekannya, PD Park, Yoon Seul tanya, apa Park masih menginginkan tasnya? Seul akan memberikannya untuk Park. Tapi Seul ingin tahu informasi siapa sutradara yang mengurus MV Oska.

Seul sekalian mampir sambil mengamati “istana” Joo Won. Joo won datang dan parkir, ia sebal melihat Seul.
Yoon Seul : Kau terkejut kan (melihatku disini) ?
Joo Won pura-pura terkejut : Oh! my God!
Seul tidak terpengaruh dengan sarkastisme-nya Joo Won.

Seul : Itulah mengapa kau sering disebut pria brengsek. Kau tidak tahu? Latar belakang, wajah, gaya bercanda, dan bahkan kepribadianmu..semuanya sangat sempurna, orang akan merasa..bisakah aku mengatakannya terintimidasi?

Joo won : Ah dan aku tidak bisa pergi dan menemui setiap orang dan minta maaf. Tapi apa yang kau lakukan disini?
Seul : Menemui Manager Choi, untuk urusan pekerjaan. Dan aku dengar kau tinggal di dekat sini juga. Kalau aku tidak tahu tidak masalah, tapi karena aku tahu, tidak sopan jika tidak mampir.

Yoon Seul : Apa kau sibuk hari ini?
Joo Won : Tidak, aku bebas.
Yoon Seul senang, oh itu bagus, aku juga bebas hari ini.
Joo Won : Oh begitu…yah selamat menikmati hari liburmu.

Joo Won pergi. Seul tidak percaya ini, apa aku memilih orang yang terlalu muda? Apa dia punya sepupu yang lain lagi?

Joo won terus saja memandangi uang 40 ribu won dari Ra Im dan mondar mandir sambil merenung. Akhirnya ia menelepon Dokter Lee, psikiaternya.
Joo Won : Ini aku, apa kau tahu wanita yang mendapat jahitan di lengannya malam itu? Apa kau bisa menuliskan bon-nya?

Dr. Lee : Apa? bon-nya? Apa kau pikir hanya untuk menuliskan bon-mu maka aku sekolah kedokteran selama 6 tahun dan internis 4 tahun dan juga residensi/hospitality selama 4 tahun lalu kerja selama 10 tahun? Telp administrasi RS itu.
Joo Won : Jika kau seperti itu kepalaku sakit.
Dr. Lee : Mengapa kau perlu bon? bukankah dia wanita yang tidak kau kenal?
Joo Won : Justru karena tidak kenal, maka aku harus mengenalnya. Aku di rumah, jadi kirimkan segera dengan kurir.

Dokter Lee kesal, apa aku asistenmu? Aku akan kembali ke RS dalam 10 menit, jika kau perlu, datang saja ambil sendiri. Lalu Lee menutup telpnya. Ia bergumam : Dia pasti sedang kencan..

Ra Im jalan menuju halte bus, ia duduk menunggu bis dan teringat kata2 Joo Won, bagiku, dia adalah Kim Tae Hee dan Jeon do Yeon. Lalu ia melihat poster Jeon Do Yeon dalam satu iklan kosmetik di halte bis. Ra Im lalu menirukan pose Jeon dan tersenyum.

Ra Im merasa ini konyol dan ia menunduk dan berkata “maafkan aku” pada poster itu.

Joo won muncul lagi di sekolah action, kali ini mengenakan training leopard ke-emasan. Aku curiga, apa Joo won investasi di jaket training ini, sampai rela pakai jaket aneh bin ajaib hehehe
Ra Im sedang jalan ke arah lokernya dan ia menoleh, lalu terperanjat melihat Joo won.

Joo Won : Kau pura2 manis…mengapa terkejut? Apa kau lihat hantu?
Ra Im tidak percaya, apa yang kukatakan kemarin tidak ada artinya? Aku bilang jangan muncul di depanku lagi.

Joo won berkata Ra Im berlebihan, ia tidak datang karena Ra Im tapi hanya untuk mengambil uang. Bon RS-mu ternyata 45 ribu won, dan karena kau tidak makan, aku tidak akan menagih uangnya. Aku orang yang cukup perhitungan dengan hal-hal seperti itu. Kepribadianku setajam pisau. Jadi berikan yang 5000 Won lagi.

Ra Im mengambil dompetnya dan mengambil uang, ia mengulurkan 3000 Won, aku akan memberikan sisa 2000 won lagi nanti.
Joo Won : Nanti kapan?
Ra Im : Kalau aku pulang!

Joo Won alasan ia tidak punya banyak waktu luang, berikan padaku sekarang. Apa aku minta 2 juta Won atau 20 juta? Berikan saja 2000 wonku.
Ra Im kesal dan ia membanting pintu loker, tapi tidak bisa tertutup karena isinya banyak. Ra im pergi begitu saja.

Joo Won teriak hei kau mau kemana? kita belum membuat surat perjanjian.

Lalu Joo Won mengamati loker Ra Im. Ada foto Ra Im dengan pria paruh baya, mungkin ayahnya, Ayahnya seorang pemadam kebakaran. Joo Won mengamati dan berkata ah dia menuruni ibunya, lalu mengambil foto dengan ponselnya.

Joo Won juga memotret foto close up Ra Im yang sedang senyum. Lalu Joo Won menemukan foto poster Oska bersama seorang model dan Ra Im mengganti wajah model itu dengan wajahnya sendiri (tipikal tingkah laku fan-girl).

Joo Won tiba-tiba jadi marah dan ia meremas foto itu. Joo Won mengamati loker Ra Im, ada sarung tinju, buku2 catatan, kosmetik, perban, dll. Isinya banyak dan amburadul.

Ada yang aneh..tiba-tiba wajah ayah Ra Im dalam foto berubah, menjadi cemberut hahaha..awalnya aku pikir aku mulai halusinasi kaya Joo Won ^_^

Ra Im melatih para stunt sit up dan Joo won masih belum mau pergi juga. Ra Im kesal, apa yang kau lakukan?
Joo Won ingin ikut latihan juga. Salah seorang stunt mendekat dan siap untuk memegangi kaki Joo Won tapiJoo Won mengusirnya, pergi! pergi!

Ra Im : siap?
Stunts : Ya!

Joo Won protes, dia tidak punya partner. Ia bahkan berkata Ra Im memperlakukan-nya tidak adil (siapa yang ngusir pria tadi coba?). Atau jika kau tidak mau menghadapi ini, berikan 2000 wonku.
Ra Im marah dan langsung memegang kaki Joo Won untuk membuatnya diam, tapi Joo Won hanya menarik badan sedikit saja.
Ra Im : Lakukan dengan benar.
Joo Won : Kau mungkin menyesal kalau aku melakukan dengan benar.

Benar saja, saat Ra Im memegang kaki Joo won dan Joo won mulai sit up, setiap kali Joo Won duduk, wajahnya dekat sekali dengan wajah Ra Im.

Setiap kali Joo Won melakukannya, Ra Im mengalihkan pandangan dari Joo won dan Joo won sengaja memandang Ra Im tajam. Semua stunt jadi tidak latihan dengan benar dan justru melihat kedua orang ini.

Joo Won bahkan menggoda Ra Im, Gil Ra Im, umur berapa kau ketika mulai jadi cantik? Sejak tahun kemarin?
Ra Im tidak tahan lagi dan ia berdiri. Joo won tersenyum manis, aku tadi cuma bercanda.

Ra Im mendelik dan menendang tulang kering Joo Won. Joo won mengeluh kesakitan. Ra Im tanya, kenapa? apa itu sakit? aku juga cuma bercanda.
Ra Im membubarkan para stunt untuk istirahat 10 menit. Joo won bangun dan mengikuti Ra Im, aku tidak akan melepaskanmu kali ini!

Ra Im naik ke atap sekolah, dan minum air untuk menenangkan diri. Joo Won mengikutinya sambil pincang. Aku benar2 marah sekarang.

Ra Im membalas, apa aku kelihatan senang? Tutupku juga terbuka lebar sekarang. (Ini ungkapan biasa untuk menggambarkan kalau ia sedang marah, bayangkan ini, kepala orang yang terbuka dan keluar asap mengepul dari dalamnya karena terlalu marah, tapi ungkapan ini tidak cocok diucapkan para gadis.)

Joo won protes, lagi, lagi, kau pikir kau ini apa? rice-cooker? Kenapa kau menggunakan bahasa yang kasar?

Ra Im : Itu yang paling manis yang bisa aku lakukan, karena kau adalah presiden dari perusahaan besar. Aku bisa mengatakan yang lebih parah. Kau tidak menyukainya, kan? Lalu kenapa kau terus saja disini, kenapa kau muncul terus? Apa alasanmu? Apa mungkin kau menyukaiku? Apa kau suka padaku?

Joo won tidak mau mengaku dan mengatakan hal yang sebenarnya adalah untuk meyakinkan dirinya sendiri: Apa aku terlihat segila itu? (yeah..) atau aku terlihat seperti orang bego? Apa kau pernah melihat pria sepertiku yang suka dengan gadis seperti dirimu? Apa kau pikir itu masuk akal? aku pikir kau sedang berkhayal, jadi biar aku jelaskan.

Tumpukan foto dari para gadis yang terpelajar, cantik, dari keluarga terpandang yang antri dan ingin menikah denganku bisa dibuat bangunan. Tapi kau tidak memiliki keluarga, pendidikan, keahlian, usia yang sesuai untukku. Atau kau punya? tidak kan?

Ra Im : Lalu mengapa kau mengikutiku?
Joo won : Kenapa kau tanya padaku?
Ra Im : Lalu aku harus tanya pada siapa?

Joo won : Tanyakan dirimu sendiri. Kau terus saja muncul dalam pikiranku, jadi apa yang bisa kulakukan? meskipun aku tidak melihatmu, sepertinya kau ada bersamaku, jadi apa yang harus kulakukan?

Joo Won : Kim su han mu..bla..bla (hahahaha…) Aku mengatakan itu setiap malam, apa kau tahu seberapa buruknya untuk-ku melakukan ini? Apa yang sudah kau lakukan padaku? Mengapa aku diantara semua orang?

Ra Im tidak mengerti, apa?

Joo Won semakin frustrasi, kau tutup telp kapanpun kau mau, kau marah kalau aku muncul, kau jadi semakin marah kalau aku mencoba mentraktirmu makan siang. Dan kau bahkan memukulku! Kau benar2 wanita yang aneh. Tapi itu masalahnya, kau sangat aneh, jadi aku merasa kau sangat mengganggu dan mengherankan. Jadi sekarang, aku benar2 gila. Aku tidak akan datang kesini. Aku pergi.

Datang dan bawa uang 2000 wonku sendiri. Aku akan mengatakan (sms) lokasinya padamu nanti, Bye. (amit2 gara2 20 ribu rp hahaha..ini cara konglomerat ngajak kencan)

Ra Im tertegun dan speechless.

Oska sedang latihan dance. Asisten-nya masuk dan Oska tanya apa kau menemukannya?
Asisten-nya tanya, maksudmu Han Tae sun?
Oska : Oh jadi namanya Han Tae Sun

Oska langsung semangat dan tanya apa dia langsung bersedia membuat kontrak? Asisten-nya berkata orang itu bahkan tidak tahu siapa Oska.
Oska marah : Apa? dia tidak tahu siapa aku? Apa dia dari Korea Utara? (bwa hahaha…Oska ini bintang Hallyu yang sudah lama jadi anak2 sekarang dan pendatang baru tidak kenal dia)

Oska ingin bicara dengan Tae sun langsung. Asisten-nya berkata Tae Sun tidak terlalu tertarik menjadi peliharaan selebriti.
Oska : Apa maksudnya?

Oska bicara dengan Tae Sun, apa kau Han Tae sun? Apa maksudmu siapa aku? Aku Oska!
Tae sun tidak tertarik, lalu kenapa kalau kau Oska? Jika kau ingin ketemu denganku, kirim musikmu dulu, itu adalah aturan yang benar.
Tae Sun menutup telp.

Oska tidak terima dan telp lagi, kau ini jual mahal ya?

Tae sun : Apa kau tidak mengerti bahasa Korea? apa aku minta kau kirim uang? kirim musikmu dulu-dasar idiot. Jika kau tidak percaya diri maka pergi saja. (Klik!)

Oska masih tidak terima dan telp lagi, Halo? sudah lama aku tidak ketemu orang yang bisa melawanku, ya..dengar ya, mulai sekarang dengar baik-baik. Aku akan menunjukkan padamu siapa diriku!
Dan lewat telp itu, Oska menyanyi…asisten-nya menundukkan kepala karena malu. (oh berarti saudara sepupu sama freak-nya hahaha I love Yoon Sang Hyun ^_^)

Di seberang sana Tae Sun sebenarnya sedang butuh uang, ia menjual keyboardnya dan pemilik toko memberinya uang. Tae Sun tanya dengan pekerja di dekatnya, apa kau tahu Oska? Pekerja itu langsung semangat, Oska penyanyi? dia mendengar suara Oska dari ponsel Tae sun dan gembira sekali.
Oska sudah menyelesaikan nyanyinya : Apa kau dengar tadi? Jujurlah, apa kau terkejut?
Gadis itu langsung menjawab iya! lagi! lagi!

Asisten Oska merampas ponsel Oska, apa kau harus melakukan ini? memalukan!
Oska murka, kau benar, aku tidak seharusnya melakukan ini, siapkan mobil, aku akan membunuhnya! ayo! kenapa kau tidak pergi?

Di apartemen Ra Im, Ah Young siap-siap akan pergi kencan buta. Ah Young mengenakan baju dengan model scarf senada menutupi lehernya. Ra Im heran, apa kau nanti tidak akan keringatan? Tapi Ah Young berkata pria menyukainya jika kau sembunyikan sedikit seperti ini. Dah!
Ra Im mengingatkan Ah young : Jangan minum terlalu banyak! Awas kalau kau pulang di punggung seseorang! (jangan mabuk sampai harus di gendong)

Ah young sampai ke tujuan dan ia terkejut ketika bertemu dengan Sekretaris Joo won, Sekretaris Kim. Kenapa kau disini, sekretaris Kim?
Ternyata Kim yang jadi kencan Ah Young. Keduanya duduk dan Sekretaris Kim meniru gaya bossnya untuk membuat Ah Young terkesan. Sampai ia bilang sudah 5 tahun ini ia mengamati Ah Young.

Ah Young justru marah dan menuduh Sekretaris Kim menguntitnya selama 5 tahun. Ah Young berdiri dan akan pergi. Tapi ketika akan keluar, ia dikejutkan dengan beberapa pria yang berdiri membawa kembang api dan berseru selamat! selamat! Ah Young!

Lalu Sekretaris Kim muncul membawa taart dengan kembang api dan tulisan : 5 tahun bekerja.
Kim : Selamat untuk 5 tahun bekerja. Nada suara dan ekspresi wajahnya berubah 180 derajat dari yang sebelumnya, menjadi manis dan ramah saat membawa kue. Jelas Kim naksir Ah Young hehehe..
Ah Young terperangah : sekretaris Kim..

Sementara itu, Ra Im menunggu sms Joo won dan ia benar2 gelisah, sepertinya hati Ra Im mulai melunak. Joo Won akhirnya mengirim sms agar Ra Im menemuinya.
Ra Im tiba di klub ekslusif itu dan beberapa gadis melihatnya dengan pandangan aneh. Gadis2 itu juga melihat Joo won dan berseru, bukankah itu Kim Joo Won? wah dia tampan sekali! (gadis2 kelas atas biasanya saling tahu bachelor top di kelas mereka, beda dengan Ra Im yang sama sekali tidak kenal Joo Won dulu)

Ra Im mendatangi Joo won : Apa ini tidak berlebihan hanya untuk mengambil 2000 won?
Joo won terganggu dengan scarf di leher Ra Im : Apa kau …melukai lehermu? Apa kau mencoba menghentikan pendarahannya? (padahal Ra Im memakai scarf karena kata Ah Young pria menyukainya, sigh…)
Ra Im langsung melepas scarf itu dan berkata akan pergi ke kamar mandi, ia meninggalkan tasnya di meja.

Joo Won melihat Ra Im pergi dan tersenyum, tapi senyumnya lenyap seketika waktu lihat tas Ra Im dengan peniti untuk menahan talinya. Joo won teringat lagi, apartemen Ra Im yang reyot, jendela yang diplester, dan loker Ra im yang berantakan. Wajah Joo won jadi aneh.

Ra Im kembali lagi dan duduk, Aku tidak tahu apa minuman kesukaanmu, tapi aku bisa membelikan bir satu atau dua kaleng. Karena aku harus minta maaf padamu untuk beberapa hal. Ra Im menunduk karena malu, tapi Joo won diam saja, lalu Ra im mengangkat mukanya, kau tidak suka bir?

Joo Won : Untuk pertama kalinya dalam hidupku, aku pikir aku bertemu wanita yang tidak bisa kuatasi. Apakah keluarganya bisa mendukung perusahaanku, apa dia bisa memberikan gen yang baik untuk anak-anakku, diluar itu, ini mungkin ini pertama kalinya aku ingin tahu berapa harga tas seperti ini?

Ra Im bingung, apa maksudmu..? Lalu Ra Im sadar apa maksudnya dan ia segera meraih tasnya dan menyembunyikannya di bawah meja.
Joo Won : Jika kau mempertimbangkan sedikit untuk aku, sebelum kau datang kesini kau seharusnya melihat lagi dirimu paling tidak sekali. Aku tidak benar2 memintamu datang kesini hanya untuk 2000 won itu, kau tahu.

Ra Im hanya memandang Joo Won dan Joo Won meneruskan, kau tidak bisa menyembunyikan tas itu dari pandanganku? Kau tidak punya tas yang tidak robek? kau tidak punya waktu? Itu tidak bisa dihindari? Atau..Joo Won berhenti sejenak, sementara Ra Im menahan malu dan juga marah, Kau bahkan tidak punya uang untuk membeli tas?

Ra Im membuang muka menahan emosinya. Joo Won : Jawab aku. Apa aku benar2 menggunakan alasan uang 2000 Won untuk merayu wanita yang bahkan tidak bisa membeli tas yang pantas?

Ra Im menahan marah dan sakit hati : Aku pikir kau sudah salah paham, tapi tujuanku datang ke sini hanya untuk ini! Ra im mengambil uang 1000 won 2 lembar dan membantingnya di meja, lalu pergi.

Di luar klub, Oska menyuruh asistennya untuk memanggil Tae sun keluar. Ra im jalan keluar dan keduanya bertemu. Huh? Gil Ra Im?
Oska berkata ia berharap bertemu Ra Im lagi, apa yang membuatmu kesini?

Joo Won keluar dan wajahnya masih kesal. Ia melihat Ra Im dan Oska.

Oska : Kau ketemu Joo Won?
Ra Im ingin segera pergi tapi Oska menahannya dengan menarik tali tasnya. Talinya putus! Aduh maaf! Oska tidak enak tapi ia dengan pintar berkata ah kau lihat? Aku cukup kuat kan? (dia memang lebih pintar dalam urusan cewek hehehe..jadi Ra Im tidak malu karena kualitas tasnya yang jelek)

Ra Im tersenyum, bukan salahmu.
Oska bahkan mengagumi cara Ra Im menahan tasnya dengan peniti, ah kau menggunakan peniti sebagai solusi darurat, kau memang banyak akal! Oska minta tas Ra Im, aku pintar dengan yang seperti ini karena aku punya jari-jari panjang.
Ra Im menolaknya dan Joo won tidak tahan lagi, ia langsung jalan masuk ke mobilnya dan pergi.
Oska : Hei! kau mau kemana? Ada apa dengannya? Apa kalian bertengkar?

Asistennya keluar dan berkata Tae sun sudah pergi dan tidak ada yang tahu dia dimana. Oska kesal, temukan anak itu dan bawa ia padaku, aku akan membunuhnya!
Ra Im melihat arah kepergian Joo Won dan wajahnya terlihat sedih.

Oska mengajak Ra Im jalan-jalan. Banyak gadis menunjuk Oska dan Oska mengeluh, kenapa mereka tidak memotretku dan memasukkan ke forum atau apa? imageku sepertinya mulai memudar sekaran ini.

Oska menghibur Ra Im, cerialah, di Korea ini, dia (Joo Won) yang paling pintar dalam mengatakan hal terburuk. Tapi apa hubunganmu dengan Joo won?

Ra Im : Kami bisa melihat perasaan kami dari sebuah tas.
Oska heran : Hubungan seperti itu? Kalian sedekat itu?

Ra Im balik tanya, lalu apa hubunganmu dengan Joo Won?
Oska : Joo Won tidak mengatakannya padamu? Kami bisa dikatakan sepupu.
Ra Im : sepupu?
Oska : Ya, Joo Won selalu menyembunyikan itu dari artikel dan berita, jadi tidak ada seorang pun kecuali anggota keluarga yang tahu. Ngomong2, dia selalu menyebut namamu setiap waktu.

Ra Im heran, benarkah? dia mengatakan namaku sepanjang waktu?

Tiba-tiba Kim Hee Won muncul, Oppa, apa kau sedang kencan?
Oska berkata tentu saja! Kita cocok kan? (Oska ini pintar mengambil hati cewek hehehe)

Hee Won memperingatkan Ra Im, hati2 dia playboy.
Oska berkata pada Ra Im : Dia saudara Joo Won, tidak seperti Joo Won, dia baik.

Hee Won menyampaikan berita kalau Joo Won di campak-kan lagi oleh seon-nya (calon istri yang dipertemukan dalam perjodohan).
Oska : Lagi? dia benar2 tidak punya bakat dalam berhubungan dengan wanita. Orang itu yang mengusulkan perjalanan romantis dengan Oska. siapa memang seon-nya?
Hee Won : Aku tanya teman, namanya Yoon seul, seorang sutradara CF.
Oska kaget, siapa?
Hee Won : Oppa, kau kenal dia? Aku dengar dia cantik sekali.
Oska kelihatan kesal.

Oska mengingat lagi saat ia masih kencan dengan Yoon seul. Semua fansnya mengangkat karton dengan tulisan mereka menyukai Oska, sedangkan Seul mengangkat karton dengan tulisan : Studio rekaman? kau pembohong! Kau bersama dengan Chun Ji Hae. Aku bilang jangan senyum pada gadis2! Lalu Seul jalan pergi dengan marah.

Ra Im duduk di suatu tempat dan merenung, ia justru mengikat tali tasnya yang putus dengan scarfnya tadi. Ra Im membelai tasnya seolah-olah ingin menenangkan hatinya.

Sampai rumah, baik Joo Won dan Oska sama2 merenung dan minum bir, awalnya sendiri2 lalu ketemu dan duduk dekat kolam. Keduanya membuka mulut bersamaan,

Oska : Aku punya pertanyaan.
Joo Won : Aku punya pertanyaan.

Oska : Aku duluan.
Joo Won : Aku duluan.

Joo Won : Apa Gil Ra Im selamat sampai rumah?
Oska : Aku dengar kau pergi ke perjodohan.

Joo Won : Kenapa memangnya? Aku melakukannya sepanjang waktu.

Joo Won : Apa kau membiarkannya pulang sendiri?
Oska : Apa kau membawanya ke rumah?

Oska : Bagaimana kencanmu kali ini?
Joo won : Apa ia mengatakan sesuatu tentang aku?

Oska : Hee Won bilang ia mencampakkanmu. Apa itu benar?
Joo won : Tidak ada? sama sekali?

Oska : Apa kau benar2 dicampakkan?
Joo Won : Apa dia masih membawa tas rombengnya? Tas plastik akan jauh lebih baik.

Oska : Hei! kau tidak benar2 akan menikahi stuntwoman itu kan? Lalu bagaimana perjodohanmu kali ini?
Joo Won : Kau bilang Hee Won sudah mengatakannya padamu. Aku dicampakkan, puas? sekarang kita bicara tentang Gil Ra Im.

Oska : Sebenarnya kotoran apa yang dibuat olehnya sehingga kau seperti ini?
Joo Won : Kotoran? Aku?
Oska : Jangan pura2, aku tahu segalanya. Mungkin ..kau juga diambil fotonya?
Joo Won mulai marah : Apa? akulah yang mengambil foto! Aku!

Oska berkata pada managernya, ia tidak akan pergi dalam perjalanan romantis. Dan Oska tetap akan ke Thailand lusa.

Oska mendapat info dari asistennya kalau Han Tae Sun ada di Jeju, ia upload foto di twitternya hari ini. Oska : Kalian semua, mulai sekarang, matikan ponsel kalian.

Joo Won berusaha melupakan Ra Im dan ia membaca puisi di perpustakaan-nya.

Tapi justru berakhir dengan memandang foto Ra im dari ponselnya.

Joo Won mencoba konsentrasi membaca tapi akhirnya ia berdiri dan mengembalikan buku di rak.
Joo Won jalan dan bersandar di rak bukunya.

Judul-judul buku puisi milik Joo Won: Pagi yang cerah tidak berarti apapun ; Seseorang masuk ke dalam hatiku ; Aku menanti kesempatan; Bidadariku yang melankolis dan berharga ; Kau terbang ke dalam hati yang salah.
(seperti menggambarkan perasaan dan juga hubungannya dengan Gil Ra Im)

Ra Im mendapat telp kalau ia memenangkan sebuah vacum cleaner. Ra Im mengira Ah Young yang melakukannya, tapi Ah Young berkata ia tidak memasukkan nama Ra Im dalam undian.

Ah Young mengira itu cara Joo Won agar bisa ketemu Ra Im.
Ra Im : Dia tidak seperti itu. Ah Young ke dapur dan mengambil sup, kau mau sup?
Tapi Ra Im berubah pikiran dan berkata apa dia bisa pinjam tas Ah Young yang baru dibeli kemarin?

Tanpa diketahui oleh dua gadis itu, Joo Won ada di luar, di depan apartemen mereka dan merenung. Joo Won mengingat pertemuan terakhir mereka dan ia jalan ke rumah Ra Im!

Joo Won ingin menelepon Ra Im, tapi tidak jadi. Ia keluar dari mobilnya.

Joo won susah payah untuk mencapai pintu rumah Ra Im karena sangat sempit dan kotor, Joo won melapisi tangannya dengan saputangan dan siap mengetuk…tapi tidak jadi.


Paginya, Joo Won jalan di dept. storenya bersama Sekretaris Kim yang bingung kenapa tiba-tiba Joo Won datang.
Joo Won : Kenapa? aku kan kerja disini.

Ketika ia melihat Ra Im. Keduanya berhenti dan saling berpandangan.

Secret Garden episode 4


Joo Won tiba-tiba muncul di LOEL, sekretarisnya tergopoh-gopoh menyambutnya.

Sekretaris Kim : Apa yang kau lakukan disini sekarang?
Joo Won : Ini adalah hari dimana aku harus kerja.
Kim : Ini saatnya orang lain kerja.

Joo won menyerahkan daftar toko pada Kim dan minta Kim mengontak tiap toko untuk mengirimkan brosur. Joo Won ingin melihat koleksi winter terbarunya.
Lalu Joo Won melihat Ra Im, yang jalan ke arahnya. Keduanya berpandangan.

Joo Won membawa Ra im ke kantornya, Jadi..kau tidak pernah membeli apapun di mall, tidak pernah menandatangani atau mengikuti apapun, tapi kau bilang kau mendapat hadiah vacuum cleaner?
Ra Im : Aku tahu ini tidak masuk akal. Tapi apa mungkin kau yang melakukannya?

Joo Won berkata dengan dingin, apa aku seperti orang yang tidak punya kerjaan? dan memberimu bukan saja perusahaan vacuum tapi hanya vacuum-nya? kau benar-benar datang kesini untuk meng-klaim vacuum itu? apa tidak cukup punya tas yang bahkan tidak sebagus tas plastik? Aku pasti sudah gila..kau adalah wanita yang akan datang ke mall untuk meng-klaim sebuah pembersih.

Ra Im jelas kelihatan terluka, apa katamu barusan?
Joo Won : Tidak mungkin kau tidak dengar.

Ra Im terperanjat, aku dengar..aku mendengarnya tapi aku pasti salah mendengar…
Joo Won mengulang, dengan perlahan : Aku pasti sudah gila…kau adalah wanita yang akan datang ke mall untuk meng-klaim sebuah pembersih. Apa kau sudah dengar dengan jelas?
Ra Im : Apa kau selalu brengsek seperti ini?
Joo Won : Tergantung pada standarnya.
Ra Im : Sekarang, standar apa ini?

Joo Won : Untuk sesaat aku merasa tertarik dengan wanita yang tidak berpendidikan, tidak memiliki latar belakang keluarga bagus, dan miskin, tapi seolah-olah itu semua belum cukup, ia juga tidak punya harga diri. Apa kau tahu begitu banyak mata mengawasiku di mall ini?

untuk sebuah syuting film, aku ijinkan mengunakan mall ini. Untuk pertama kalinya dalam hidupku, aku menyiapkan hidangan mewah untukmu. Tapi wanita itu membawa kotak berisi hadiah dan meninggalkan kantorku seperti itu, apa aku harus menunjukkan-nya pada karyawanku? Seperti aku memikirkanmu, kau tidak memikirkanku?

Ra Im tidak tahu harus berkata apa, aku..aku.. Joo Won tanya, apa itu lucu?

Ra Im : Kau pikir aku hanya cantik jika aku marah, kalau aku tersenyum, aku jauh lebih cantik. Semua yang kau katakan itu benar, apapun alasannya, aku tidak seharusnya datang. Aku tidak memikirkan image-mu. Aku minta maaf. Jika kau malu karena aku, itu juga..aku minta maaf.

Aku akan pergi sekarang tapi aku harus mengambil vacuum itu. Berikan itu padaku. Untuk kedua kalinya, aku mendebat. Apa aku harus selalu bereaksi seperti yang selalu kulakukan dan menendangmu atau apa aku harus pergi dengan terluka dan meninggalkan image itu dalam pikiranmu untuk waktu lama tapi jika aku melakukannya tidak ada lagi yang tersisa.
Jadi paling tidak aku ingin mendapatkan vacuum cleaner itu. Bahkan seorang wanita yang tidak berpendidikan dan memiliki latar belakang keluarga rendahan juga menggunakan vacuum cleaner, itu tidak akan rusak, kan?

Joo Won tidak tahan, hentikan!

Ra Im melanjutkan : Jika kau merasa sangat malu di depan pegawaimu, katakan saja aku adalah wanita yang kau permainkan beberapa kali dan kau campakkan…

Joo Won : Aku bilang hentikan! “permainkan beberapa kali dan dicampakkan”? aku tidak bisa melakukan itu, apa aku harus menunjukkan mengapa aku tidak bisa? Ikut Aku! Joo Won menyeret Ra Im keluar.

Joo Won menyeret Ra Im ke area butik mahal. Ra im terus berusaha melepaskan dirinya tapi Joo Won tetap menahan tangan Ra Im.

Joo Won memerintah para staf pergi, lalu mulai menarik baju-baju dari rak

dan melemparkan-nya ke kaki Ra Im dan juga melempar sepatu ke depannya.
Joo Won : Pakai itu!
Ra Im tidak mengerti, apa yang kau lakukan?

Joo Won : Kau tidak mengerti apa yang kulakukan, ya kan, dan apa yang kau katakan tadi? “bermain denganmu?” kau pikir orang di posisimu bisa main-main denganku? jika kau akan main-main denganku – di level yang paling rendahpun- kau harus ada di level ini. Meskipun aku terbuka dengan orientasi seksual, agama, dan warna kulit (ras), aku tidak bisa memaafkan ke-kumuhan.
Mengapa kau melihat seperti itu? Berpenampilan miskin adalah hobimu dan memohon adalah keahlianmu.

Joo Won terus saja menyerang Ra Im, kau pikir aku ini siapa? Kau wanita yang pura-pura tidak menginginkan barang bermerk, bahkan untuk pria dengan standar rendahan pun, kau hanyalah seorang gadis yang miskin dan tidak profesional.

Ra Im tidak tahan dan beranjak pergi. Joo Won menarik lengannya, kau mau kemana? Kau bilang ingin main! Joo Won meraih gaun warna pink dan menariknya ke kamar pas.

Keduanya masuk ke kamar pas, coba ini, apa akan terlihat bagus.
Ra Im : Lepaskan..lepaskan!
Joo Won menutup pintu! dia..tidak sadar ada di ruangan sempit..

Joo Won : Pakai, atau aku harus memakaikannya untukmu? Joo Won mulai membuka kancing baju Ra Im dan Ra Im menahan tangan Joo Won, jika aku memakainya, lalu apa?
Jika aku memakai ini, jika aku bukan orang yang pantas untuk main-main denganmu, apa yang akan kau lakukan denganku?

Joo Won : Aku tidak akan melakukan apapun. Tidak sama sekali. Aku hanya ingin kau sadar dan melihat betapa jauhnya kau dan aku (Joo Won bisa mendengar jantungnya berdetak kencang, tubuhnya mulai bereaksi dengan ruangan sempit. Joo Won mulai ber-keringat dingin)
Gil Ra Im..aku bisa menebak dari kelas sosial seperti apa kau berasal.

Ra Im terpana : Apa?
Joo Won : Tapi aku tidak benar2 mengerti jadi aku ingin mempelajarimu, kau seharusnya memberiku waktu
Ra Im : Waktu? Waktu apa? waktu untuk mempelajari lebih lagi tentang kemiskinan?

Joo Won : Paling tidak aku mencobanya. tapi apa yang kau lakukan? Bukannya datang membeli vacuum, tapi datang mengambil hadiah vacuum. Apa kau tahu yang membuatku sangat kesal? Kenyataan meskipun aku sudah memperingatkanmu sebelumnya, kau tidak memikirkan tentang siapa aku dan apa yang kulakukan meskipun hanya untuk 5 menit.

Ra Im memandangi Joo Won tanpa emosi dan mungkin juga tidak mengerti apa sebenarnya maksud Joo Won.

Tapi Joo Won sudah tidak tahan, ia mendorong Ra Im dan ia langsung keluar untuk bernafas.


Joo Won benar2 tersiksa dan ia keringatan, sepertinya ia benar-benar lupa kalau tidak bisa di ruang sempit ketika bersama Ra Im. Ia terkena serangan panik mendadak.

Ra Im kembali ke sekolah action dengan linglung, ia terlambat latihan.
Jong Soo sedang menjelaskan mengenai penggunaan wire : dalam aksi menggunakan wire. kerja tim antara orang yang menarik tali dan orang yang memakai tali sangat penting. Misalnya dengan 3 orang penarik tali, orang yang ditarik harus percaya dengan ketiga penarik dan tahu bagaimana menggunakan kekuatan mereka.

Ra im datang dan minta maaf karena terlambat.
Jong Soo : Kenapa kau terlihat seperti sekarat?
Ra Im : Aku tidak sekarat.
Jong Soo : Kau sering berbohong akhir2 ini.
Ra Im masih mencoba menutupi dengan mengatakan kalau ia belum makan siang, mungkin karena itu maka ia terlihat seperti itu. Jong Soo hanya menanggapi kalau kemampuan akting Ra Im juga membaik. Ra Im hanya berterima kasih dan berkata akan latihan sendiri.

Latihan Ra Im adalah…melompati mobil (seperti adegan tabrakan mobil dan orangnya menabrak kaca depan, yeah..that kind of scene..) Ra Im melakukannya lagi dan lagi…ia stress.

Ra Im terbaring di matras, kelelahan. Sunbaenya muncul dan memuji Ra Im. Kau banyak kemajuan. Ra Im berkata ia bisa melakukannya dengan mata tertutup sekarang.
Ra Im-sunbae : kau tidak perlu menderita seperti ini karena biasanya mereka tidak menggunakan wanita untuk stunt dalam adegan mobil (terlalu bahaya).
Sunbaenya juga tanya mengapa orang itu, yang berkata pintar mencari uang dan ternyata ia pintar cari uang, kenapa tidak datang lagi?

Ra Im kesal, bagaimana aku tahu? Sunbaenya menjawab, kau seharusnya tahu, kau adalah Jeon Do Yeon dan Kim Tae Hee baginya!

Joo Won mengendarai mobilnya melewati terowongan dan ia stress sekali karena terowongan itu sangat panjang dan menyesakkan baginya. Sampai akhirnya ia keluar dari terowongan itu, baru Joo won bisa bernafas lega.

Joo Won menelepon dokternya. Dokter Lee langsung datang ke istana Joo won.

Dokter Lee heran, kau semakin membaik tapi kenapa seperti ini, apa kau stress karena sesuatu?
Joo Won menyalahkan Oska, ia terus membuat masalah.

Dokter Lee Ji Hyun : Kau selalu menyalahkan dia. Aku harus tahu semua yang terjadi agar..
Aku ngantuk, kata Joo Won.
Dokter Lee menyarankan agar Joo Won tidak perlu masuk kerja dulu, aku tidak akan meningkatkan dosismu (obat).
Joo Won : Hei!
Dokter Lee : Ya?
Joo Won : Jangan salah paham, aku hanya ingin tahu karena membaca buku. Apa gejala sakit cinta? —> jadi ingat Soon Dol🙂

Malamnya, Joo Won duduk di taman-nya dan mulai memetiki kelopak bunga.

Joo Won : Dia mengutuki-ku
Joo Won : Dia tidak mengutuk-ku

Joo Won : Ya..Tidak…Ya..Tidak..Ya..Tidak..Ya..Tidak..dan (kelopaknya tinggal satu)…dia…mengapa? dia benar-benar gadis yang aneh.

Joo Won jadi marah karena menurutnya Ra Im sudah mengutuki atau membuat dia seperti itu dengan voodoo hahaha lalu jalan pergi dengan murka.

Ada yang aneh, saat Joo Won menjauh, kita bisa melihat ada tumpukan kelopak bunga yang sudah dicabuti Joo Won,

tiba-tiba ada sinar yang bergerak membuat semua kelopak bunga itu mengapung lalu jatuh ke putik bunga yang terakhir dijatuhkan Joo Won.

Dari putik itu tumbuh satu kelopak bunga lagi.

Asisten Oska melacak Tae Sun di internet, ada foto Tae sun sedang berdiri di dermaga dan Oska memerintah asistennya untuk menemukan lokasi itu.
Asisten Oska : Itu jelas kan? mau ditemukan dimana lagi, Sungsan Ilchul Bong, ada kapal disini. jadi pasti Pelabuhan Sungsan.
Oska : Ah..mengapa kau kerja denganku?

Sekretaris Kim menemui Ah Young dan memberikan vacuum itu untuk diberikan pada Ra Im. Ah Young heran, temanku tidak datang?
Kim : Dia datang kemarin dan pergi setelah bertengkar dengan CEO kami.
Ah Young : Dia bertengkar dengan CEO? tidak mungkin!

Ah young tanya, lalu apa ini sebenarnya CEO yang memilihnya? Kim berkata tidak, bagian PR yang memilih pemenangnya. CEO akan masuk dalam berita jika ia melakukan itu.
Ah Young membuka matanya lebar2, benarkah?
Kim : Jangan membuka matamu selebar itu! Jadi membuatmu terlihat manis.
Ah Young menggodanya, aku tidak bisa apa-apa, dan aku tidak melakukannya dengan sengaja.
Lalu Kim menerima telp.

Paginya, Joo won mendapatkan kiriman hadiah dari Ayah Yoon Seul. Ada catatan-nya : untuk hubungan istimewa antara anda dengan putri istimewanya, Yoon Seul. Hadiah itu berupa beberapa ekor rusa.
Joo Woon : istimewa apanya.
Kim berkata ini hadiah yang sulit ditolak.

Joo Won tidak mengerti, apa ini? Apa ini adalah hadiah berlebihan? Tuan Yoon dulu adalah Menteri Pangan, Pertanian, Kehutanan dan Perikanan. Kenapa dia mengirimkan ini padaku? Agar ku sembelih dan makan?
Kim terlihat ngeri
Joo Won berkata jika Mantan Menteri Pangan, Pertanian, Kehutanan dan Perikanan mengirimkan ini untuk-ku…jika bukan pertanian atau kehutanan, ini berarti makanan. Makanan yang sehat. Hua hahaha…(langsung di demo pecinta lingkungan hidup dan kelestarian hewan liar, plus WWF dan Green peace, catatan : tidak ada hewan yang disakiti disini…)
Joo Won minta Kim mengembalikan kawanan rusa itu.

Lalu ia dapat telp, ada undangan makan malam rutin malam ini di kediaman Kakek Joo Won.
Joo won : Aku harus ke Pyeongchangdong, siapkan mobil.
Kim dan asisten Joo won merasa Joo won anak yang berbakti karena sebulan sekali ia pasti menghadiri makan malam keluarga.
Joo Won : Aku bukan anak berbakti, Kakek-ku selalu mengubah surat wasiatnya setelah reuni keluarga.

Joo Won menghadiri jamuan makan. Ada Kakek, Nenek tiri Joo Won dan Tuan Park (ternyata GM Park ini adalah adik laki nenek tiri Joo won), Hee Won, dan ibu Joo Won. Ibu Oska datang terlambat dan mulai bicara begitu ia duduk.
Ibu Oska : Ayah, aku datang! Macet sekali di jalan. Tidak perlu hidangan pembuka, langsung hidangan utama.
Pelayan : Baik, Nyonya.
Ibu Oska : Apa yang kalian bicarakan?

Ibu Joo won : Apa semua orang disini suka mengoceh seperti dirimu?
Ibu Oska : Apa mungkin bisa mendapat operasi plastik dengan sikap seperti itu? ah tanpa Woo Young-ku, rasanya membosankan disini. Lalu ia tanya Joo won, dimana Woo Young? mengapa ia pergi ke Jeju?
Joo Won : Bukan Jeju, tapi Thailand.
Ibu Oska : tidak, aku bicara dengan-nya dan ia bilang ke Jeju.
Ibu Joo Won : Dia memang seperti itu, tidak pernah diketahui dimana keberadaan-nya (Oska).

Joo Won hanya nyengir.
Hee Won : Ibu!

Ibu Oska : Kau selalu begitu, membenci Woo Young-ku setiap kali kau buka mulut, dia diperlakukan seperti tamu negara kemanapun ia pergi keluar negeri.
Lalu Ibu Oska menoleh pada ayahnya, Ayah, kau menjadi lebih muda setelah menikah (lagi). Nyonya Park pasti obat anti-tua ayahku.

Kakek Joo Won membentak putrinya, Nyonya Park! Apa kau baru bertemu teman di sauna? apa kau tidak tahu kata-kata Ibu?
Ibu Joo Won menenangkan ayahnya, biarkan kami membiasakan diri dengannya dulu (Ny. Park) Semakin kau seperti ini, semakin sulit untuk Ny. Park.
Kakek Joo Won minta pengacaranya dipanggil.

Kakek Joo Won : Aku selalu berterima kasih padamu, adik ipar karena sudah banyak membantu Joo Won.
GM Park : Kalau untukmu, aku siap mempertaruhkan nyawa.
Ibu Joo won jelas tidak suka dan ia menatap tajam Park bersaudara.

Kakek Joo Won berkata tidak masalah kalau ia menyerahkannya pada GM Park.
Park : Tentu saja, CEO sangat bersemangat. Banyak yang aku pelajari darinya meskipun dia hanya datang dua kali seminggu..
Ibu Oska berkata dia juga mendengar itu dan tanya, aku dengar GM Park juga menandatangani semuanya atas namamu.

Ibu Joo won terkejut dan Joo won membenarkan itu, dia lumayan bagus (tanda tangan-nya, lumayan mirip)
Ibu Joo Won : Kim Joo won!
Ibu Oska tanya apa kau tahu apa kata para staf tentang dirimu?

Joo won : Ya. Mereka semua membenciku. Aku makan dan main-main, kasar, dan histerikal. Aku juga akan membenci diriku sendiri. Mereka berkata CEO adalah kepanjangan dari :
C : Crap (brengsek)
E : Ee-namja (orang/lelaki ini)
O : Owner (Pemiliknya)
Orang/lelaki brengsek ini adalah pemiliknya. Hahaha..Joo Won terlalu jujur, tentu saja Kakek tersayang murka.

Kakek : Apa kau punya perhatian pada dept store atau kau cuma makan dan main2?
Joo won : Dept. store tidak akan bangkrut hanya karena aku main2 dan ada juga GM Park yang bisa dipercaya.
Kakek : Lalu mengapa kau tidak memberikan semuanya pada GM Park?
Ibu Joo won : Ayah! Penjualan meningkat setelah Joo won mengambil alih dept. store!
Kakek : Itu (penjualan) akan meningkat tidak peduli siapa yang akan mengambil alih.

Kakek berkata pada GM Park jangan percaya pada Joo Won, pikirkan saja kalau itu adalah perusahaanmu dan kerjalah dengan keras.
GM Park : Baik.
Joo Won dan Ibunya memandang Park dengan pandangan marah.

Setelah acara selesai, Joo Won jalan keluar diikuti Park. Joo won marah, GM Park! Apa yang kau lakukan di makan malam keluarga? jika kau punya masalah tentang pekerjaan denganku, bawa ke kantor..
Park : di saat ini, sepertinya lebih pantas kalau kau memanggilku paman-kakek/wae-jongjobu (granduncle, atau aku biasa panggil jiu-yeye /chinese) Tentu saja kau akan membencinya.
Joo won : GM Park
Park : tapi mereka berdua sangat bahagia, kau tidak bisa bersikap seperti itu sebagai cucu. Kau boleh membenciku tapi kenapa dengan kakak-ku? dia jauh lebih baik daripada stunt-woman itu yang kau kencani di dept. store.

Park pulang dan berkata pada asistennya, kau seharusnya melihat wajahnya ketika aku mengatakan itu padanya. Asistennya berkata tapi Tuan, saya tidak sengaja mendengar ketika menunggu, sepertinya anda lupa kata “wae”.
Park : Apa maksudmu?
Asisten : Waejongjobu adalah saudara laki kakek tapi saudara laki nenek adalah waewaejongjobu.
Park : Apa kau yakin? apa jauh beda?
Asisten : Ya Pak.
GM Park sepertinya baru sadar kalau hubungannya dengan Joo Won tidak “sedekat” itu. Menurutku ngga ada hubungan sama sekali, karena Park adalah adik dari nenek tiri.

Oska dan asisten-nya pergi mencari Han Tae Sun, ia menemukan Tae Sun di dermaga. Oska membawa koran yang ada gambar wajahnya(judul : siapa pacar Oska, Model, nona K?) dan menunjukkan pada Tae sun, tidak mungkin kau tidak tahu aku.
Tae sun : siapa nona K?
Oska : Benar! yang tidak kau kenal adalah Nona K, bukan Oska! kenapa kau bilang kau tidak mengenalku? kenapa kau bohong?

Tae sun heran, kau kesini hanya untuk menemuiku?
Oska membenarkan. Tae sun berkata kenapa kau buang waktu di tempat seperti ini? Meskipun kau sudah membuat album ke-7. Tapi musikmu jelek!
Oska ngamuk, hei! kapan? apanya? suara, melodi, session, atau kalau aku tampil live?

Tae sun : Suaranya di-kopi dari musik Amerika dengan beberapa peubahan. Melodinya hanya untuk mencari uang.
Oska : session?
Tae sun : Kau hanya meng-editnya di komputer. Dan penampilan live, itu semua palsu kan? Kau merekam-nya dulu di studio dan berakting nyanyi secara live.
Oska : Tidak!

Tae Sun : Kalau kau bersedia datang disini, kau seharusnya lebih jujur. Tae Sun pergi.
Oska masih tidak terima dan teriak, siapa dia? dia tahu semua, yah..apa kau bergabung dengan anti-fan club-ku?

Manager Oska menelepon dan tanya pada asisten Oska bagaimana syuting di Thailand, karena ia dengar ada badai. Manager Oska baru tahu kalau Oska tidak ke Thailand, tapi justru ke Jeju. Ia marah2 dan meneriaki asisten Oska gila.
Manager Oska mendapat telp dari Sutradara Lee dan Lee keluar dari syuting MV.

Sutradara Lee mendapat bayaran uang dalam jumlah besar dari Yoon Seul.

Manager Oska menemui Seul. manager berkata sulit mendapatkan Sutradara Lee, tapi dia berhenti tanpa penjelasan, dan Oska juga lari ke Jeju. Dia orang yang tidak berpikir sebelum bertindak, orang kaya selalu seperti itu.
Yoon seul berkata itulah mengapa kau perlu sutradara seperti aku, karena aku mengerti orang kaya lebih baik dari yang lain.

Yoo Seul minta untuk siap syuting minggu depan. Kau juga tidak perlu cemas tentang aku dan Oska, keluargaku ingin aku menjadi istri dan menikah, tapi untungnya aku cantik sehingga aku tidak perlu banyak berlatih. Nilai-ku selama kuliah juga bagus. Sebelum aku menikah dengan putra konglomerat, aku mencoba untuk main-main dengan bintang.
Aku sudah terlalu tua untuk main2 sekarang dan aku harus mendapatkan suami seorang konglomerat.

Yoon Seul menemui Im Jong Soo. Ia ingin menyewa Joo Won dan tim-nya untuk MV Oska.
Seul : Kau cukup mengesankan, dan kau punya pengalaman di Hollywood.
Jong Soo : Aku hanya beruntung.

Seul in her-worst English ever : I’m very disappointed that it was just lucky. I like everything fabulous, the action and director’s profile. (sound like somebody is scratching the wall with her nails.. yaiiy..it’s ok with the grammar, but can’t help with the pronounciation sigh…)

Ini tampang Jong Soo mendengar gaya bahasa Seul….^_^
Jong soo in his better English : then I’m afraid you found the wrong person. My action style is more polished than flashy.Seul bertepuk tangan, bagus! Sekarang intinya aku perlu kalian, ini adalah proyek yang akan memperlihatkan kemampuan kalian.
Jong Soo : siapa bintang utamanya?
Seul : Oska, kau tahu dia kan?

Ra Im ada di atap, latihan lompat tali. Ia ingat kejadian saat ia keluar dari kamar ganti dan mencoba gaun pink itu di kaca.

Joo Won ada di perpustakaannya dan mendengarkan penjelasan tentang lukisan, tapi justru ingat dengan kejadian di kamar pas.


Ah Young naik ke atap menemui Ra Im dan membawa vacuum Cleaner itu. Ia bilang Sekretaris Kim yang mengantarnya dengan pesan : cleaner seperti ini adalah level Ra Im
Ra Im : Bagaimana kau bisa menerimanya?
Ah Young : Ini hadiah, tentu saja kau harus menerimanya.
Ra Im kesal dan langsung menelepon Joo Won.

Kim : Pak?
Joo Won : Berikutnya.
Kim : Bukan, ponsel anda berdering.

Joo won mengambil ponselnya dan terbelalak, Gil Ra Im..wajahnya langsung cerah, halo?

Ra Im : Apa maksudmu dengan vacuum? ambil kembali!

Joo Won : Siapa kau memintaku untuk datang dan pergi? jika kau tidak mau, buang saja atau kembalikan sendiri.
Joo Won membuka baterai ponselnya, berikutnya!

Tiba-tiba..tunggu! Joo Won berkata beberapa detik lalu, ia lihat ada sinar di salah satu lukisan rumah.
Kim dan para kurator lukisan bingung, sinar?

Joo Won : Aku berkata ada sinar di jendela lukisan itu.
Kim : Judul lukisannya, Rumah Hitam, Pak.
Joo Won : Aku pasti salah lihat, berhenti saja.

Joo Won keluar dari perpus dan semua membereskan lukisan mereka, tinggal lukisan rumah hitam itu, dan hei..tiba2 ada cahaya lampu dari jendela lukisan itu.

Ra Im memutuskan pergi ke dept store menemui Joo Won. Ah young berkata Joo Won tidak kerja hari ini. Ra Im akhirnya menelepon sunbaenya.
Ra Im : carikan aku alamat dari form peserta test, Kim Joo Won.

Sunbaenya : Kim Joo Won? mengapa kau ingin alamat Tuan Yang Pintar Mencari Uang itu? Apa kau mendapat undangan? Gil Ra Im..kau bersikap seolah-olah tidak menyukainya tapi kau membuat kemajuan.
Jong Soo hanya mendengar saja pembicaraan mereka dan raut mukanya berubah.

Joo Won memang menanti kedatangan Ra Im, ia seperti sengaja menyiapkan teras tepi kolamnya, dengan tirai-tirai putih dan sajian high-tea, teh kualitas tinggi dengan kue-kue pendamping lezat ala Inggris yang terlalu banyak untuk konsumsi satu orang. Dan Joo Won baca buku dengan cover anak Afrika, judulnya : Mengapa setengah dari (populasi) Dunia Kelaparan? hahaha..freak.

Ra Im sampai di kediaman Joo won dan dihentikan penjaga, ia dikira mau mengirim barang. Ra Im ingin memberikannya langsung pada Joo Won, apa kau tahu no. berapa rumah CEO Kim Joo Won?
Penjaga : Ini rumahnya.
Ra Im : Ya, tapi rumah yang mana miliknya?
Penjaga : ini semua miliknya!
Ra Im : Ha? semuanya?

Ra Im datang, Joo Won terlihat kaget (benar2 atau pura2?) Ra Im mengembalikan vacuum tapi Joo Won cuek, ia justru menuang teh dan menawarkan teh pada Ra Im, kau mau teh? kopi?
Ra Im : Mengapa kau mengirimnya?

Joo Won : Untuk memastikan kau kembali pada akal sehatmu. Tentu saja kau tidak melakukan kesalahan. Aku tahu kau juga kesal, aku memang melangkah lebih dulu pada seorang wanita yang tidak tertarik dengan bunga dan lilin dan marah padamu.

Apa kau ingat pertemuan pertama kita? Saat aku membawamu ke RS, seharusnya kita berhenti saat itu, saat rasa tertarik-ku hanyalah karena alasan perhatian untuk orang miskin dan termajinalkan. Bagiku, kau adalah sesama yang miskin dan termajinalkan, tidak lebih dan tidak kurang dari itu, jadi ambil dan pakai saja itu. (vacuum)

Ra im berkata semua itu membuatku ingin ketawa. Ia mengangkat cleaner itu dan hampir memukul Joo Won. Ra im meninggalkan Cleaner itu di dekat Joo Won dan pergi.

Joo Won membuang vacuum cleaner itu ke kolam! Ra Im yang sudah hampir sampai di motornya jadi berbalik, apa yang kau lakukan?

Joo Won : Kau bilang tidak menginginkannya. Aku tidak memerlukannya. Jika kau berubah pikiran, ambil saja sendiri.

Ra Im benar2 nyemplung ke kolam untuk mengambil vacuum itu dan Joo Won teriak2, apa yang kau lakukan? keluar!
Ra Im keluar dengan vacuum dan mencobanya menaruh kotak itu kembali ke motor trail-nya.

Joo Won menyusul Ra Im, jangan! dan mencabut kunci motor Ra Im lalu melemparkan kunci itu ke kolam!
Ra Im : Apa yang kau lakukan?

Joo Won : Kau ini siapa? gadis macam apa yang begitu keras kepala? Jika aku melempar kotak itu, minta aku mengambilnya kembali, minta maaf, paling tidak berikan aku kesempatan memperbaikinya, bagaimana kau bisa melakukannya sendiri, bagaimana kau bisa sejauh itu!!

Ra Im : Bukankah kau ingin aku seperti itu, itulah mengapa kau melemparnya ke dalam sana?
Joo Won : Aku tidak tahu kau akan benar2 masuk ke sana!
Ra Im : lalu itukah mengapa kau melempar kunciku? sekarang ambil! Kau bilang untuk memintamu mengambilnya!

Joo Won : Mengapa kau tidak menyuruhku minta maaf saja?
Ra Im ingin masuk kolam lagi untuk mencari kunci motornya dan Joo won menghentikan Ra Im, wanita ini..kau pikir kau mau kemana? aku bisa membelikanmu sesuatu seperti itu 100 biji, bersihkan dulu dirimu.
Ra Im : lepaskan!
Tapi Joo Won menariknya masuk ke rumah untuk membersihkan diri.

Apakah scene ini akan berakhir romantis? dalam mimpimu…Ada mami Joo won di dalam.

Joo Won : Apa yang membawamu kesini? Kapan kau datang?

Ibu Joo Won (yang datang tanpa diundang dan tidak diinginkan) : Aku dengar Tuan Yoon mengirim hadiah, aku datang untuk membicarakan itu. Sepertinya waktunya sedikit memalukan. Siapa kau, nona?
Joo Won : Aku baru saja bertemu dia. Aku akan mengatakan-nya nanti padamu.

Ibu : Apa dia tidak cukup pantas untuk mengenalkan dirinya sendiri?
Joo Won : Ibu
Ibu : Dia datang ke rumah-mu padahal kau baru bertemu dengannya, apa kalian cukup dekat? Berapa kali? aku bilang berapa kali kau kesini?
Ra Im : Ini pertama kalinya.
Ibu : Apa kau dibayar?
Joo Won : Ibu!

Ibu : Jangan sok polos! Kau tidak tahu apa maksudku?

Ra Im : Aku mengerti apa maksudmu. Aku juga baru tahu, tapi aku hanya sesama yang miskin dan termajinalkan. Yang hanya menerima perhatian dan belas kasihan Kim Joo Won.

Ibu sudah marah2 apa kau akan mengecewakan aku? bagaimana kau bisa membawa gadis seperti ini pulang? Meskipun cuma main-main, kumohon. Kim Joo won jaga standarmu, agar aku tidak terkejut.
Joo Won : Ibu!
Ra Im : Kau tidak perlu cemas masalah itu. seorang pria yang memiliki takdir bagus dengan orang tua tepat dan hidup dengan nyaman, dia tidak pantas untuk main-main denganku. Aku akan pergi.

Ibu Joo won tidak percaya : Ap.apa..apa yang barusan ia katakan? bagaimana bisa gadis itu..
(Ra im seperti ingin berkata, orang tidak bisa memilih orang tuanya, jadi kalau Joo won mendapat orang tua kaya itu sudah ditetapkan.)

Manager Oska menelepon Joo Won dan berkata masalah Oska adalah jadwalnya yang sekarang kacau. Mereka harus konsentrasi dengan album baru, sekarang harus menentukan grup pembantu baru, lokasi, sutradara baru untuk syuting dan ia minta Joo Won untuk menunda acara selama 10 hari.
Joo Won menjelaskan kalau semua sudah diatur, ada interview TV dan manager Oska berkata ia akan memohon.

Joo Won memberikan beberapa pilihan, pertama temui pemenang (jalan2 dengan Oska) dan lihat apa bisa dilakukan perubahan, jika tidak mungkin kita harus menggantinya dengan uang. Kita tidak punya pilihan dan coba ubah jadwal show TV.
Manager Oska : CEO Kim.
Joo Won : Oh! dan tuntut Oska Entertainment, pastikan menjadi berita besar di berita jam 9 nanti.

Joo won lalu menelepon Oska, karena tidak diangkat, ia meninggalkan pesan, apa kau ini anak kecil? kapan kau akan dewasa? Jika kau tidak mau menutup Oska entertainment, telp aku. Maksudnya, Joo Won bisa dengan mudah menghancurkan karir Oska.

Joo won keluar dan menemukan motor Ra im masih ada di dekat kolam. Joo won masuk ke dalam kolam untuk mencari kunci Ra Im. Ok, it’s OST-time

Oska kembali menemui Tae Sun. Oska berkata satu hal yang ia tidak tahan adalah kalau ada yang tahu siapa dia, mengenalnya, tapi tidak mengacuhkannya. Oska tidak tahan.
Tae sun : Lalu?
Oska : Aku tahu kau banyak menerima tawaran, kau pasti mengira kau hebat, tapi..
Tae sun : Berikan nasihatmu pada yang lain.
Oska : Ketika aku menyanyi di telp, aku tahu tidak terlalu bagus.

Oska mengaku ia tidak merasa baik hari itu. Dan Tae Sun minta Oska menyanyi lagi. Oska kaget, apa? Aku ini Oska!
Tae sun : Lalu?
Oska akhirnya benar2 menyanyi. Tapi Tae sun jalan pergi. Oska marah, ia sudah melakukan ini, paling tidak Tae sun harus mendengarkannya. Tae Sun menjawab, tidak ada yang pantas untuk ia dengar.
Tae sun berkata ia tahu Oska ingin membina dirinya menjadi penyanyi tapi Oska tidak punya hak untuk membina seorang penyanyi.

Oska minta asisten-nya menunggu. Ia mengejar Tae sun. Oska melihat Tae sun menyanyi, lalu ada seorang wanita yang mendekati Oska, aku mengenalmu! Oska berkata seluruh negri tahu aku.
Wanita itu berkata kau pasti liburan. Dan Oska menawari minum, tapi wanita itu justru memukul Oska.

Ra im kembali ke sekolah action dan Direktur Jong Soo sedang memberi pengarahan dan pembagian tugas.
Jong Soo : Jung Hwan, kau mengemudikan mobil. Joo Man kau yang mengejar.
Stunt : Ya
Ra im tidak dilibatkan dan ia tanya, apa ceritanya? Apa ada peran untuk wanita juga?
Sunbaenya berkata Gil Ra Im, kau menang lotere, ini MV-nya Oska. di Jeju.
Ra Im semangat, tapi Jong soo minta para stunt fokus, kita berangkat besok pagi, jadi jadwalnya ketat. Selesaikan menyiapkan alat hari ini dan kita ketemu di bandara jam 9, jangan terlambat. Selesai.
Stunt : Baik!

Ra Im kelabakan, dan aku? apa yang akan kulakukan?
Jong Soo : Kau tidak ikut proyek ini.
Ra Im : Kenapa?
salah satu stunt berkata apa ia harus pakai wig lagi, bawa saja Ra Im.
Jong soo : Kau mau tinggal juga?

Ra Im mengikuti Jong soo ke kantor, kenapa aku tidak bisa ikut?
Jong soo beralasan ini adegan dengan mobil, pengalaman adalah yang utama, dan kau tidak punya pengalaman.

Ra Im berkeras : Itulah mengapa aku harus mencobanya. Aku benar2 latihan. Aku bisa melakukan dengan baik. Kau lihat aku latihan kan. Aku bisa melakukan pekerjaan seperti Zoe Bell.
Jong Soo : kalau begitu pergi saja ke Hollywood. Aku tidak bisa membiarkanmu melakukannya.
Ra Im : Kenapa? aku..

Jong soo tidak tahan lagi, kau tidak boleh melakukannya karena berbahaya, kau tahu! Jika aku bisa, aku akan membuatmu berhenti dari semuanya, tapi..aku ingin menghormati pilihanmu jadi aku menahannya. Sekarang pergi. Aku harus siap-siap. (oh sweet…)

Jong Soo sendirian dan ia merenung, lalu menelepon Ah Young. Ini Direktur Im Jong soo, aku ingin minta bantuan. Ini sulit, apa kau bisa berbohong pada Gil Ra Im?

Saat Ra Im dan Ah Young ada di apartemen, Ah Young berkata ah aku lupa, ini tidak mahal, aku beli tas lagi untukmu saat beli tas untuk-ku. sepertinya tasmu rusak. (Jong soo benar2 membeli tas untuk Ra Im..)
Ra Im heran, tas? ini benar tidak mahal?
Tidak, kata Ah Young aku dapat diskon karena aku kerja di sana.

Ra Im : Hidup wanita ditentukan oleh level tas-nya.
Ah Young heran, bagaimana kau tahu itu?
Ra Im : Aku juga baru tahu akhir-akhir ini. wow..ini cantik sekali, aku kira aku akan pingsan. Terima kasih banyak.

Ah Young : Bukan masalah, apa kau mengembalikan vacuum-nya?
Ra im minta jangan menyinggung masalah vacuum lagi dan ia mengeluh karena tidak bisa ikut syuting MV Oska. Direktur berkata ia tidak bisa mengajak-ku.

Ah Young mendapat telp dari sekretaris Kim, ternyata Ra im menang untuk acara bersama Oska. Benarkah?

Joo Won rapat dengan Sekretaris Kim. Joo Won tanya apa kau sudah bertemu dengan pemenang kontes?
Kim mengiyakan, aku baru saja ingin mengatakan padamu…
Tiba-tiba ada telp masuk, tunggu kata Joo Won.

Oska telp. Reaksi awal Joo Won adalah marah2, Choi Woo Young, apa kau mau mati?
Oska : Ya, kau mau membunuhku, kan. Kalau begitu keluarkan aku dulu. Aku di kantor polisi sekarang.
Joo Won : Kau dimana?

Oska ditahan karena dituduh melecehkan wanita. Tapi kau tahu aku, jika aku tidur dengan seorang gadis…jika aku tidur dengan seorang gadis, aku tidur dengan-nya. Tapi aku bukan tipe yang melecehkan seseorang.

Joo Won : Tentu saja aku tahu, aku juga tahu kalau ini tidak boleh ketahuan media. Aku juga tahu kalau kau membenci makanan penjara, tapi lebih dari itu, aku tahu kau mengacaukan acara di dept. store-ku. Tapi kau juga tahu, aku tidak akan mengeluarkanmu hanya dengan kata-kata. Apa kau sudah memikirkan apa yang kau lakukan padaku?
Oska : Kapan kau tanya tentang pikiranku, berhenti putar2 dan katakan saja langsung, brengsek.
Joo Won menutup telp dan berkata pada Kim, bilang pada Pengacara Park untuk membatalkan tuntutan hukum, dia ada di kantor polisi Jeju sekarang.

Lalu Joo Won tanya apa tadi, tentang pemenang liburan bersama Oska?

Kim menjelaskan, dia hanya bicara dengan pemenang pertama lewat telp dan ketika ketemu langsung baru ia tahu kalau pemenang pertama adalah seorang wanita hamil.

Wanita itu berkata ia adalah fans Oska-oppa selama 8 tahun.
Kim melihat wanita itu dan berkata kukira dia tidak bisa menjadi oppa untukmu, karena wanita itu terlalu tua untuk Oska. (Catatan, disini Oska usianya 35 th)
Wanita itu teriak, kalau pria itu tampan, tinggi dan kaya, berarti dia adalah oppa hahaha..

Kim akhirnya menemui pemenang kedua. Ternyata ia seorang pria tua. Kim bertanya apa anda tahu siapa Oska? Pria tua itu menjawab, Kalsium? yeah..pndengaran-nya sudah menurun.

Kim memutuskan untuk memberikan hadiah voucher dan sertifikat pada mereka dan akhirnya hadiah utama jatuh ke pemenang ketiga.
Joo Won tanya : Siapa?
Kim : Orang itu, orang yang berkata jika kita mengirimnya, semuanya akan baik-baik saja…(Gil Ra Im)

Joo Won : Tidak!!! kirim pemenang ke-4, pemenang ke-4! carilah orang dari anti-fans club Oska, cari orang yang selalu upload musik, katakan kita kirim mereka untuk liburan..

Kim : Gil Ra Im sudah berangkat.
Joo Won : Apa?? mengapa ia sudah berangkat? tanggalnya kan minggu depan!
Kim : Ah, tim stunt-nya harus syuting MV Oska, jadi ia bilang akan berangkat lebih awal.
Joo Won tidak percaya, jadi aku mengirim Oska dan Ra Im liburan dengan uangku?

Tim stunt Jong Soo tiba di Jeju dan bertemu Seul, mereka harus tinggal di hotel yang sama. Ra Im sembunyi di balik pohon palem dan mengintip rekan2nya.

Oska muncul di belakang Ra Im, apa yang kau lakukan disini? Liburan?
Ra Im kaget tapi senang, ya seperti itu. Aku menang hadiah liburan romantis bersama Oska.
Oska : siapa? kau? benar?
Ra Im : Ini aneh kan..
Oska : Aneh..ini tidak bisa terjadi. Aku benar2 percaya hal seperti ini seperti takdir. Aku pikir kita ditakdirkan, benar?

Ra Im : Terima kasih karena menyambutku!
Oska : Kau pikir aku hanya menyambutmu? Aku akan mentraktirmu makan siang.

Oska lapar sekali karena katanya ia baru keluar dari penjara dan hanya makan tahu (menu wajib napi di Korea setelah keluar penjara hahaha.., serius.)
Oska berkata ia dipenjara karena mencuri sesuatu.
Ra Im : Apa yang kau curi?
Oska : Hati wanita
Ra Im : Kalau begitu, kau akan masuk lagi nanti.

Keduanya jalan ke arah cafe dan Joo Won sudah ada di sana, duduk menunggu mereka, kau terlambat 10 menit!
Ra Im terbelalak dan Joo Won hanya mendengus. Oska, Ra Im, Joo Won –di Jeju-do ^_^

Mereka tukar badan hahahaha…..😀😀

Secret Garden episode 5

Oska dan Ra Im jalan untuk makan siang ketika tiba-tiba…Kau terlambat 10 menit!
Keduanya kaget, Joo Won duduk di salah satu meja dan memandang tajam ke arah keduanya. Oska kesal, apa ini? kenapa kau ada disini?
Joo Won sudah membooking seluruh restoran.

Joo Won : Aku seharusnya tahu dimana orang yang punya hutang denganku berada (Oska) dan melihat tajam ke arah Ra Im, aku sering melihatnya di suatu tempat.
Oska berkata ia mengundang Ra Im, sekarang Ra Im adalah tamunya.
Joo Won berkata kalau tamu Oska tidak berhenti menatapnya. Tapi Oska membalas, bukan menatap, tapi lebih tepat mendelik padamu.
Joo Won : Itu maksudku, aku bilang ia lebih cantik kalau marah.
Ra Im : Dasar brengsek.
Joo Won tersenyum : Ah aku benar..dia wanita yang kukenal.

Oska menanyakan hubungan keduanya dan Joo Won menjawab, ada kira-kira 230 negara di dunia dan aku bisa menguasai 5 bahasa, tapi tetap saja tidak ada kata yang bisa menjelaskan apa hubungan diantara kami.
Ra Im : Omong kosong. Dan ia ingin pergi saja. Mereka akan duduk di meja dekat Joo Won.

Manager restoran menjelaskan kalau semua meja sudah dipesan. Ra im terkejut dan Oska tanya, apa si brengsek itu yang memesan semuanya? Oska menggerakkan kepalanya dan menunjuk ke arah Joo Won. Manager restoran membenarkan.

Joo Won : Apa kau lupa? saat kau memesan tempat di restoran, aku adalah orang yang membeli restoran itu. (yeah..percaya..percaya..)

Ketiganya akhirnya duduk satu meja. Joo Won dan Oska saling menyindir. Joo Won tanya, Apa nasi kacang Jeju sesuai dengan seleramu? (nasi kacang sama dengan penjara/ ejekan ala Korea, makan nasi kacang = pergi ke penjara) Menurut Joo Won lebih baik Oska diam saja di satu tempat agar tidak membuat masalah. Oska membalas kalau popularitasnya tidak bisa memilih kapan dan tempatnya.

Oska lalu berpaling ke Ra Im dan berkata kalau Joo Won selalu seperti ini, kita acuhkan saja dan bersulang (sendiri)
Ra Im : dengan senang hati.

Oska mengangkat gelas anggurnya, bersulang untuk langit malam yang biru di pulau Jeju yang akan kita lihat, dan untuk matamu yang lebih gelap dan cantik daripada langit malam. (hoalah…)

Ra Im membalas dengan manis : Alasan mengapa mataku cantik bukankah karena ada bintang yang turun untuk sementara waktu/jatuh dari langit dan duduk di depan mataku? (gubrag)

Joo Won tersedak hahahaha….

Oska : Aku tertangkap basah, jika terlalu terang, katakan padaku, aku akan duduk dengan punggung menghadapmu.

Ra Im : Tidak, tidak…aku lebih baik menjadi buta.

Joo won menjatuhkan garpunya hahahaha…

Ra Im dengan nada menggoda : Jujur saja, aku sudah menjadi fansmu selama 3 tahun, apa aku boleh memanggilmu “oppa”?
Oska : tentu saja.
Joo Won : Oppa??

Oska : Kau mungkin tidak tahu ini, tapi aku ini pria gampangan.
Ra Im : Aku juga bukan wanita yang tidak memberikan kesempatan.
Joo won : Kau sudah gila. Kau sudah gila…

Lalu Tae Sun mulai menyanyi, Oska minta semua diam agar ia bisa dengar nyanyian Tae sun.

Tae Sun menyanyi OST utama Secret Garden (The Woman – Baek Ji Young) dan Joo Won memandangi Ra Im sepanjang lagu.

Flashback,
Joo Won teringat malam ketika ia sangat kejam pada Ra Im mengenai tas.

Saat Ra Im duduk sendirian di jalan luar apartemen-nya. Joo Won ada di kejauhan dan memandang Ra Im.

Lalu ketika Joo Won masuk ke kolam untuk mencari kunci motor Ra Im. Setelah mengaduk ke sana-sini, akhirnya Joo Won menemukan kunci motor itu.

Ternyata Joo Won juga kembali ke dept. store dan mengatakan pada stafnya untuk membungkus semua baju yang sudah ia lemparkan ke lantai.

Lagu :
Seorang wanita jatuh cinta denganmu
Dia mencintaimu dengan sepenuh hatinya
Dia mengikutimu setiap hari bagaikan bayangan
Wanita itu berteriak dari dalam hatinya

Flashback untuk Ra Im, saat Ra Im menerima sms dari Joo Won malam itu, Ra Im mencoba banyak baju, ia memang berusaha tampil bagus di depan Joo Won, bahkan ia mencoba mengenakan scarf itu karena kata Ah Young pria akan menyukainya kalau wanita menutup sedikit kulitnya. sigh…

sms : ada pesan datang….ada pesan datang…

Lagu :
Berapa lama lagi yang ia miliki
mencintaimu seperti ini
Cinta ini, cinta ini
Berapa lama lagi aku harus mencintaimu sebelum kau mencintaiku?

Itulah mengapa pria selalu
Mencintaimu, karena kita sama
Kita sama bodohnya, sama
Apa kau tidak bisa memeluk-ku sekali saja sebelum kau pergi?

Dia ingin merasakan cintamu
Dalam hatinya, setiap hari
sementara dia meneriakkan itu
hari ini dan setiap hari, wanita itu masih ada di sisimu
Apa kau tahu bahwa wanita itu adalah aku
Kau tidak mencoba jual mahal, kan
Aku yakin kau tidak tahu perasaanku, karena kau bodoh.

Berapa lama lagi aku harus
mencintaimu seperti ini
Aku masih bersama denganmu, karena aku mencintaimu
Sementara aku menangis.

Setelah Tae Sun selesai nyanyi, Oska mendatanginya dan tanya apa Tae Sun yang memanggil polisi waktu itu. Tae sun berkata jika ia tidak melakukannya, Oska pasti akan dipukuli sampai mati oleh teman2 wanita itu.
Oska marah karena Tae sun ikut campur dan membuat masalahnya semakin besar, bagaimana jika tersebar di internet? Oska bisa menyelesaikan dengan uang daripada harus berurusan dengan polisi.

Tae Sun : Hidup benar2 mudah untuk orang kaya. Apakah seperti ini? melakukan pemborosan dengan memesan semua meja hanya untuk kalian bertiga?
Tae Sun marah karena mereka merusak pertunjukan-nya dengan menghalangi orang lain melihat penampilannya, apa kau punya hak untuk memojokkan seseorang seperti itu, bagaimana bintang Hallyu bisa menghancurkan panggung orang lain seperti itu dan mengatakan ingin membina penyanyi baru.

Oska marah dan meraih pergelangan tangan Tae sun, biarkan aku bicara, bukan hanya kau yang punya mulut disini! Bukan aku yang memesan semua meja disini dan aku tidak pernah menertawakanmu, atau orang lain. Karena semuanya lebih baik daripadaku.
Tae Sun meminta Oska melepaskan pergelangan tangannya, aku mengatakannya dengan baik2, lepaskan.
Oska : Lalu katakan sesuatu yang buruk.
Tae sun : untuk pertama kalinya, demi seorang bintang hallyu, aku akan mengatakan ini. Aku suka dengan pria.
Oska : Apa?
Tae sun : Aku gay
Oska : Heh? apa kau ingin aku pergi? apa itu cara yang sedang tren akhir2 ini? bukankah itu selera pribadi orang, memangnya kenapa dengan itu? Oska mulai jengah hehehe…

Tae sun mendekat ke arah Oska dan Oska mundur – reflek, hahaha
Tae Sun : Apa itu yang kau pikirkan?
Tae sun jalan pergi : Penakut.

Sementara itu Joo Won mengejek Ra Im, ia menirukan gaya Ra Im dengan suara kecewek-cewekan, Joo Won berkata : “Aku lebih baik jadi buta” “Apa aku boleh memanggilku oppa?” hahaha
Ra Im : Kapan aku bersuara seperti itu?
Joo Won tidak mengerti, mengapa Ra Im selalu galak padanya dan tiba2 jadi gadis 17 tahun di depan kak Choi Woo Young?

Ra Im : Karena oppa membuatku seperti gadis polos, tidak seperti seseorang yang membuatku merasa seperti penerima bantuan dan sesama.
Joo Won : Oppa itu memiliki gadis-gadis seperti kau dalam skala internasional.
Ra Im : Yang paling penting adalah oppa kita ada di depanku sekarang.

Joo Won : Aku akan gila, apa kau tidak baca koran? Oppa kita-mu itu adalah playboy, aku membantunya karena urusan wanita.
Ra Im : Maka uruslah wanita itu yang selalu melihat padamu. Joo Won menoleh dan melihat…Yoon Seul.

Seul mendekat ke arah meja Joo Won dan Ra Im. Seul berkata ia memikirkan Joo Won dan bertemu seperti ini menurutnya adalah keajaiban. Seul berkata ia sedang mencari lokasi syuting dan menurut Seul ini takdir.

Joo won tidak terkesan, teman2mu menunggumu.

Seul : Mereka jauh lebih muda dariku (Seul mengira Joo won memuji Seul karena memiliki teman2 lebih muda) dan Seul minta mereka pergi duluan.

Seul melihat ke arah Ra Im, dan berkata pada Joo Won, tapi kau ada tamu.
Joo won : Dia adalah wanita yang paling susah diajak makan sepanjang hidupku.
Seul ke Ra Im : Maaf, tapi kau putri siapa?

Joo won ke Seul dan bicara tentang Ra Im, jika kau merasa bersalah, bagaimana kalau kau pergi sekarang? dia (Ra Im) adalah wanita pemarah, aku takut kalau ia akan melarikan diri.

Seul berpamitan dan saat Seul pergi, Ra Im sadar siapa dia lalu langsung pergi mengejar Seul. Joo Won teriak, ada apa? Kau mau kemana? lalu mengejar Ra Im.

Ra Im mengejar Seul sampai hotel dan memastikan kalau Seul ingat dia. Seul awalnya tidak ingat siapa Ra Im, sampai Ra Im menyinggung kalau ia mengambil tas teman Seul.
Seul akhirnya ingat, tapi tetap menyangkalnya. Joo won menyaksikan percakapan mereka. Kau salah mengenali orang, kata Seul. Lalu mengapa suaramu gemetar? tanya Ra Im

Ra Im berkata keras pada Seul, ia ingin Seul minta maaf, apa anak2 kaya seperti itu? karena dirimu, temanku yang sudah kerja keras selama 5 tahun hampir dipecat dalam satu hari, kau bahkan kembali dan komplain pada dept store? apa kau menikmati hidup seperti itu?
Joo Won tiba-tiba teriak, hentikan! Apa yang kau lakukan di sini?

Seul melihat Joo won seperti itu, ia langsung pura2 tidak bisa bernafas, dan Joo won mendekatinya, apa kau baik2 saja?

Ra Im sebal dan berkata pada Seul, dasar tukang pura2. Lalu berkata pada Joo Won kalau tidak tahu apa-apa, jangan ikut campur.

Tapi Joo won berkata kalau ia tahu semuanya lebih baik dari Ra Im, bahkan ia juga mendapat penjelasan dari Ae Young, Joo Won minta Ra Im meminta maaf pada Yoon Seul. Ra im tidak mengerti.

Joo Won menjelaskan, pelanggan VVIP sudah berbelanja satu miliar Won setahun (Rp 10 M? wow..) dan mendapatkan hak untuk masuk ke lounge itu, tapi karena dirimu, para pelanggan di lounge itu merasa direndahkan.
Ra Im tidak terima, apa masuk ke lounge itu salah. Seul juga mengatakan kalau ia tidak tahan dengan ketidakadilan, dan ia merasa kesal.

Joo won juga menyuruh Seul minta maaf pada Ra Im karena Ra Im sudah mengambil kembali tas teman Seul dan Seul tidak mengakuinya, justru membuat teman Ra Im hampir dipecat. Seul tidak bersedia, Ra Im hampir memukulnya lagi dan Oska muncul. Oska minta Joo Won dan Ra Im meninggalkan mereka, ada yang harus ia bicarakan dengan Yoon Seul.

Joo won dan Ra Im jalan keluar. Joo Won mencoba bicara tapi Ra Im diam saja. Ia tidak percaya ada orang yang bisa menghabiskan satu miliar Won setahun hanya untuk belanja, bagaimana mereka bisa begitu berbeda dengan aku?
Joo Won berkata kalau ia jelaskanpun, Ra Im belum tentu mengerti.

Ra Im : Apa kau akan mengatakannya dalam bahasa Inggris? Coba saja jelaskan, aku akan mengerti.
Joo Won : Berapa uangmu di bank?
Ra Im : Tidak banyak.
Joo Won : Itulah. inilah perbedaannya.
Ra Im : Apa?

Joo Won : Kau tahu persis berapa jumlah uangmu di bank, tapi orang-orang itu tidak tahu. Karena rekening internal (dalam negeri) dan eksternal (rek mereka di LN, dan juga investasi di luar) mereka selalu berfluktuasi setiap hari, setiap menit, dan setiap detik. (Biasanya jumlah kekayaan tergantung fluktuasi saham, dan nilai tukar mata uang, kebijakan pemerintah, dll.)

Tapi masih mudah kalau cuma itu. Apa kau tahu grup sosial apa yang diciptakan berdasar pada divisi dan pendapatan? Kelas. Mereka menghabiskan satu miliar Won setahun, dan hanya dua hal yang mereka inginkan. Kesenjangan dan Diskriminasi (dibedakan dari yang lain). Jika mereka tidak bisa bertahta dan memerintah (menjadi Raja atau Penguasa secara politis), mereka ingin diperlakukan berbeda sama sekali. Bagi mereka, itulah alasan dan akal sehat.

Ra Im : Apa kau seperti itu juga?
Joo Won : Ya, karena tidak ada alasan aku tidak bisa seperti itu.
Ra Im menyerah : Cari kunci motorku, nanti kalau sudah sampai ke Seoul, akan kuambil.

Rombongan stunt melihat mereka dan Jong soo langsung tanya apa yang dilakukan Ra Im di Jeju? Joo Won heran, jadi Ra Im kesini bukan untuk syuting?

Ra Im berkata ia datang untuk melihat syuting dan ia tinggal di sauna. Jong Soo marah karena Ra Im tidak mematuhinya.

Tapi Jong Soo “melunak” dan memberikan kunci kamar hotelnya pada Ra Im, tunggu di sana, kami akan mencari lokasi syuting selama 2 jam. Kita harus bicara.
Ra Im senang, baik! Tapi Joo Won tidak mengerti. Ia mengikuti Ra Im dan tanya, apa itu sesuatu yang membahagiakan? Kalau seorang pria minta kau menunggu di kamar hotelnya?

Ra Im : Tapi benar2 berangin sekarang di Jeju. Apa aku harus mandi?
Joo Won tidak percaya : Apa?? Lakukan Apa?

Joo Won mencoba mencari kamar untuk Ra Im tapi gagal. Hotel itu penuh dengan tim MV dan juga fans Oska yang tiba2 memenuhi Jeju, jadi tidak ada kamar kosong lagi.
Bahkan Joo Won tidak mendapatkan kamar yang biasa ia tempati, ada “tamu” lain yang menempatinya.
Joo Won tidak percaya ini, tamu lain? Choi Woo Young?

Oska dan Yoon Seul bertemu. Oska tanya apa ada alasan kita harus ketemu lagi? Seul mengaku tidak ada, itulah mengapa ia membuatnya.

Seul : Aku ingin berbaikan lagi denganmu Oppa karena kita akan segera menjadi satu keluarga, jika kita tetap seperti itu, bukankah kita akan jadi tidak nyaman? Meskipun kita tidak putus dengan baik, kita juga tidak ada hubungan emosional. Kita tidak saling mencintai, itu yang kutahu. Siapa wanita yang tadi itu? Wanita itu ada di bawah standar.

Oska : Jaga ucapanmu. Dia bukan tamu Joo Won, tapi tamuku.
Seul tidak percaya, bagaimana bisa seleramu jadi menurun?
Oska marah, aku bilang jaga ucapanmu, kalau dia adalah tamuku, dia adalah wanita yang kukencani.
Seul : Kau bohong.

Ada flashback, Oska memberikan bunga pada Yoon seul dan ia minta agar Seul menjadi bintang dalam hidupnya.
Oska : Kau bukan karakter utama dalam semua lagu cintaku sampai sekarang, tapi aku akan menjadikanmu karakter utama di masa depan.

Oska memberikan cincin yang besar untuk Seul tapi seul menolaknya, ia berkata tidak pernah berpikir untuk menikah dengan Oska. Kencan tidak masalah tapi bukan menikah.

Seul : Selebriti adalah orang yang bisa kau kencani sebentar ketika kau muda, tapi bukan untuk menikah! Apa kau tidak tahu, aku harus mewarisi bisnis ayahku?
(Ada kecenderungan di kalangan atas Asia Timur, jarang ditemukan putri konglomerat menikah dengan bintang film, tapi putra konglomerat sering menikah dengan artis wanita. Contoh paling gres, Barbie Hsu yang tiba2 menjadi Cinderella)

Oska menggedor pintu Joo Won dan mengajak Joo won keluar untuk cari keringat (bersepeda ke gunung). Joo Won menolaknya, terlalu dingin dan ia ingin kamarnya kembali.
Oska berkata jika Joo Won menang, ia akan pindah ke Gangnam, aku serius. Pakai saja rumah di Incheon untukmu sendiri. Dan aku juga akan keluar dari kamar hotelku.

Joo won heran, Apa yang ingin kau pertaruhkan dengan begitu mahal?
Oska : Gil Ra Im
Joo Won : Jangan main-main!
Oska : Aku tidak bercanda. Aku benar2 membutuhkannya. Oska menantang Joo Won, apa kau tidak percaya diri?
Ra Im mendengar mereka berencana balapan sepeda.

Keduanya siap-siap dan Joo Won menjawab bukannya ia tidak percaya diri.
Oska membalas, tapi kalau Joo Won kalah, dia tidak bisa mengatakan apa yang akan dilakukan Oska pada Gil Ra Im.
Joo Won tidak yakin Ra Im akan jatuh ke tangan Oska. Oska yakin karena baginya Joo Won adalah orang yang tidak akan pernah bisa membuang segalanya demi seorang gadis, tapi Oska bisa. Gadis2 mengetahui itu dari insting mereka, khususnya wanita miskin.

Sekretaris Kim datang dan mengatakan kalau semua siap. Oska dan Joo Won siap akan balapan. Oska berkata ia tidak akan kalah, karena tiba-tiba Ra Im sangat penting baginya.

Gil Ra Im datang dan ingin ikut balapan, tanpa sadar kalau ia yang dipertaruhkan oleh keduanya. Joo Won tidak setuju, tapi Ra Im tahu mereka taruhan (meskipun tdk tahu apa taruhannya) dan Ra Im berkata jika ia menang, ia ingin diikutkan dalam MV-nya Oska.
Joo Won tanya, lalu apa yang kau pertaruhkan (jika Ra Im kalah). Tapi Ra Im tidak menjawabnya karena ia pikir pasti menang.

Joo Won, Oska dan Ra Im akan mulai berlomba sepeda gunung dan Oska berkatayang pertama sampai adalah pemenangnya. Joo Won membahas jalannya dan akan sangat bahaya jika mereka salah belok atau mengambil jalan pintas, karena bisa tersesat.
Ra Im : Apa kau berkata seperti itu agar aku tersesat?

Joo Won menjawab dengan manis, aku mengatakannya karena aku cemas. Apa kau yakin kau bisa melakukannya?
Ra Im : Jika aku berkata aku tidak bisa, apa kau akan menggendongku di punggungmu?
Joo Won : Aku harus menggendongmu di lenganku agar aku bisa melihat wajahmu (aah…hehehe)

Perlombaan dimulai! Selama lomba, Joo Won dan Oska seperti anak kecil dan saling senggolan sehingga sepeda mereka tanpa sengaja menabrak papan penunjuk jalan dan membuat papan itu menunjukkan arah yang salah. Ra Im, yang sampai beberapa menit di belakang keduanya jadi salah arah dan benar2 tersesat.

Sementara itu, Sekretaris Kim sambil menunggu bosnya, ia menyatakan perasaannya pada Ah Young dengan sebuah cerita,
Dear Ah Young,
Matahari yang menyilaukan ada di sana.
Di hari kau datang dan memasukkan lamaran ke perusahaan, matahari apa yang sedang bersinar hari itu?
Hari itu, saat kau berkata : permisi, kau sudah mengambil hatiku.
Jadi jangan marah lagi.
Aku hanya seperti paman untuk para PR.
Love…

Sekretaris Kim berencana mengirim cerita itu untuk Ah Young.

Joo Won dan Oska kembali, Joo Won menang! Tapi tidak ada tanda-tanda Gil Ra Im muncul.

Joo Won tiba-tiba berhenti karena ia mendengar teriakan Ra Im dari microphone. Membuat Oska masuk finish lebih dulu. Tapi Oska juga mendengarnya. Gil Ra Im, apa yang terjadi?
Joo Won langsung panik, dan kembali untuk mencari Ra Im.

oska juga mencari Ra Im dengan mobil sementara Joo Won mencari dengan sepeda ke arah hutan. Joo Won berkata Ra Im bukan jenis wanita yang akan jadi korban, Joo Won mengikuti jalur yang diambil Ra Im.

Gil Ra Im! Jawab aku! Joo Won mencoba menghubungi Ra Im dari ponselnya.

Joo Won masuk hutan dan sampai di semak2, ia terperanjat ketika tiba-tiba Ra Im muncul. Joo Won menjerit kaget hahaha jadi ingat Jin Ho teriak waktu lihat Kae In dengan gergaji listriknya🙂

Ra Im heran, kenapa Joo Won disini? kau tidak turun?

Joo Won : Apa? apa yang kulakukan disini? Apa kau gila? Jika kau tidak bisa melakukannya mengapa kau ikut lomba, setelah pamer seperti itu, kau bahkan tidak bisa mengikuti kami? Kau bahkan tidak tahu jalan jadi kau masuk hutan?
Ra Im berkata ia sudah mengikuti petunjuk jalan dan sampai disini, tiba2 jalannya lenyap, lalu aku harus bagaimana?

Joo Won : Lalu bagaimana dengan ponselmu? Apa hanya untuk bergaya? kenapa tdk menjawab, kenapa?
Ra Im : Semuanya mati disini, tidak ada sinyal, mike juga tidak menyala, dan itu rusak (Ra Im menunjuk sepedanya) ini mahal ya?
Joo Won : Apa sekarang itu penting? Apa kau baik2 saja? Kau tidak luka?
Ra Im : Aku membuang kesempatanku untuk memulai debut sebagai stunt adegan mobil, apa Oska juga mencariku?

Joo Won kesal, lalu bagaimana kalau Oska memang mencarimu? Apa? Kau hampir membunuhku dan kau berkata apa? siapa yang teriak tadi?
Ra Im heran, ia tidak merasa teriak. Joo Won berkata Ra Im teriak AAACK dari mike dua kali. Ra Im tetap berkeras ia tidak teriak. Apa artinya teriaka? Teriakan adalah suatu hal yang mengejutkanmu dan kau teriak. Tapi apa aku akan terkejut dan memencet tombol walkie talkie dan teriak AAAK? Bahkan 2 kali?

Joo Won : Ini benar2 membuatku gila. Aku tahu aku dengar teriakan.
Ra Im : Baiklah, kau yang teriak. bukan aku. Kau bilang kau dengar suara AAAK, tapi kalau aku teriak aku biasanya teriak YAAAK, sangat cantik dan manis kan?
Joo Won : Cantik dan manis…sejak aku berkata kau cantik, kau punya konsep aneh mengenai kecantikan, kau mau kemana?
Ra Im mulai jalan dan berkata ada restoran disana, aku mau kesana dan telp taksi, kenapa?

Joo Won : Membuatku semakin gila saja, mana ada restoran di tengah hutan belantara? Dasar bodoh!

Ra Im menunjuk sebuah tempat, bodoh? lalu apa itu disana?
Joo Won melihat dan ada sebuah tanda : “Taman Misterius 44 m”

Keduanya jalan mendekati tempat itu, ada tanda bertuliskan menu, Ayam Korea, stok banyak. Tempat itu adalah sebuah pondok, kalau lebih jelasnya, mirip lukisan pondok yang bersinar waktu itu. Ya mulai aneh memang…

Joo Won : Ada orang di dalam?
Seorang wanita muncul, Ibu Yoon Hee, bukan, ya maksudku pemilik Taman Misterius.

Joo Won ingin pinjam telp tapi tidak jalan.

Wanita itu menyediakan makanan dan minta Joo Won makan banyak. Joo Won kelihatan mulai merinding. Lalu Wanita itu tanya pada Joo Won kau tidak sakit kan? Tidak punya kanker atau semacamnya? Joo Won tambah ngeri.

Lalu wanita itu menyapa Ra Im, nona..senang bertemu denganmu, benar2 sangat menyenangkan bertemu denganmu.
Ra Im tersenyum, ya aku juga, kau pasti senang membuat minuman keras ya.

Wanita itu berkata itu satu2nya hobinya. Ra Im berkata itu juga adalah hobi ayahnya.
wanita itu menjawab, dia lebih suka minum daripada membuatnya. Ra Im heran, apa? dan wanita itu melanjutkan, kau suka minum sambil makan, ya kan? sepertinya kau sudah melakukannya sejak SMU.

Ra Im : Bagaimana kau tahu? Itulah bagaimana aku belajar minum dari ayahku sejak aku SMU.
Joo Won yang kaget, apa? kau belajar minum kapan? Kau minum saat masih SMU?
Ra Im membela diri, minum sambil makan itu bukan minum, tapi obat, lalu tanya pada wanita itu, apa itu juga minuman obat yang baik untukmu? Wanita itu membenarkan.

Wanita itu berkata itu adalah minuman obat yang akan menyelamatkan putriku.
Ra Im : Apakah putrimu sakit?
Wanita itu berkata, itu adalah takdirnya (jalan sesuai dengan shionya/sam-jae)

Joo Won dan Ra Im akhirnya kembali ke hotel dengan selamat dengan taksi, Joo Won telp Oska dan memberi tahu kalau mereka sudah sampai, jangan cemas, tidur saja.

Ra Im ingin tahu apa Oska mencemaskannya dan Joo Won tidak ingin menjawabnya, jangan tanya karena itu membuatku marah. Kenapa kau menerima itu?

Ternyata Ra Im membawa dua botol dari Taman Misterius. Satu warna kuning dan satu pink.

Ra Im : Apa kau ingin aku tidak sopan dan menolak pemberian orang lebih tua? Padahal itu baik untuk kesehatanmu?
Joo Won : Kau ingin menjaga kesehatanmu dengan alkohol? pasti ada paman dalam tubuhmu.
Ra Im menyeringai, ya ada beberapa, ada satu pria pemalu dan ia ingin aku mengatakan sesuatu padamu.
Joo Won : Apa?
Ra Im : Tadi, terima kasih karena mencariku.
Joo Won : Jika ia berterima kasih, seharusnya ia mengatakannya tadi ketika aku menemukanmu. Jika kau berterima kasih seharusnya tadi, mengapa baru sekarang mengatakannya, pria tua?
Ra Im : Jika kau terus seperti itu, pria tua yang suka berkelahi mungkin akan keluar. Ini! Ra Im mengulurkan botol warna kuning pada Joo Won.

Joo Won menolaknya, aku tidak minum yang tidak pasti.

Ra Im berkata ia tidak minta Joo Won meminumnya, ia minta Joo Won memberikannya pada Oska. Benar2 senjata ampuh! Joo Won langsung merebut botol itu dan berkata apa kau ingin membuat marah langit? aku yang menyelamatkanmu tapi kau ingin memberikannya untuk orang lain?

Ra Im menjawab, kau kan tidak minum yang tidak pasti dan ingin merebutnya kembali, aku akan memberikannya sendiri padanya. Joo Won mempertahankan botolnya, tidak bisa diambil kembali. Ra Im mengulurkan tangan, kembalikan!
Tidak! kata Joo Won, persis kaya anak-anak dan…Jong soo muncul!

Jong soo marah dan melotot tajam ke arah dua orang itu. Jong Soo marah karena Ra Im tidak mengikuti perintahnya.
Ra Im berkata ia tadi pergi sebentar..tapi Jong Soo langsung menyambar, sebentar kemana? Mengapa kau kesini? Apa kau bosan di Seoul dan datang kesini?
Jong Soo : Jam berapa sekarang? ikut aku!

Joo Won panik, kalian akan tidur sekamar? Tapi Jong soo berkata dalam keluarga mereka, tidak peduli laki atau perempuan, kami saling berbagi kamar dan itu bukan hal aneh.
Joo Won teriak, ini aneh, aneh!

Di dalam, Ra Im menjelaskan pada Jong soo dan rekannya kalau ia tidak datang untuk main-main, ia ingin ikut syuting MV Oska dan ini adalah kesempatan baginya, ia mungkin tidak akan mendapat kesempatan lagi.
Jong Soo : Apa aku bodoh? Atau aku melakukan ini karena tidak ingin kau maju? Aku bilang kau kurang pengalaman, kenapa kau ingin melakukan sesuatu yang berbahaya?
Ra Im : Jika aku takut terluka aku tidak akan memulainya (kerja sebagai stunt) Ini bukan karena kemampuanku, aku tidak ingin aku kalah karena aku seorang wanita.

Jong soo : Jika kau tidak ingin kalah karena kau seorang wanita, cari kerja yang lain atau cari tim lain karena aku akan terus membuatmu kalah sampai aku mati (oh my herat melted hahaha)
Jong soo bicara dengan timnya, kalian berkemas dan pindah ke kamarku. Jong Soo menyuruh Ra Im ke kamar lain, aku tidak mau melihat wajahmu.
Ra Im : Direktur!

Lalu tiba-tiba Joo Won juga muncul di situ, apa ini, kamar penuh pria dan ada wanita, ini aneh. Kalian mungkin biasa tapi aku pikir ini aneh.

Joo Won berkata pada Ra Im, aku mengosongkan kamarku jadi kau pindah saja.
Jong Soo : Dia adalah keluargaku.
Joo Won : Aku bertanggung jawab pada keluargamu selama beberapa hari karena dia adalah pemenang dari acara di mall-ku.

Jong soo tidak mengerti dan tanya pada Ra Im, apa maksudnya ini, event apa?
Joo Won berkata pada Ra Im, jika kau tidak nyaman, aku tidak akan menghentikanmu, tapi aku minta kau menggunakan kamar kosong, apa itu juga kau tidak mau? aku bisa sekamar dengan Woo Young.
Jong soo tanya, apa Ra Im menang perjalanan dengan Oska? Ra Im mengiyakan dan Jong Soo terlihat terkejut dan berkata sendiri, aku sudah melakukan hal yang bodoh (Jong soo sayang sekali dengan Ra Im, sampai2 ia mengikut sertakan Ra Im dalam acara itu, sigh..)

Ra Im akhirnya memutuskan untuk menerima kamar dari Joo Won dan akan datang ke set pagi-pagi.

Joo Won mengikuti Ra Im dan minta penjelasan, sebenarnya apa hubunganmu dengan pria itu (Jong soo), sedekat apa? meskipun kalian berdua sekamar dan tidak terjadi apa-apa? sedekat itu? Jangan mencoba beralasan hanya hubungan guru dan murid, aku tidak akan bisa dibodohi. Apa pria itu menyukaimu mungkin? Atau kalian kencan?

Ra Im : Jika kami berkencan, apa yang akan kau lakukan dengan itu? Apakah aku kencan dengan seseorang atau tidak, apakah aku sekamar dengan seorang pria atau tidak, apa urusanmu?
Joo Won : Aku bahkan tidak boleh tanya?
Ra Im : Jangan tanya karena itu membuatku marah, mengapa kau ada disini? mengapa kau selalu mengikuti dan menggangguku? Bagaimana sebenarnya perasaanmu?
Joo Won : Kau tahu.
Ra Im : Aku tidak tahu, bagaimana aku bisa tahu?
Joo won : Kau tahu, aku tahu kau tahu. Jika kau mencoba berpikir apa aku akan mengubah pikiranku antara nanti dan sekarang, jangan lakukan itu. Melepas segalanya demi seorang gadis, aku punya terlalu banyak. Itulah mengapa aku ingin mengatakan, mari kita berpelukan sekali.

Ra Im : Apa?
Joo won : Bagiku ada dua kelompok, wanita yang aku nikahi dan wanita yang kau sebut bisa aku permainkan beberapa kali dan kusingkirkan, tapi kau ada diantara keduanya, jadi ayo kita berpelukan sekali saja.
Ra Im : setelah berpelukan, kalau kau menyukainya, apa yang akan kau lakukan?
Joo won : Aku bisa membantumu memiliki kehidupan yang berbeda daripada sekarang.
Ra Im : Ya itu bagus, lalu aku akan jadi Cinderella?

Joo Won : Bukan, Little mermaid.
Gil Ra Im..kau akan selalu ada di antara dua kelompok itu, tetaplah seperti itu, seperti seorang yang tidak punya apa-apa dan kemudian lenyap bagai gelembung. Ini logis untuk pria sepertiku.

Dan Ra Im menampar Joo Won! Ra Im sakit hati.

Joo Won : Pikirkan baik-baik dan katakan padaku. Lalu ia pergi.

Ra Im ada di kamar dan memikirkan kata2 Joo Won, lalu keluar dan menemui rekan2 stuntnya. Mereka ingin mengenalkan Ra Im pada sutradara dan tentu saja, sutradarnya Yoon Seul.

Yoon seul menyindir Ra im dan ia tanya apa Ra Im bisa melompat dari lantai 63 gedung bertingkat.
Ra Im menjawab bisa, tapi dia akan mati.

Oska muncul dan kaget melihat Seul ada disini, apa yang kau lakukan disini? Lalu Oska menelepon managernya. Manager Oska menemui Oska. Keduanya bertengkar dan saling teriak. Oska tidak mau syuting kalau sutradanya Seul, ia tidak butuh uang, ia bahkan juga tidak suka lagunya. Oska mengusir semua orang. Joo Won muncul dan berkata akan tidur di kamar Oska.

Joo Won tidur di tempat tidur dan Oska di sofa. Keduanya kesal.
Oska menemukan botol minuman dari taman misterius, Joo Won segera menyambarnya dari tangan Oska.

Joo Won tanya bagaimana Oska bisa kenal dengan Yoon Seul yang menjadi kencan butanya? Dia tidak pernah berkata kenal Oska.
Oska berkata mereka tidak sedekat itu, dia adalah anti-fanku.

Sementara itu, Ra Im pergi ke sauna dan duduk merenung di sana. Joo Won keluar dan duduk di beranda.

Keduanya mulai membuka botol minuman dari taman misterius yang diberikan wanita itu.
Ada kilat dan burung2 beterbangan.

Keduanya mulai minum di tempat yang berbeda tapi di saat yang sama, dan menyukainya. Lalu terus minum, dan minum, sampai isi botol itu habis.
Ra Im minum yang warna pink sementara Joo Won warna kuning keemasan.
Hujan turun….

Paginya….

Joo Won tidur di kamar Oska dengan Oska disampingnya. Tangan Oska ada di dada Joo Won tapi yang keluar adalah suara Ra Im :
Apa ini?
Apa aku masih mimpi?
Benar2 mimpi indah.
Oska ada dalam mimpiku!
Yakk! tangannya!
(Mimpi ini terlalu nyata…)

Sementara Ra Im terbangun di sauna, yang muncul suara Joo Won :
Apa ini?
Mengapa aku disini?
Siapa kau?

Seorang wanita menjawab Ra Im, kau tidur nyenyak, ada apa Nona?
Joo Won dalam Ra Im : Nona? siapa? aku??

Keduanya langsung meloncat bangun.

Ra Im kaget, kenapa aku bersama Oska dan apa ini yang dibawah…

Joo Won kaget, kenapa aku di sauna, apa ini yang di dadaku…

Ra Im melihat kebawah dan terkejut…
Joo Won memegang dadanya dan syok…

Keduanya teriak keras….

aaaaaarrrrrggghhhh…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: